Stok air bersih di Jakarta Timur aman
Kamis, 06 September 2012 - 14:42 WIB
Stok air bersih di Jakarta Timur aman
A
A
A
Sindonews.com - Memasuki musim kemarau saat ini, sejumlah wilayah di Indonesia mulai mengalami kesulitan air bersih. Melihat hal tersebut pemerintah daerah di sejumlah tempat mulai mewaspadai akan datangnya kekeringan yang sewaktu-waktu bisa terjadi.
Khusus untuk wilayah Jakarta Timur (Jaktim) sendiri, persediaan air bersih untuk konsumsi warga masih aman. Hal tersebut dikarenakan distribusi air yang berasal dari waduk Jatiluhur pun masih cukup meskipun akibat kemarau terjadi penyusutan hingga 5 persen.
"Untuk wilayah Jaktim masih cukup, karena stok air di sana pun masih melimpah," ujar Direktur Operasional PT Aetra Lintong Hutasoit kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (6/9/2012).
Menurut Lintong, memasuki musim kemarau saat ini memang persediaan air baku mengalami penyusutan, namun masih dalam batas yang bisa dimaklumi. "Kalau penyusutan persediaan air baku pastinya ada, tapi kami juga masih berupaya dibantu dari tempat lain seperti dari Kali Bekasi," jelas Lintong.
Untuk itu Lintong berharap, meskipun persediaan air masih mencukupi, dirinya meminta agar masyarakat dapat lebih peduli dan bijak dalam menggunakan air. Karena menurutnya jika kemarau yang terjadi saat ini berlangsung panjang, bukan tidak mungkin suatu saat akan kesulitan air baku.
"Menurut ramalam BMKG, bulan Oktober nanti akan mulai turun hujan, jadi lebih bijak dalam penggunaan air, itu juga berarti membantu persediaan air," paparnya.
Lintong mengakui, di beberapa tempat di Jakarta memang sudah ada yang mulai kesulitan mendapatkan distribusi air bersih. Untuk itu dirinya meminta maaf apabila pelayanan kepada pelanggan menjadi terhambat.
"Di Jakarta Utara ada beberapa yang terhambat distribusinya, namun kami tetap mengusahakan yang terbaik untuk pelanggan," tambahnya.
Dijelaskan Lintong, kesulitan air tersebut antara lain dikarenakan letak Jakarta Utara yang agak jauh dari sumber air baku dan memang adanya musim kemarau di daerah Bogor, Jawa Barat.
"Di Bogornya sendiri memang belum turun hujan, sehingga yang biasanya melimpah dari sana kini hanya sedikit saja," ungkapnya.
Untuk saat ini, pihaknya mengaku terus berupaya dan bekerja sama dengan pihak Perum Jasa Tirta II (PJT2) Jatiluhur untuk tetap menjaga persediaan air sebelum datangnya musim penghujan. "Semoga tidak berlangsung lama," harapnya.
Khusus untuk wilayah Jakarta Timur (Jaktim) sendiri, persediaan air bersih untuk konsumsi warga masih aman. Hal tersebut dikarenakan distribusi air yang berasal dari waduk Jatiluhur pun masih cukup meskipun akibat kemarau terjadi penyusutan hingga 5 persen.
"Untuk wilayah Jaktim masih cukup, karena stok air di sana pun masih melimpah," ujar Direktur Operasional PT Aetra Lintong Hutasoit kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (6/9/2012).
Menurut Lintong, memasuki musim kemarau saat ini memang persediaan air baku mengalami penyusutan, namun masih dalam batas yang bisa dimaklumi. "Kalau penyusutan persediaan air baku pastinya ada, tapi kami juga masih berupaya dibantu dari tempat lain seperti dari Kali Bekasi," jelas Lintong.
Untuk itu Lintong berharap, meskipun persediaan air masih mencukupi, dirinya meminta agar masyarakat dapat lebih peduli dan bijak dalam menggunakan air. Karena menurutnya jika kemarau yang terjadi saat ini berlangsung panjang, bukan tidak mungkin suatu saat akan kesulitan air baku.
"Menurut ramalam BMKG, bulan Oktober nanti akan mulai turun hujan, jadi lebih bijak dalam penggunaan air, itu juga berarti membantu persediaan air," paparnya.
Lintong mengakui, di beberapa tempat di Jakarta memang sudah ada yang mulai kesulitan mendapatkan distribusi air bersih. Untuk itu dirinya meminta maaf apabila pelayanan kepada pelanggan menjadi terhambat.
"Di Jakarta Utara ada beberapa yang terhambat distribusinya, namun kami tetap mengusahakan yang terbaik untuk pelanggan," tambahnya.
Dijelaskan Lintong, kesulitan air tersebut antara lain dikarenakan letak Jakarta Utara yang agak jauh dari sumber air baku dan memang adanya musim kemarau di daerah Bogor, Jawa Barat.
"Di Bogornya sendiri memang belum turun hujan, sehingga yang biasanya melimpah dari sana kini hanya sedikit saja," ungkapnya.
Untuk saat ini, pihaknya mengaku terus berupaya dan bekerja sama dengan pihak Perum Jasa Tirta II (PJT2) Jatiluhur untuk tetap menjaga persediaan air sebelum datangnya musim penghujan. "Semoga tidak berlangsung lama," harapnya.
(san)