Korsleting, gudang pakan ternak terbakar
Selasa, 11 September 2012 - 19:59 WIB
Korsleting, gudang pakan ternak terbakar
A
A
A
Sindonews.com - Sebuah gudang pakan ternak di di Jalan Muteran RT 01 RW 03 Kelurahan Pudakpayung Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) ludes terbakar.
Kebakaran yang diduga akibat korsletik listrik itu, mengakibatkan kerugian mencapai lebih dari Rp 1 Miliar. Menurut keterangan saksi, Hersanto (39), warga asli Gang Ampo Kemudo Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten mengaku, api pertama kali diketahui dari bagian tengah bangunan tepatnya dari belakang kulkas.
Menurutnya saat itu, dirinya bersama dengan temannya, Saifudin,21, sesama pekerja gudang, warga Jember Jawa Timur, hendak mengeluarkan sepeda motor dan sudah melihat api. "Waktu itu sekitar pukul 04.00, api sudah membesar dari belakang," katanya, kepada anggota Polsek Banyumanik, Selasa (11/9/2012).
Mengetahui ada Api, saksi langsung berteriak minta tolong, dan menghubungi pemilik gudang.
Kebakaran yang terjadi di pagi buta itu membuat panik warga, pasalnya api dengan cepat membesar. Warga khawatir api menjalar ke pemukiman warga.
Dengan menggunakan perlatan seadanya, warga bersama-sama mencoba memadamkan api, namun usaha tersebut kurang berhasil karena api terlalu besar.
Beruntung lima unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Kebakaran Kota Semarang segera tiba di lokasi kejadian. Setelah berjibaku dengan api sekitar satu jam, petugas berhasil memadamkan api, sebelum menjalar ke rumah warga.
Meski api berhasil dipadamkan, namun seluruh barang yang ada di dalam gudang ludes terbakar. "Seluruh bagian bangunan gudang terbakar," kata Kapolsek Banyumanik Kompol Muliyawati Syam.
Kapolsek mengatakan, kebakaran diduga akibat arus pendek listrik. "Kita masih melakukan penyelidiki penyebab pasti kebakaran. Kerugian ditaksir mencapai Rp1,2 Miliar," katanya.
Kebakaran yang diduga akibat korsletik listrik itu, mengakibatkan kerugian mencapai lebih dari Rp 1 Miliar. Menurut keterangan saksi, Hersanto (39), warga asli Gang Ampo Kemudo Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten mengaku, api pertama kali diketahui dari bagian tengah bangunan tepatnya dari belakang kulkas.
Menurutnya saat itu, dirinya bersama dengan temannya, Saifudin,21, sesama pekerja gudang, warga Jember Jawa Timur, hendak mengeluarkan sepeda motor dan sudah melihat api. "Waktu itu sekitar pukul 04.00, api sudah membesar dari belakang," katanya, kepada anggota Polsek Banyumanik, Selasa (11/9/2012).
Mengetahui ada Api, saksi langsung berteriak minta tolong, dan menghubungi pemilik gudang.
Kebakaran yang terjadi di pagi buta itu membuat panik warga, pasalnya api dengan cepat membesar. Warga khawatir api menjalar ke pemukiman warga.
Dengan menggunakan perlatan seadanya, warga bersama-sama mencoba memadamkan api, namun usaha tersebut kurang berhasil karena api terlalu besar.
Beruntung lima unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Kebakaran Kota Semarang segera tiba di lokasi kejadian. Setelah berjibaku dengan api sekitar satu jam, petugas berhasil memadamkan api, sebelum menjalar ke rumah warga.
Meski api berhasil dipadamkan, namun seluruh barang yang ada di dalam gudang ludes terbakar. "Seluruh bagian bangunan gudang terbakar," kata Kapolsek Banyumanik Kompol Muliyawati Syam.
Kapolsek mengatakan, kebakaran diduga akibat arus pendek listrik. "Kita masih melakukan penyelidiki penyebab pasti kebakaran. Kerugian ditaksir mencapai Rp1,2 Miliar," katanya.
(azh)