Megawati minta timses bekerja lebih keras
Senin, 03 September 2012 - 08:44 WIB
Megawati minta timses bekerja lebih keras
A
A
A
Sindonews.com - Dikeroyok koalisi partai politik (parpol) pada putaran kedua nanti, PDI Perjuangan dan Partai Gerindra meningkatkan konsolidasi. Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri bahkan menginstruksikan kepada tim sukses dan relawan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok) bekerja lebih keras.
Terlebih, konstelasi politik di Ibu Kota belakangan ini semakin memanas dan dinamis. Secara umum Megawati mengapresiasi kerja keras relawan dan tim sukses Jokowi-Ahok pada putaran pertama lalu.
Namun, dia meminta kinerja mereka ditingkatkan lagi karena segala kemungkinan bisa terjadi. Mengantisipasi terjadi kejanggalan dan berujung kepada kegagalan calon gubernur nomor 3 itu, Megawati menginstruksikan seluruh elemen meningkatkan cara kerja dan mewaspadai bentuk kecurangan yang dapat mengganjal pasangan Jokowi-Ahok di hari pemungutan suara nanti.
"Kendati telah mendapatkan dukungan besar dari masyarakat Jakarta, relawan dan kader partai harus terus waspada. Kita tidak boleh lengah. Terutama nanti di hari pemilihan,” kata Megawati di tengah-tengah relawan kotak-kotak di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu 2 September 2012.
Ribuan relawan kotak-kotak pendukung Jokowi-Ahok ini memadati gedung olahraga tersebut untuk halal bihalal. Para relawan itu berasal dari komunitas masyarakat dan kelompok masyarakat lain yang berbeda.
Pertemuan itu juga dihadiri oleh pasangan cagub Jokowi-Ahok, sejumlah tokoh masyarakat, dan artis Ibu Kota. Selain Megawati, hadir pula Ketua DPP Puan Maharani, Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo, Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait, Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon, anggota DPD RI asal DKI Jakarta AM Fatwa, dan Wakil Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo.
Jokowi juga meminta semua mesin relawan dan mesin partai bergerak lebih cepat lagi, karena perjuangan semakin berat. Bagaikan gajah lawan semut. Jokowi mengaku sebagai semut yang kerap dipepet oleh banyak pihak. Gempuran itu berasal dari atas, bawah, kiri, dan kanan.
"Saat ini rasio eletabilitas perolehan suara 47 persen banding 17 persen. Kita tertinggal jauh. Butuh perjuangan keras untuk membuat sebuah kejutan di tanggal 20 September 2012 di Jakarta, ” ucapnya.
Sekretaris tim sukses Jokowi-Ahok, M Sanusi, mengungkapkan, saat ini elemen partai dan relawan bekerja sama untuk memenangkan kandidat mereka. Upaya itu dilakukan dengan cara kerja bersama dan gotong-royong. Namun, dia tidak dapat membantah hadirnya ribuan relawan dan seakan menutupi kinerja kader parpol.
"Relawan ini lebih mudah masuk untuk mengonsolidasikan kandidat. Sedangkan kader partai bekerja di sisi lain, tapi tidak menghadirkan para calon. Melainkan cara meyakinkan masyarakat dengan menjelaskan siapa Jokowi-Ahok,” kata Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta ini.
Di bagian lain, tim sukses Jokowi-Ahok me-launching game online Selamatkan Jakarta di Rumah Indovasi, Jalan Senopati, Jakarta Selatan, kemarin.
Dalam acara peluncuran ini juga diadakan lomba bermain game Selamatkan Jakarta. Untuk 10 orang yang bisa mengumpulkan nilai tertinggi mendapatkan hadiah. Ketua Yayasan Indovasi Amir Sambodo mengatakan, peluncuran game online tersebut merupakan terobosan baru dalam dunia politik. Menurut dia, pendidikan politik bisa dilakukan secara ringan dan tidak harus serius.
Dia berpendapat, kampanye dalam bentuk pengerahan massa, penempelan stiker, dan pemasangan spanduk sudah usang. "Perlu inovasi baru dalam kampanye agar masyarakat tidak bosan,” ujarnya.
Terlebih, konstelasi politik di Ibu Kota belakangan ini semakin memanas dan dinamis. Secara umum Megawati mengapresiasi kerja keras relawan dan tim sukses Jokowi-Ahok pada putaran pertama lalu.
Namun, dia meminta kinerja mereka ditingkatkan lagi karena segala kemungkinan bisa terjadi. Mengantisipasi terjadi kejanggalan dan berujung kepada kegagalan calon gubernur nomor 3 itu, Megawati menginstruksikan seluruh elemen meningkatkan cara kerja dan mewaspadai bentuk kecurangan yang dapat mengganjal pasangan Jokowi-Ahok di hari pemungutan suara nanti.
"Kendati telah mendapatkan dukungan besar dari masyarakat Jakarta, relawan dan kader partai harus terus waspada. Kita tidak boleh lengah. Terutama nanti di hari pemilihan,” kata Megawati di tengah-tengah relawan kotak-kotak di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu 2 September 2012.
Ribuan relawan kotak-kotak pendukung Jokowi-Ahok ini memadati gedung olahraga tersebut untuk halal bihalal. Para relawan itu berasal dari komunitas masyarakat dan kelompok masyarakat lain yang berbeda.
Pertemuan itu juga dihadiri oleh pasangan cagub Jokowi-Ahok, sejumlah tokoh masyarakat, dan artis Ibu Kota. Selain Megawati, hadir pula Ketua DPP Puan Maharani, Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo, Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait, Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon, anggota DPD RI asal DKI Jakarta AM Fatwa, dan Wakil Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo.
Jokowi juga meminta semua mesin relawan dan mesin partai bergerak lebih cepat lagi, karena perjuangan semakin berat. Bagaikan gajah lawan semut. Jokowi mengaku sebagai semut yang kerap dipepet oleh banyak pihak. Gempuran itu berasal dari atas, bawah, kiri, dan kanan.
"Saat ini rasio eletabilitas perolehan suara 47 persen banding 17 persen. Kita tertinggal jauh. Butuh perjuangan keras untuk membuat sebuah kejutan di tanggal 20 September 2012 di Jakarta, ” ucapnya.
Sekretaris tim sukses Jokowi-Ahok, M Sanusi, mengungkapkan, saat ini elemen partai dan relawan bekerja sama untuk memenangkan kandidat mereka. Upaya itu dilakukan dengan cara kerja bersama dan gotong-royong. Namun, dia tidak dapat membantah hadirnya ribuan relawan dan seakan menutupi kinerja kader parpol.
"Relawan ini lebih mudah masuk untuk mengonsolidasikan kandidat. Sedangkan kader partai bekerja di sisi lain, tapi tidak menghadirkan para calon. Melainkan cara meyakinkan masyarakat dengan menjelaskan siapa Jokowi-Ahok,” kata Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta ini.
Di bagian lain, tim sukses Jokowi-Ahok me-launching game online Selamatkan Jakarta di Rumah Indovasi, Jalan Senopati, Jakarta Selatan, kemarin.
Dalam acara peluncuran ini juga diadakan lomba bermain game Selamatkan Jakarta. Untuk 10 orang yang bisa mengumpulkan nilai tertinggi mendapatkan hadiah. Ketua Yayasan Indovasi Amir Sambodo mengatakan, peluncuran game online tersebut merupakan terobosan baru dalam dunia politik. Menurut dia, pendidikan politik bisa dilakukan secara ringan dan tidak harus serius.
Dia berpendapat, kampanye dalam bentuk pengerahan massa, penempelan stiker, dan pemasangan spanduk sudah usang. "Perlu inovasi baru dalam kampanye agar masyarakat tidak bosan,” ujarnya.
(lil)