Pria tak beridentitas tewas di rel kereta
Rabu, 05 September 2012 - 10:09 WIB
Pria tak beridentitas tewas di rel kereta
A
A
A
Sindonews.com - Seorang pria paruh baya ditemukan tewas di tepi perlintasan kereta api di wilayah Kemiri, Margosari, Pengasih Kulonprogo, DIY. Tidak ada identitas pada diri korban, diduga korban merupakan penumpang kereta.
Laki-laki malang ini ditemukan warga sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu salah seorang warga melintas dan mendapati korban tergeletak sudah tidak bernyawa.
"Tadi ada warga yang melapor dan setelah dicek memang ada pria tewas di pinggir rel," jelas Sumaji Wiyono, linmas Margosari menjelaskan, Rabu (5/9/2012).
Menurutnya tidak ada identitas dari korban. Diperkirakan pria ini berusia 50 tahun dengan mengenkan celana panjang jeans dan kaos. Di dekatnya ditemukan satu tas plastik berisi enam potong kaos yang masih baru. korban mengalami luka pada kepala dan wajah hingga sulit dikenali.
"Warga sini tidak ada yang mengenali," jelasnya.
Ka SPK Pengasih Aiptu Semiyono belum bisa memastikan penyebab korban tewas. Apakah korban melintas atau jatuh dari kereta. Namun saat ditemukan kondisinya sudah kaku. "Jasad korban sementara kita bawa ke RSUD Wates," tuturnya.
Laki-laki malang ini ditemukan warga sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu salah seorang warga melintas dan mendapati korban tergeletak sudah tidak bernyawa.
"Tadi ada warga yang melapor dan setelah dicek memang ada pria tewas di pinggir rel," jelas Sumaji Wiyono, linmas Margosari menjelaskan, Rabu (5/9/2012).
Menurutnya tidak ada identitas dari korban. Diperkirakan pria ini berusia 50 tahun dengan mengenkan celana panjang jeans dan kaos. Di dekatnya ditemukan satu tas plastik berisi enam potong kaos yang masih baru. korban mengalami luka pada kepala dan wajah hingga sulit dikenali.
"Warga sini tidak ada yang mengenali," jelasnya.
Ka SPK Pengasih Aiptu Semiyono belum bisa memastikan penyebab korban tewas. Apakah korban melintas atau jatuh dari kereta. Namun saat ditemukan kondisinya sudah kaku. "Jasad korban sementara kita bawa ke RSUD Wates," tuturnya.
(azh)