Tak ada dana, KBB gagal ikut pilgab
Kamis, 06 September 2012 - 11:31 WIB
Tak ada dana, KBB gagal ikut pilgab
A
A
A
Sindonews.com - Kabupaten Bandung Barat (KBB) dipastikan tidak mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serempak di Jawa Barat (Jabar) pada 24 Februari 2013 nanti. Pilkada Gabungan (Pilgab) dengan Pilkada Gubernur Jabar 2013 akhirnya hanya diikuti tiga Kabupaten/Kota di Jabar, Sumedang, Sukabumi, dan Cirebon.
"Kita sudah terima surat dari KBB bahwa Pemilihan Bupati KBB ditunda dan tidak bersamaan dengan Pilgub Jabar," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar Yayat Hidayat, di Bandung, Kamis (6/9/2012).
Yayat mengungkapkan alasan KBB tidak bisa mengikuti Pilgab 2013, yakni karena Pemerintah KBB tidak memiliki anggaran untuk penyelenggaraan pemilu.
Lanjutnya, sejak 2010 KPU Jabar memang sudah melarang kepada seluruh kabupaten kota jika tidak ada anggaran jangan melaksanakan pemilu. "KBB ternyata memang ada persoalan dengan anggaran," ujarnya.
Meski begitu wewenang penyelenggaraan pemilu KBB ada pada KPU KBB. Kata Yayat, tetapi jika tetap dipaksakan dipastikan penyelenggaraan pemilu malah tidak berkualitas.
"Jangankan enggak ada duit, uangnya kurang saja berbahaya. Jadi putusan KBB sudah sangat tepat, kami dukung penuh," kata dia.
Sebagai catatan, jauh sebelum dimulainya tahapan pesta demokrasi di Jabar yang launching Rabu 5 Agustus kemarin, direncanakan Pilgub Jabar akan dibarengkan dengan empat daerah salah satunya KBB. Namun KBB menarik diri dari rencana tersebut. Belakangan diketahui KBB tidak memiliki dana untuk ikut Pilgab.
"Kita sudah terima surat dari KBB bahwa Pemilihan Bupati KBB ditunda dan tidak bersamaan dengan Pilgub Jabar," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar Yayat Hidayat, di Bandung, Kamis (6/9/2012).
Yayat mengungkapkan alasan KBB tidak bisa mengikuti Pilgab 2013, yakni karena Pemerintah KBB tidak memiliki anggaran untuk penyelenggaraan pemilu.
Lanjutnya, sejak 2010 KPU Jabar memang sudah melarang kepada seluruh kabupaten kota jika tidak ada anggaran jangan melaksanakan pemilu. "KBB ternyata memang ada persoalan dengan anggaran," ujarnya.
Meski begitu wewenang penyelenggaraan pemilu KBB ada pada KPU KBB. Kata Yayat, tetapi jika tetap dipaksakan dipastikan penyelenggaraan pemilu malah tidak berkualitas.
"Jangankan enggak ada duit, uangnya kurang saja berbahaya. Jadi putusan KBB sudah sangat tepat, kami dukung penuh," kata dia.
Sebagai catatan, jauh sebelum dimulainya tahapan pesta demokrasi di Jabar yang launching Rabu 5 Agustus kemarin, direncanakan Pilgub Jabar akan dibarengkan dengan empat daerah salah satunya KBB. Namun KBB menarik diri dari rencana tersebut. Belakangan diketahui KBB tidak memiliki dana untuk ikut Pilgab.
(azh)