Polisi perangi perjudian di Tana Toraja
Rabu, 12 September 2012 - 15:41 WIB
Polisi perangi perjudian di Tana Toraja
A
A
A
Sindonews.com - Polda Sulselbar menyatakan perang terhadap perjudian di wilayah hukumnya. Pemberantasan penyakit masyarakat ini akan terus dilakukan.
“Mulai sekarang, polisi akan kibarkan bendera untuk perangi judi dalam bentuk apapun di Tana Toraja dan Toraja Utara. Polri akan menjadi lini terdepan dalam pemberantasan judi di Toraja,” ungkap Kapolda Sulselbar Irjen Mudji Waluyo di hadapan jajaran Polres Tana Toraja, pemkab Tana Toraja dan Toraja Utara, tokoh agama, tokoh masyarakat dan masyarakat Toraja saat melakukan kunjungan kerja (kunker) di Mapolres Tana Toraja.
Dia mengatakan, dirinya akan menempatkan satu peleton personel brimob untuk memback up polres Tana Toraja memberantas judi yang ada di tengah-tengah masyarakat Toraja. Satuan res dan kriminal polres Tana Toraja juga diperintahkan membentuk tim khusus memetakan dan memantau titik-titik rawan perjudian. Tidak tanggung-tanggung, dalam pemberantasan praktik judi di Toraja, setiap personel polisi akan dipersenjatai lengkap.
“Saya instruksikan kepada personel kepolisian, jika ada oknum yang melakukan perlawanan selama operasi pemberantasan judi dan itu membahayakan diri polisi, silahkan dilumpuhkan sesuai protap nomor 1 tahun 2010,” paparnya.
Jenderal bintang dua Polri itu juga mengultimatum anggota polri agar tidak terkait dengan praktik perjudian dan narkoba. Siapa pun oknum polisi yang terpantau melakukan perbuatan disersi terutama perjudian dan narkoba akan diproses hukum. Polda Sulselbar juga sudah menempatkan 15 polisi di Badan Narkotika Nasional (BNN) provinsi Sulsel untuk melakukan penindakan terhadap setiap kasus narkoba. Saat ini Polda Sulselbar sedang menangani satu oknum perwira polisi lulusan akademi kepolisian (akpol) berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) karena terlibat narkoba. Jika oknum tersebut terbukti terlibat narkoba, pangkat AKP yang disandang yang bersangkutan akan dicopot serta akan diproses sesuai hukum.
“Jangan ada anggota polisi yang coba-coba terlibat judi atau narkoba. Kalau terpantau akan diproses hukum siapa pun oknum polisi itu,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Kapolda juga meminta dukungan dari pemerintah kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara serta masyarakat Toraja untuk membantu polisi memberantas judi dan narkoba serta penyakit masyarakat lainnya seperti praktik porstitusi di wilayah Toraja. Tanpa dukungan semua masyarakat, polisi kesulitan memberantas penyakit masyarakat yang meresahkan.
Hari ini, jajaran polres Tana Toraja dan satuan polisi pamong praja (Satpol-PP) Tana Toraja dan Toraja Utara akan mulai mengelar operasi Yustisi yang dipimpin langsung Direktorat pengamanan operasional objek vital (Dirpam opsvit) Polda Sulselbar, Kombes Anthoni Hutabarat yang juga mantan Kapolres Tana Toraja.
“Mulai besok, 30 personel satpol PP dibantu Polres Tana Toraja menggelar operasi yustisi memberantas penyakit masyarakat. Ini sudah komitmen pemkab Tana Toraja bersama Kapolda dalam memberantas praktik perjudian, narkoba dan porstitusi di Toraja,” tandasnya.
“Mulai sekarang, polisi akan kibarkan bendera untuk perangi judi dalam bentuk apapun di Tana Toraja dan Toraja Utara. Polri akan menjadi lini terdepan dalam pemberantasan judi di Toraja,” ungkap Kapolda Sulselbar Irjen Mudji Waluyo di hadapan jajaran Polres Tana Toraja, pemkab Tana Toraja dan Toraja Utara, tokoh agama, tokoh masyarakat dan masyarakat Toraja saat melakukan kunjungan kerja (kunker) di Mapolres Tana Toraja.
Dia mengatakan, dirinya akan menempatkan satu peleton personel brimob untuk memback up polres Tana Toraja memberantas judi yang ada di tengah-tengah masyarakat Toraja. Satuan res dan kriminal polres Tana Toraja juga diperintahkan membentuk tim khusus memetakan dan memantau titik-titik rawan perjudian. Tidak tanggung-tanggung, dalam pemberantasan praktik judi di Toraja, setiap personel polisi akan dipersenjatai lengkap.
“Saya instruksikan kepada personel kepolisian, jika ada oknum yang melakukan perlawanan selama operasi pemberantasan judi dan itu membahayakan diri polisi, silahkan dilumpuhkan sesuai protap nomor 1 tahun 2010,” paparnya.
Jenderal bintang dua Polri itu juga mengultimatum anggota polri agar tidak terkait dengan praktik perjudian dan narkoba. Siapa pun oknum polisi yang terpantau melakukan perbuatan disersi terutama perjudian dan narkoba akan diproses hukum. Polda Sulselbar juga sudah menempatkan 15 polisi di Badan Narkotika Nasional (BNN) provinsi Sulsel untuk melakukan penindakan terhadap setiap kasus narkoba. Saat ini Polda Sulselbar sedang menangani satu oknum perwira polisi lulusan akademi kepolisian (akpol) berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) karena terlibat narkoba. Jika oknum tersebut terbukti terlibat narkoba, pangkat AKP yang disandang yang bersangkutan akan dicopot serta akan diproses sesuai hukum.
“Jangan ada anggota polisi yang coba-coba terlibat judi atau narkoba. Kalau terpantau akan diproses hukum siapa pun oknum polisi itu,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Kapolda juga meminta dukungan dari pemerintah kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara serta masyarakat Toraja untuk membantu polisi memberantas judi dan narkoba serta penyakit masyarakat lainnya seperti praktik porstitusi di wilayah Toraja. Tanpa dukungan semua masyarakat, polisi kesulitan memberantas penyakit masyarakat yang meresahkan.
Hari ini, jajaran polres Tana Toraja dan satuan polisi pamong praja (Satpol-PP) Tana Toraja dan Toraja Utara akan mulai mengelar operasi Yustisi yang dipimpin langsung Direktorat pengamanan operasional objek vital (Dirpam opsvit) Polda Sulselbar, Kombes Anthoni Hutabarat yang juga mantan Kapolres Tana Toraja.
“Mulai besok, 30 personel satpol PP dibantu Polres Tana Toraja menggelar operasi yustisi memberantas penyakit masyarakat. Ini sudah komitmen pemkab Tana Toraja bersama Kapolda dalam memberantas praktik perjudian, narkoba dan porstitusi di Toraja,” tandasnya.
(azh)