Diancam bom, Gegana sterilisasi RS Hasna Medika
Rabu, 12 September 2012 - 18:44 WIB
Diancam bom, Gegana sterilisasi RS Hasna Medika
A
A
A
Sindonews.com - Tim Gegana Polda Jawa Barat melakukan sterilisasi Rumah Sakit Hasna Medika, Cirebon, siang tadi. Sterilisasi ini dilakukan setelah rumah sakit mendapatkan ancaman pengeboman.
Hasilnya, Gegana tidak menemukan bom atau benda mencurigakan lainnya di rumah sakit yang beralamat Jalan Ki Ageng Tapa No. 08, Desa Palimanan Timur, Kecamatan Palimanan Kab. Cirebon, ini. Penyisiran selesai dilakukan pukul 12.50 WIB.
"Hasil penyisiran oleh Tim Gegana Den C tidak ditemukan barang mencurigakan," kata Kabag Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul melalui pesan singkat, Rabu (12/9/2012).
Dia menuturkan, siang tadi sekira pukul 11.00 WIB RS Hasna Medika mendapat ancaman teror bom. Kronologi teror berawal saat petugas Bagian Administrasi RS Hasna Medika yakni Desi, Indah, dan Ica mendapat telepon dari suara seorang laki-laki yang mengancam akan membom rumah sakit.
Berikut percakapan ancaman tersebut.
Desi: RS. Hasna Medika selamat pagi.
(Kemudian diserahkan kepada Siska (35), Karyawan Hasna Medika).
Laki-laki: "Ibu beserta karyawan dalam keadaan terancam, kalau bisa karyawan suruh keluar mau ada bom 1 jam lagi", kemudian telfon dimatikan.
Kata Martinus, langkah yang dilakukan kepolisian yakni mendatangi TKP, melakukan koordinasi dengan Unit Gegana Brimob Den C, dan meminta keterangan saksi.
"Melakukan penyisiran dan seterilisasi dipimpin oleh Den C Brimob. Hasil penyisiran oleh Tim Gegana Den C tidak ditemukan barang mencurigakan," ungkapnya.
Hasilnya, Gegana tidak menemukan bom atau benda mencurigakan lainnya di rumah sakit yang beralamat Jalan Ki Ageng Tapa No. 08, Desa Palimanan Timur, Kecamatan Palimanan Kab. Cirebon, ini. Penyisiran selesai dilakukan pukul 12.50 WIB.
"Hasil penyisiran oleh Tim Gegana Den C tidak ditemukan barang mencurigakan," kata Kabag Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul melalui pesan singkat, Rabu (12/9/2012).
Dia menuturkan, siang tadi sekira pukul 11.00 WIB RS Hasna Medika mendapat ancaman teror bom. Kronologi teror berawal saat petugas Bagian Administrasi RS Hasna Medika yakni Desi, Indah, dan Ica mendapat telepon dari suara seorang laki-laki yang mengancam akan membom rumah sakit.
Berikut percakapan ancaman tersebut.
Desi: RS. Hasna Medika selamat pagi.
(Kemudian diserahkan kepada Siska (35), Karyawan Hasna Medika).
Laki-laki: "Ibu beserta karyawan dalam keadaan terancam, kalau bisa karyawan suruh keluar mau ada bom 1 jam lagi", kemudian telfon dimatikan.
Kata Martinus, langkah yang dilakukan kepolisian yakni mendatangi TKP, melakukan koordinasi dengan Unit Gegana Brimob Den C, dan meminta keterangan saksi.
"Melakukan penyisiran dan seterilisasi dipimpin oleh Den C Brimob. Hasil penyisiran oleh Tim Gegana Den C tidak ditemukan barang mencurigakan," ungkapnya.
(hyk)