Kabur saat razia, Avanza diamuk massa
Jum'at, 07 September 2012 - 17:54 WIB
Kabur saat razia, Avanza diamuk massa
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah anggota gabungan Kepolisian Sektor (Polsek) di wilayah Ciamis Selatan dan sejumlah anggota Satuan Lalu lintas (Satlantas) Polres Ciamis sempat disibukkan aksi kejar-kejaran kendaraan yang sebelumnya diduga kendaraan komplotan teroris.
Aksi tersebut terjadi saat sejumlah aparat kepolisian melakukan razia di Jalan Raya Ciamis-Pangandaran tepatnya di depan Mapolsek Kalipucang.
Semula razia antisipasi teroris dan pengeledahan bahan peledak itu berlangung lancar. Namun, menjelang dini hari tiba-tiba sebuah kendaraan Toyota Avanza Nopol D 1159 JA berwarna biru metalik memperlihatkan gerak-gerik mencurigakan.
Saat mendekati lokasi razia, mobil yang sebelumnya melaju dari arah Banjar (Utara) menuju Pangandaran (Ciamis) itu mendadak berhenti dan memutar arah dengan selebor. Setelah itu, kendaraan langung menancap gas melaju dengan kecepatan tinggi.
Sejumlah polisi yang mencurigai gerak-gerik mobil tersebut berupaya menghentikan laju kendaraan, namun peringatan polisi tidak dihiraukan sang pengemudi.
Bahkan, saat Kapolsek Padaherang AKP Suryadi mencoba menghentikan laju kendaraan sambil mengeluarkan senjata, kendaraan yang belakangan diketahui dikemudikan oleh Doni (28), warga Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, malah nyaris menabrak badan Suryadi. Sehingga, dengan terpaksa Suryadi meletuskan dua kali tembakan peringatan ke udara.
Namun, karena panik sang sopir malah semakin memacu kendaraan. Melihat aksi tersebut sejumlah anggota kepolisian semakin curiga dua unit mobil ranger mengejar laju kendaraan kembali menuju arah Banjar.
Namun, saat melintasi sebuah tikungan di Kalipucang, mobil yang melarikan diri itu hilang kendali menabrak warung milik warga di tepi jalan berikut dua unit motor yang sedang diparkir.
Melihat kejadian itu, warga di sekitar warung langsung berkerumun dan beberapa warga yang kesal melampiarkan kekesalan merusak spion dan pintu kiri mobil memukulnya dnegan benda keras.
Selang beberapa menit, polisi yang melakukan pengejaran sampai di lokasi dan menghentikan aksi warga. Selain mengamankan sopir, polisi juga mengamankan tiga penumpang lain yang masih berusia remaja masing-masing, yakni Yanto (19), Sendi (22) dan Novi (18).
Keempat pemuda itu dibawa ke Mapolsek Kalipucang. Saat diminta keterangan oleh Polisi, mereka mengaku hendak berangkat ke Pangandaran untuk mengantar salah satu di antara mereka karena mau pindah rumah.
“Saya terpaksa melarikan diri memutar arah, karena panik melihat banyak polisi sementara saya tidak memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM),” ujar Doni menjelaskan kepada wartawan, Jumat (7/9/2012).
Tidak percaya dengan keterangan empat muda-mudi itu, polisi mengamankan kendaraan Avanza ke halaman Mapolsek Cijulang dan melakukan pengeledahan. Baik di dalam mobil maupun di dalam tas barang bawaan milik keempat pemuda itu.
“Hasil pemeriksaan baik di dalam mobil maupun barang bawaan kami tidak menemukan benda mencurigakan,” terang Koordinator razia antiteroris dan bahan peledak untuk wilayah Ciamis Selatan, Kapolsek Kalipucang AKP Badri.
Badri membenarkan, saat melarikan polisi sempat meletuskan tembakan peringatan karena khawatir di dalam kendaraan merupakan komplotan teroris. Tindakan itu terpaksa dilakukan, karena gerak-gerik kendaraan terlihat sangat mencurigakan.
“Saat ini kami sedang fokus mengantisipasi teroris, melihat aksi itu jelas meresahkan dan membuat kami khawatir,” tandasnya.
Badri menambahkan, karena saat diperiksa pengemudi kendaraan tidak bisa menunjukkan surat kendaraan dan mengemudi, terpaksa mereka ditahan untuk dimintai keterangan di Mapolsek Kalipucang.
“Mereka juga nyaris mencelakai petugas, saat dihentikan hampir menabrak Kapolsek Padaherang yang berupaya menghentikan kendaraan,” pungkas Badri.
Aksi tersebut terjadi saat sejumlah aparat kepolisian melakukan razia di Jalan Raya Ciamis-Pangandaran tepatnya di depan Mapolsek Kalipucang.
Semula razia antisipasi teroris dan pengeledahan bahan peledak itu berlangung lancar. Namun, menjelang dini hari tiba-tiba sebuah kendaraan Toyota Avanza Nopol D 1159 JA berwarna biru metalik memperlihatkan gerak-gerik mencurigakan.
Saat mendekati lokasi razia, mobil yang sebelumnya melaju dari arah Banjar (Utara) menuju Pangandaran (Ciamis) itu mendadak berhenti dan memutar arah dengan selebor. Setelah itu, kendaraan langung menancap gas melaju dengan kecepatan tinggi.
Sejumlah polisi yang mencurigai gerak-gerik mobil tersebut berupaya menghentikan laju kendaraan, namun peringatan polisi tidak dihiraukan sang pengemudi.
Bahkan, saat Kapolsek Padaherang AKP Suryadi mencoba menghentikan laju kendaraan sambil mengeluarkan senjata, kendaraan yang belakangan diketahui dikemudikan oleh Doni (28), warga Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, malah nyaris menabrak badan Suryadi. Sehingga, dengan terpaksa Suryadi meletuskan dua kali tembakan peringatan ke udara.
Namun, karena panik sang sopir malah semakin memacu kendaraan. Melihat aksi tersebut sejumlah anggota kepolisian semakin curiga dua unit mobil ranger mengejar laju kendaraan kembali menuju arah Banjar.
Namun, saat melintasi sebuah tikungan di Kalipucang, mobil yang melarikan diri itu hilang kendali menabrak warung milik warga di tepi jalan berikut dua unit motor yang sedang diparkir.
Melihat kejadian itu, warga di sekitar warung langsung berkerumun dan beberapa warga yang kesal melampiarkan kekesalan merusak spion dan pintu kiri mobil memukulnya dnegan benda keras.
Selang beberapa menit, polisi yang melakukan pengejaran sampai di lokasi dan menghentikan aksi warga. Selain mengamankan sopir, polisi juga mengamankan tiga penumpang lain yang masih berusia remaja masing-masing, yakni Yanto (19), Sendi (22) dan Novi (18).
Keempat pemuda itu dibawa ke Mapolsek Kalipucang. Saat diminta keterangan oleh Polisi, mereka mengaku hendak berangkat ke Pangandaran untuk mengantar salah satu di antara mereka karena mau pindah rumah.
“Saya terpaksa melarikan diri memutar arah, karena panik melihat banyak polisi sementara saya tidak memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM),” ujar Doni menjelaskan kepada wartawan, Jumat (7/9/2012).
Tidak percaya dengan keterangan empat muda-mudi itu, polisi mengamankan kendaraan Avanza ke halaman Mapolsek Cijulang dan melakukan pengeledahan. Baik di dalam mobil maupun di dalam tas barang bawaan milik keempat pemuda itu.
“Hasil pemeriksaan baik di dalam mobil maupun barang bawaan kami tidak menemukan benda mencurigakan,” terang Koordinator razia antiteroris dan bahan peledak untuk wilayah Ciamis Selatan, Kapolsek Kalipucang AKP Badri.
Badri membenarkan, saat melarikan polisi sempat meletuskan tembakan peringatan karena khawatir di dalam kendaraan merupakan komplotan teroris. Tindakan itu terpaksa dilakukan, karena gerak-gerik kendaraan terlihat sangat mencurigakan.
“Saat ini kami sedang fokus mengantisipasi teroris, melihat aksi itu jelas meresahkan dan membuat kami khawatir,” tandasnya.
Badri menambahkan, karena saat diperiksa pengemudi kendaraan tidak bisa menunjukkan surat kendaraan dan mengemudi, terpaksa mereka ditahan untuk dimintai keterangan di Mapolsek Kalipucang.
“Mereka juga nyaris mencelakai petugas, saat dihentikan hampir menabrak Kapolsek Padaherang yang berupaya menghentikan kendaraan,” pungkas Badri.
(azh)