Tuntut pembayaran tanah, warga tutup Lapter Advent
Kamis, 06 September 2012 - 13:45 WIB
Tuntut pembayaran tanah, warga tutup Lapter Advent
A
A
A
Sindonews.com - Lapangan Terbang (Lapter) Advent, Kampung Doyo, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, Papua sudah hampir tiga bulan ini ditutup oleh warga sekitar. Penutupan in dilakukan warga lantaran pihak Lapangan Terbang Advent belum melunasi sisa pembayaran tanah dengan total Rp387 juta.
Salah seorang warga Doyo, Simon mengatakan masyarakat sekitar terpaksa menutup lapter tersebut karena belum mendapatkan haknya dari pihak Lapter Advent. Warga menuntut pihak lapter melunasi sisa pembayaran tanah warga.
"Kami akan buka lapter ini kalau kami sudah mendapatkan hak kami. Kalau tidak mau melunasi, kami akan terus memblokir lapter ini," ujar Simon menjelaskan kepada wartawan, Kamis (6/9/2012).
Lapter Advent biasa digunakan untuk melayani penerbangan carteran ke wilayah di pedalaman. Biasanya, Lapter Advent ini digunakan untuk pesawat jenis Caravan atau jenis ATR.
Kapolres Jayapura AKP Wantri Yulianto mengatakan lapter ini biasa digunakan bagi peawat-pesawat yang akan mengirim suplai-suplai logistik di wilayah pedalaman. Dengan aksi pemblokiran ini, pengiriman suplai pun menjadi terhambat.
"Kerugian per minggu bisa ratusan juta rupiah. Logistik pun menjadi terhambat. Kami sedang mencoba untuk menjembatani masalah ini supaya tidak berlarut-larut," paparnya.
Salah seorang warga Doyo, Simon mengatakan masyarakat sekitar terpaksa menutup lapter tersebut karena belum mendapatkan haknya dari pihak Lapter Advent. Warga menuntut pihak lapter melunasi sisa pembayaran tanah warga.
"Kami akan buka lapter ini kalau kami sudah mendapatkan hak kami. Kalau tidak mau melunasi, kami akan terus memblokir lapter ini," ujar Simon menjelaskan kepada wartawan, Kamis (6/9/2012).
Lapter Advent biasa digunakan untuk melayani penerbangan carteran ke wilayah di pedalaman. Biasanya, Lapter Advent ini digunakan untuk pesawat jenis Caravan atau jenis ATR.
Kapolres Jayapura AKP Wantri Yulianto mengatakan lapter ini biasa digunakan bagi peawat-pesawat yang akan mengirim suplai-suplai logistik di wilayah pedalaman. Dengan aksi pemblokiran ini, pengiriman suplai pun menjadi terhambat.
"Kerugian per minggu bisa ratusan juta rupiah. Logistik pun menjadi terhambat. Kami sedang mencoba untuk menjembatani masalah ini supaya tidak berlarut-larut," paparnya.
(azh)