20 hektare hutan Gunung Arjuno terbakar
Selasa, 11 September 2012 - 19:31 WIB
20 hektare hutan Gunung Arjuno terbakar
A
A
A
Sindonews.com - Kebakaran hutan di kawasan Gunung Arjuna kembali terjadi. Kebakaran ini melanda dua kawasan hutan, yakni di puncak ogal agil atau puncak Ringgit, Kecamatan Prigen, Pasuruan dan kawasan hutan Ngabab dan Tawang Argo Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim).
Kebakaran kawasan hutan yang berada di ketinggian 2.200 meter di atas permukaan laut (mdpl) diperkirakan menyebar hingga luasan 20 hektare. Dugaan awal, penyebab kebakaran hutan ini sengaja dilakukan para pemburu liar.
Gatot Sundoro, Kepala Seksi Taman Hutan Rakyat (Tahura) R Soerjo, mengungkapkan, hingga saat ini puluhan petugas dibantu warga sekitar dikerahkan untuk melokalisir dan memadamkan kobaran api. Namun upaya tersebut tidak bisa maksimal karena terhadang medan dengan kemiringan yang curam.
"Kobaran api belum bisa dipadamkan. Kami berusaha melokalisir agar tidak meluas lagi," kata Gatot Sundoro yang dihubungi wartawan, Selasa (11/9/2012).
Menurut Gatot, di kawasan puncak Ringgit yang berbatasan dengan Gunung Welirang, sebanyak 50 petugas gabungan dari Pengamanan Hutan (Pamhut) Tahura, Kelompok Tani Tahura (KTT). Sementara dikawasan hutan Ngabab dan Tawang Argo, sebanyak 30 petugas gabungan juga dikerahkan untuk melokalisir dan memadamkan api.
"Kebakaran ini disebabkan ulah pemburu liar yang sengaja membakar lahan. Dengan membakar hutan di puncak gunung, mereka berharap hewan-hewan buruan akan lari turun ke bawah," tandasnya.
Sekretaris KTT Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, MH Dardiri menjelaskan di kawasan puncak Ringgit, diperkirakan 20 hektare lahan ludes terbakar. Pohon-pohon yang berada di titik kebakaran merupakan pohon yang berusia puluhan tahun, di antaranya cemara, kesek dan klinting.
Pihaknya kawatir, kebakaran hutan ini berpotensi merambat ke kawasan hutan lain yakni blok Tunggangan yang berada di ketinggian 1.900 mdpl. Karena upaya petugas memadamkan api terhalang medan yang cukup berat dengan kemiringan mencapai 90 derajat.
Kebakaran kawasan hutan yang berada di ketinggian 2.200 meter di atas permukaan laut (mdpl) diperkirakan menyebar hingga luasan 20 hektare. Dugaan awal, penyebab kebakaran hutan ini sengaja dilakukan para pemburu liar.
Gatot Sundoro, Kepala Seksi Taman Hutan Rakyat (Tahura) R Soerjo, mengungkapkan, hingga saat ini puluhan petugas dibantu warga sekitar dikerahkan untuk melokalisir dan memadamkan kobaran api. Namun upaya tersebut tidak bisa maksimal karena terhadang medan dengan kemiringan yang curam.
"Kobaran api belum bisa dipadamkan. Kami berusaha melokalisir agar tidak meluas lagi," kata Gatot Sundoro yang dihubungi wartawan, Selasa (11/9/2012).
Menurut Gatot, di kawasan puncak Ringgit yang berbatasan dengan Gunung Welirang, sebanyak 50 petugas gabungan dari Pengamanan Hutan (Pamhut) Tahura, Kelompok Tani Tahura (KTT). Sementara dikawasan hutan Ngabab dan Tawang Argo, sebanyak 30 petugas gabungan juga dikerahkan untuk melokalisir dan memadamkan api.
"Kebakaran ini disebabkan ulah pemburu liar yang sengaja membakar lahan. Dengan membakar hutan di puncak gunung, mereka berharap hewan-hewan buruan akan lari turun ke bawah," tandasnya.
Sekretaris KTT Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, MH Dardiri menjelaskan di kawasan puncak Ringgit, diperkirakan 20 hektare lahan ludes terbakar. Pohon-pohon yang berada di titik kebakaran merupakan pohon yang berusia puluhan tahun, di antaranya cemara, kesek dan klinting.
Pihaknya kawatir, kebakaran hutan ini berpotensi merambat ke kawasan hutan lain yakni blok Tunggangan yang berada di ketinggian 1.900 mdpl. Karena upaya petugas memadamkan api terhalang medan yang cukup berat dengan kemiringan mencapai 90 derajat.
(azh)