Heboh, sumur warga semburkan api
Minggu, 02 September 2012 - 21:27 WIB
Heboh, sumur warga semburkan api
A
A
A
Sindonews.com - Warga Kelurahan Muarakuang, Kecamatan Muarakuang, Kabupaten Ogan Ilir (OI), mendadak heboh. Pasalnya saat membuat sumur bor di samping rumah Sugiono, warga RT 3 Kelurahan Muarakuang, tepatnya dekat SMPN 1 Kecamatan Muarakuang OI dikejutkan dengan adanya semburan gas hingga mengeluarkan api.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kini, di sekitar lokasi sumur gas dipasang police line oleh pihak berwajib.
Informasi yang dihimpun di lapangan, berawal dari musim kemarau panjang yang terjadi saat ini sehingga sebagian masyarakat Kecamatan Muarakuang dan sekitarnya kesulitan dalam mencari air bersih.
Atas inisiatif Sugiono akhirnya memutuskan mengajak tetangga untuk mengebor sumur miliknya yang berada disamping rumah dimulai sejak Jumat lalu.
Pengeboran sumur pun terus dilakukan secara perlahan. Hingga di kedalaman 24 meter ketika mata air mulai keluar akhirnya pengeboran dihentikan.
Namun keesokan harinya tiba-tiba sumur yang berada disamping rumahnya itu mendadak mengeluarkan api besar yang disertakan percikan gas. Merasa panik rumahnya terkena sambaran api, akhirnya Sugiono beserta warga lainnya berjibaku menyiramkan air ke sumber api dan menutup sumur tersebut.
Kendatipun sumur itu sudah ditutup, namun suara gemuruh tetap saja terdengar jelas.
"Kami khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, makanya sumur ini kami tutup. Kami tidak menyangka kalau sumur ini ternyata mengeluarkan gas dan api. Untuk saja api tidak keluar ketika warga sedang melakukan pengeboran," kata Koya, tetangga Sugiono menjelaskan, Minggu (2/9/2012).
Dia melanjutkan oleh warga peristiwa ini langsung dilaporkan ke polsek setempat dan dinas pertambangan. Kepolisian akhirnya memasang police line disekitar rumah Sugiono guna keamanan warga setempat.
Salah satu saksi mata, Kholid mengatakan untuk memastikan apakah sumur tersebut mengandung gas atau tidak, salah satu warga mencoba menyulutkan api ke permukaan sumur bor tersebut.
"Ya, ternyata setelah dites, api terus dan kembali menyala. Dari informasi mulut ke mulut, pada waktu zaman Belanda dulu memang ada galian sumur yang mengandung gas dan minyak. Bisa jadi ini sumur bekas peninggalan,"ujarnya.
Sementara itu, Kadis Pertambangan OI, M Taher mengatakan untuk memastikan hal tersebut, pihaknya masih akan melakukan pengecekan ke lapangan.
"Pastinya kami akan turunkan tim untuk mengecek keberadaan sumur milik warga itu apakah terdapat kandungan gas, minyak atau lainnya,"jelasnya.
Terpisah, Kapolsek Muarakuang, AKP Ujang Kopli membenarkan adanya sumur bor milik warga yang diduga mengandung gas dan mengeluarkan api.
"Demi keamanan semua warga akhirnya sumur itu dipasangi garis polisi. Ya, tujuannya agar tidak membahayakan warga," tuturnya.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kini, di sekitar lokasi sumur gas dipasang police line oleh pihak berwajib.
Informasi yang dihimpun di lapangan, berawal dari musim kemarau panjang yang terjadi saat ini sehingga sebagian masyarakat Kecamatan Muarakuang dan sekitarnya kesulitan dalam mencari air bersih.
Atas inisiatif Sugiono akhirnya memutuskan mengajak tetangga untuk mengebor sumur miliknya yang berada disamping rumah dimulai sejak Jumat lalu.
Pengeboran sumur pun terus dilakukan secara perlahan. Hingga di kedalaman 24 meter ketika mata air mulai keluar akhirnya pengeboran dihentikan.
Namun keesokan harinya tiba-tiba sumur yang berada disamping rumahnya itu mendadak mengeluarkan api besar yang disertakan percikan gas. Merasa panik rumahnya terkena sambaran api, akhirnya Sugiono beserta warga lainnya berjibaku menyiramkan air ke sumber api dan menutup sumur tersebut.
Kendatipun sumur itu sudah ditutup, namun suara gemuruh tetap saja terdengar jelas.
"Kami khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, makanya sumur ini kami tutup. Kami tidak menyangka kalau sumur ini ternyata mengeluarkan gas dan api. Untuk saja api tidak keluar ketika warga sedang melakukan pengeboran," kata Koya, tetangga Sugiono menjelaskan, Minggu (2/9/2012).
Dia melanjutkan oleh warga peristiwa ini langsung dilaporkan ke polsek setempat dan dinas pertambangan. Kepolisian akhirnya memasang police line disekitar rumah Sugiono guna keamanan warga setempat.
Salah satu saksi mata, Kholid mengatakan untuk memastikan apakah sumur tersebut mengandung gas atau tidak, salah satu warga mencoba menyulutkan api ke permukaan sumur bor tersebut.
"Ya, ternyata setelah dites, api terus dan kembali menyala. Dari informasi mulut ke mulut, pada waktu zaman Belanda dulu memang ada galian sumur yang mengandung gas dan minyak. Bisa jadi ini sumur bekas peninggalan,"ujarnya.
Sementara itu, Kadis Pertambangan OI, M Taher mengatakan untuk memastikan hal tersebut, pihaknya masih akan melakukan pengecekan ke lapangan.
"Pastinya kami akan turunkan tim untuk mengecek keberadaan sumur milik warga itu apakah terdapat kandungan gas, minyak atau lainnya,"jelasnya.
Terpisah, Kapolsek Muarakuang, AKP Ujang Kopli membenarkan adanya sumur bor milik warga yang diduga mengandung gas dan mengeluarkan api.
"Demi keamanan semua warga akhirnya sumur itu dipasangi garis polisi. Ya, tujuannya agar tidak membahayakan warga," tuturnya.
(azh)