Parpol siapkan sanksi

Rabu, 05 September 2012 - 07:57 WIB
Parpol siapkan sanksi
Parpol siapkan sanksi
A A A
Sindonews.com - Sejumlah elite partai politik (parpol) pendukung Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) mulai gerah dengan manuver para kader yang membelot ke pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok). Pengurus parpol menyiapkan sanksi tegas bagi para kader yang terbukti membelot dari kebijakan partai.

Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto menyatakan, sejauh ini pihaknya mendapat laporan seluruh elemen mulai dari ranting hingga DPP solid mendukung Foke-Nara. Menurut dia, keputusan mendukung Foke-Nara sudah bulat dan tidak ada alasan bagi kader untuk mendukung pasangan cagub lainnya.

"Sudah komitmen partai, bahwa dukungan PAN itu penuh ke Foke-Nara,” kata Bima, Selasa 4 September 2012 kemarin.

Pihaknya menegaskan, sebagai organisasi parpol mempunyai aturan main, termasuk menghadapi kader pembelot.

Jika terbukti membelot, pihaknya tidak segan menjatuhkan sanksi. ”Apabila benar, tentu ada mekanisme partai untuk memberikan sanksi kepada kader yang mendukung calon lain,”tukasnya.

Wakil Ketua DPW PAN DKI Jakarta Sugiyanto menegaskan, keputusan parpol dalam pilkada sudah melalui mekanisme resmi. Karena itu, setiap kader tidak dibenarkan untuk mendukung calon lain di luar keputusan partai. ”Kita akan mendalami informasi ini (pembelotan, red),” tandas Sugiyanto.

Sikap tegas juga akan diambil Partai Golkar jika ada kader yang membangkang. Wakil Ketua DPD I Partai Golkar DKI Jakarta Ashraf Ali menegaskan, pihaknya mendapatkan kebebasan dari DPP untuk menentukan pilihan politik. Ketika DPD I memutuskan Foke-Nara pada putaran kedua, seluruh kader beringin harus patuh. Dia mengungkapkan, keputusan itu diambil dari hasil rapat pimpinan daerah (rapimpda) beberapa waktu lalu.

”Bila ada kader partai, sayap atau organisasi lain mendukung calon lain, maka akan diberhentikan dari pengurus,” ujar Ashraf.

Menurut Ashraf, di dalam Golkar terdapat beberapa mekanisme pemberian sanksi kepada kader tidak loyal. Mulai pendekatan personal, peringatan lisan, peringatan tertulis sampai dicopot dari pengurus partai. Ketua DPW PPP DKI Jakarta Lulung A Lunggana menegaskan, seluruh kader Kabah solid mendukung Foke-Nara.

Dia menyatakan, sejauh ini ada hubungan historis antara PPP dengan Fauzi Bowo. Apabila ada kader berusaha mengingkari kebijakan partai, mereka dikenakan sanksi.
”Saya pikir tidak ada kader yang berani berbuat di luar keputusan partai. Kalau benar maka dikenakan sanksi. Paling berat dipecat dari anggota partai,” tandas Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini.

Seperti diberitakan, potensi pembelotan terjadi di internal PAN, PPP dan Partai Golkar.

Indikasi pembelotan terlihat saat halal bihalal pasangan Jokowi-Ahok di Istora Senayan, Minggu 2 September 2012 lalu. Saat itu, politikus senior PAN AM Fatwa hadir di tengah-tengah undangan. Padahal sejak putaran pertama, PAN sudah memutuskan mendukung Foke-Nara. Pembelotan elite PAN bukan terjadi kali ini saja. Pada putaran pertama lalu, suara PAN terpecah tiga, yakni ke Foke-Nara, Hidayat-Didik dan Faisal-Biem.

Pun demikian dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Internal parpol berlambang Kabah ini juga terjadi perpecahan dukungan. Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz yang merupakan utusan PPP disebut-sebut mendukung Jokowi-Ahok. Bahkan, rumahnya di Jalan Borobudur dijadikan sebagai kantor pemenangan pasangan dengan ikon baju kotak-kotak ini.

Hanya dalam beberapa kesempatan, Djan sudah membantah dirinya sebagai pendukung Jokowi-Ahok. Hal yang sama juga terjadi di internal partai Golkar. Meskipun pengurus DPD I Partai Golkar DKI Jakarta secara resmi mendukung Foke-Nara, namun sejumlah elite DPP justru merapat ke Jokowi-Ahok. Di bagian lain, Fauzi Bowo menegaskan dirinya ingin menang pada putaran kedua dengan cara bermartabat. Karena itulah, pihaknya membantah telah melakukan praktik kotor selama pilkada.

”Saya kira setiap pasangan calon ingin menang dengan bermartabat. Paling nggak sayalah. Saya ingin menang bermartabat. Buat apa kita menggunakan cara-cara yang tidak terhormat dan bermartabat,” ujar Fauzi seusai menghadiri acara halal bihalal dengan pensiunan PNS Pemprov DKI Jakarta di TMII Jakarta Timur, Selasa 4 September 2012 kemarin.

Sementara itu, suasana di posko pemenangan pasangan Jokowi-Ahok terlihat sepi.

Beberapa ruangan seperti ruang rapat tertutup rapat, hanya sejumlah petugas keamanan yang mondar-mandir mengecek keamanan sekitar. Di ruangan ini, anggota tim kampanye Deni Iskandar terlihat asyik memandangi layar komputer. Sementara di ruang sekretariat terlihat beberapa pemuda serius berdiskusi.

Deni Iskandar,menyatakan aktivitas di kantor pemenangan tersebut baru terasa mulai pukul 15.00 WIB. Pada jam-jam itu, relawan baju kotak-kotak dari berbagai daerah berdatangan.
(mhd)
Berita Terkait
Noer Fajrieansyah Didorong...
Noer Fajrieansyah Didorong Maju Pilgub DKI Jakarta 2024
Respons PAN soal Kaesang...
Respons PAN soal Kaesang Bakal Maju Pilgub DKI: Semua Punya Hak
Ditanya Mau Jadi Gubernur,...
Ditanya Mau Jadi Gubernur, Wagub Ariza: Kita Lagi Mikirin Omicron
Pemuda Pancasila Deklarasi...
Pemuda Pancasila Deklarasi Dukung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta
Demokrat Pamer Jagoan...
Demokrat Pamer Jagoan Pilgub DKI, Golkar: Pilkadanya Tahun 2024, Masih Jauh
DPD Hanura Sodorkan...
DPD Hanura Sodorkan Nama Djafar Badjeber Cawagub Jakarta, Ketua DPW Perindo: Kita Sambut Baik
Berita Terkini
MUI Jatim Haramkan Penyalahgunaan...
MUI Jatim Haramkan Penyalahgunaan Vape, Berikut Penjelasannya
12 menit yang lalu
Roy Suryo Dilaporkan...
Roy Suryo Dilaporkan ke Polres Jaksel Terkait Pencemaran Nama Baik
21 menit yang lalu
Ledakan di Gudang Amunisi...
Ledakan di Gudang Amunisi TNI Madiun, Korban Dilarikan ke RSUD Caruban
1 jam yang lalu
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Bedah Rumah Buruh Cuci Gosok di Bogor
1 jam yang lalu
Dukung Kapolda Cup 2026,...
Dukung Kapolda Cup 2026, HGI Dorong Pertumbuhan Olahraga Asah Otak
2 jam yang lalu
Transfer Pengetahuan,...
Transfer Pengetahuan, AA Kadu Bagikan Tips Memilih Bibit Durian Berkualitas
2 jam yang lalu
Infografis
Antisipasi Perang Besar,...
Antisipasi Perang Besar, Uni Eropa Siapkan Rp13.730 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved