Raskin busuk dibagikan ke warga

Kamis, 06 September 2012 - 09:12 WIB
Raskin busuk dibagikan...
Raskin busuk dibagikan ke warga
A A A
Sindonews.com – Beras bersubsidi untuk warga miskin (raskin) yang dibagikan di Desa Sukorambi, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember tidak layak konsumsi.

Warga menyebutnya raskin yang mereka terima lebih layak dipakai pakan ternak. Warga pun terpaksa mencuci beras tersebut menggunakan sabun colek sebelum mengonsumsinya. Mereka kemudian beramai-ramai mengembalikan raskin tersebut kepada perangkat desa setempat. Menurut penuturan salah seorang warga, Faryatin, beras bersubsidi dari pemerintah yang baru diterimanya tersebut tampak berwarna kusam hampir kecoklatan dan berkualitas buruk.

”Warnanya tidak putih, tapi coklat kehitaman dan hancur serta baunya apek, terkadang ada kutunya,” kata Faryatin, Rabu 5 September 2012.

Ungkapan senada dikatakan warga yang lainnya, Nafisah. ”Kami terpaksa mencuci beras itu dengan menggunakan sabun colek setiap kali akan memasaknya agar kelihatan putih dan harum ketika dimasak,” kata Nafisah.

Nafisah dan Faryatin hidup di kampung tersebut bersama sekitar 50 kepala keluarga (KK) yang mendapat jatah raskin. Mereka mendapatkannya tidak gratis, namun harus membayar Rp2.000 per kilogram (kg).

Setiap KK hanya mendapatkan jatah 3,5 kg. Ketua RT setempat, Syaiful mengatakan, pihaknya tidak mampu berbuat banyak dengan kualitas beras raskin tersebut. Sebab pihaknya hanya bertugas menyalurkan raskin tersebut pada warga.Atas kejadian itu, Kepala Bulog Sub Divre IX Jember Alwi Amri mengatakan, sebenarnya pihak Bulog sudah memeriksa sebagian beras raskin yang akan disalurkan kepada masyarakat.

”Mungkin ada sebagian yang tidak kena sortir. Kalau memang ada warga yang menemukan beras kami jelek, silahkan kami siap menggantinya, 1x24 jam kita layani,” kata Alwi Amri.

Dia menambahkan, masyarakat diminta segera memberikan laporan kepada Bulog jika terjadi temuan beras yang rusak tersebut. ”Sehingga raskin yang diterima masyarakat bisa langsung diganti,” katanya.

Meski begitu, Alwi mengatakan, raskin yang didistribusikan kepada masyarakat masih layak dikonsumsi dan tidak akan mengurangi rasa saat dimasak.

”Kami mengakui hal itu karena tidak mungkin saya membongkar satu per satu karung yang ada di gudang. Untuk itu saya minta masyarakat langsung lapor kepada petugas yang ada untuk dilakukan penggantian berapa pun yang rusak,” katanya.

Dia menambahkan, kuota penerima raskin di Jember berkurang 6.671 Rumah Tangga Sasara (RTS) . Dari sebelumnya 237.300 RTS, kini tinggal 230.629 RTS berdasarkan pendataan program perlindungan sosial (PPLS) 2011 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS). Menurutnya, tidak hanya Jember yang mengalami penurunan jumlah penerima raskin, namun penurunan jatah raskin juga terjadi di beberapa kabupaten di Jatim. Antara lain Kabupaten Bondowoso, Situbondo dan beberapa kabupaten di Madura.
(azh)
Berita Terkait
Tabanan Gempar, 2 Orang...
Tabanan Gempar, 2 Orang Terima Raskin Pulangnya Naik Mobil Toyota Terios
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
1 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
3 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
3 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
3 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
3 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
3 jam yang lalu
Infografis
Mampukah John Herdman...
Mampukah John Herdman Bawa Timnas Indonesia ke Panggung Dunia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved