warga dua desa terlibat bentrok
Selasa, 11 September 2012 - 08:19 WIB
warga dua desa terlibat bentrok
A
A
A
Sindonews.com - Tak terima dua warganya dianiaya warga Desa Tambaksawah, ratusan warga Desa Tambakrejo menyerang warga desa tetangganya. Dalam peristiwa bentrokan antar desa bertetangga ini dua orang terluka.
Hingga Selasa (11/9/2012) dinihari, suasana diperbatasan desa masih mencekam. Kedua kubu bersiaga dengan senjata tajam ditangan. Sementara itu, 200 pasukan pengendali massa (Dalmas) dari Polsek Sidoarjo diturunkan untuk meredam aksi tawuran itu.
Akibat bentrokan itu, sejumlah rumah dan warung di Desa Tambaksawah rusak. Polisi masih menyelidiki pemicu tawuran itu, namun diduga kuat tawuran itu disebabkan adanya dua orang warga Desa Tambakrejo yang diserang warga Tambaksawah hingga mengalami luka-luka saat ngopi di sebuah warung di wilayah Tambaksawah.
Rian Ainun Alfianto (20) menceritakan, peristiwa itu bermula saat ia bersama Wahyudi kawannya sedang berada di warung kopi di Desa Tambaksawah. "Lagi asyik ngopi tiba-tiba datang sekelompok pemuda yang mukulin, saya tidak tahu sebabnya apa," katanya, Selasa (11/9/2012)
Ia berusaha mempertahankan diri, namun karena kalah banyak akhirnya Rian dan Wahyudi kabur. Karena tak terima ada warganya yang dianiaya, warga Desa Tambakrejo berniat menyerang balik warga desa tetangganya tersebut.
Dengan bersenjata tajam dan pentungan, ratusan warga desa Tambakrejo berusaha menyerang warga desa Tambaksawah yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari balai Desa Tambakrejo. Mereka bermaksud mencari pelaku penganiayaan warganya.
Namun kedatangan warga sudah ditunggu, kemudian pecahlah bentrokan dua desa tersebut. Sejumlah rumah dan warung kopi dikawasan Desa Tambaksawah rusak akibat amuk warga Tambakrejo.
Untungnya bentrokan tidak meluas, setelah dua Kompi Satuan Dalmas dari Polres Sidoarjo dikerahkan ke lokasi kejadian. Dua warga Tambakrejo yang menjadi korban penganiayaan langsung diamankan polisi ke Mapolsek setempat, sementara polisi langsung melakukan penyelidikan dan pendekatan terhadap warga dua desa itu.
Kapolsek Waru Kompol Heru Purwanto mengatakan, saat ini kasus bentrokan dalam penanganan petugas kepolisian. "Kita masih menyelidiki penyebab tawuran. Tidak ada warga yang ditahan," terangnya.
untuk mengantisipasi terjadinya bentrok susulan hingga selasa dinihari warga kedua desa yang terlibat bentrok masih siaga di lokasi kejadian. Sementara sekitar 200 aparat kepolisian dari Polres Sidoarjo disiagakan di dua desa yang masih bertetangga itu.
Hingga Selasa (11/9/2012) dinihari, suasana diperbatasan desa masih mencekam. Kedua kubu bersiaga dengan senjata tajam ditangan. Sementara itu, 200 pasukan pengendali massa (Dalmas) dari Polsek Sidoarjo diturunkan untuk meredam aksi tawuran itu.
Akibat bentrokan itu, sejumlah rumah dan warung di Desa Tambaksawah rusak. Polisi masih menyelidiki pemicu tawuran itu, namun diduga kuat tawuran itu disebabkan adanya dua orang warga Desa Tambakrejo yang diserang warga Tambaksawah hingga mengalami luka-luka saat ngopi di sebuah warung di wilayah Tambaksawah.
Rian Ainun Alfianto (20) menceritakan, peristiwa itu bermula saat ia bersama Wahyudi kawannya sedang berada di warung kopi di Desa Tambaksawah. "Lagi asyik ngopi tiba-tiba datang sekelompok pemuda yang mukulin, saya tidak tahu sebabnya apa," katanya, Selasa (11/9/2012)
Ia berusaha mempertahankan diri, namun karena kalah banyak akhirnya Rian dan Wahyudi kabur. Karena tak terima ada warganya yang dianiaya, warga Desa Tambakrejo berniat menyerang balik warga desa tetangganya tersebut.
Dengan bersenjata tajam dan pentungan, ratusan warga desa Tambakrejo berusaha menyerang warga desa Tambaksawah yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari balai Desa Tambakrejo. Mereka bermaksud mencari pelaku penganiayaan warganya.
Namun kedatangan warga sudah ditunggu, kemudian pecahlah bentrokan dua desa tersebut. Sejumlah rumah dan warung kopi dikawasan Desa Tambaksawah rusak akibat amuk warga Tambakrejo.
Untungnya bentrokan tidak meluas, setelah dua Kompi Satuan Dalmas dari Polres Sidoarjo dikerahkan ke lokasi kejadian. Dua warga Tambakrejo yang menjadi korban penganiayaan langsung diamankan polisi ke Mapolsek setempat, sementara polisi langsung melakukan penyelidikan dan pendekatan terhadap warga dua desa itu.
Kapolsek Waru Kompol Heru Purwanto mengatakan, saat ini kasus bentrokan dalam penanganan petugas kepolisian. "Kita masih menyelidiki penyebab tawuran. Tidak ada warga yang ditahan," terangnya.
untuk mengantisipasi terjadinya bentrok susulan hingga selasa dinihari warga kedua desa yang terlibat bentrok masih siaga di lokasi kejadian. Sementara sekitar 200 aparat kepolisian dari Polres Sidoarjo disiagakan di dua desa yang masih bertetangga itu.
(ysw)