Dukung Aher, Wiranto pakai logika militer
Minggu, 02 September 2012 - 01:26 WIB
Dukung Aher, Wiranto pakai logika militer
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Jenderal TNI (Purn) Wiranto memiliki perhitungan tersendiri dalam mendukung penuh Ahmad Heryawan (Aher) untuk kembali maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2013. Wiranto mengambil logika militer dalam memutuskan dukungannya kepada politisi PKS itu.
Panglima TNI pada awal reformasi ini mengibaratkan Ahmad Heryawan sebagai komandan yang memiliki momentum positif dalam “peperangan” di Jawa Barat. Lanjutnya, pembangunan di Jabar sudah cukup berhasil dan kemajuannya sudah tampak. Bahkan pada 2012 ini Provinsi Jabar bisa meraih hingga 69 penghargaan nasional dan internasional.
“Dalam ilmu militer untuk menangkan pertempuran, tergantung momentum yang berlangsung baik dan sukses. Jangan hentikan momentum itu dengan mengganti komandannya. Sebab jika pertempuran berjalan, lalu diganti komandannya maka momentum itu tidak jalan,” kata Wiranto, dalam sambutan Rakerda 1 DPD Partai Hanura Provinsi Jabar di Hotel Horison Bandung, Sabtu 1 September 2012.
Dia menilai, momentum di Jabar di bawah kepemimpinan Ahmad Heryawan sudah berjalan. “Jadi jangan dihentikan komandannya. Maka Partai Hanura memilih lanjutkan,” katanya, yang disambut riuh para kader Hanura yang memadati tempat Rakerda tersebut.
Teori lain yang dikemukakan Wiranto, Jabar diibaratkan perusahaan yang hebat dan sedang jaya-jayanya. “Misalnya perusahaan Jabar yang sedang hebat dan jaya untuk apa diganti direkturnya? Lanjutkan,” katanya penuh semangat.
Dengan begitu, sambung dia, Partai Hanura tidak memerikan dukungan kepada Ahmad Heryawan secara asal-asalan. Partai Hanura mendukungnya atas dasar berbagai pertimbangan, termasuk masukan dari DPD Hanura Jabar. Maka dia meminta para kader dan pengurus Hanura harus kerja keras dan kerja cerdas untuk mensuskseskan calon gubernur Ahmad Heryawan.
“Saya sebut Gubernur Ahmad Heryawan sebagai calon gubernur, dan gubernul lagi Insya Allah pada Februari 2013 mendatang,” katanya. Seperti diketahui, Februari 2013 merupakan hari pencoblosan untuk Pilgub Jabar.
Panglima TNI pada awal reformasi ini mengibaratkan Ahmad Heryawan sebagai komandan yang memiliki momentum positif dalam “peperangan” di Jawa Barat. Lanjutnya, pembangunan di Jabar sudah cukup berhasil dan kemajuannya sudah tampak. Bahkan pada 2012 ini Provinsi Jabar bisa meraih hingga 69 penghargaan nasional dan internasional.
“Dalam ilmu militer untuk menangkan pertempuran, tergantung momentum yang berlangsung baik dan sukses. Jangan hentikan momentum itu dengan mengganti komandannya. Sebab jika pertempuran berjalan, lalu diganti komandannya maka momentum itu tidak jalan,” kata Wiranto, dalam sambutan Rakerda 1 DPD Partai Hanura Provinsi Jabar di Hotel Horison Bandung, Sabtu 1 September 2012.
Dia menilai, momentum di Jabar di bawah kepemimpinan Ahmad Heryawan sudah berjalan. “Jadi jangan dihentikan komandannya. Maka Partai Hanura memilih lanjutkan,” katanya, yang disambut riuh para kader Hanura yang memadati tempat Rakerda tersebut.
Teori lain yang dikemukakan Wiranto, Jabar diibaratkan perusahaan yang hebat dan sedang jaya-jayanya. “Misalnya perusahaan Jabar yang sedang hebat dan jaya untuk apa diganti direkturnya? Lanjutkan,” katanya penuh semangat.
Dengan begitu, sambung dia, Partai Hanura tidak memerikan dukungan kepada Ahmad Heryawan secara asal-asalan. Partai Hanura mendukungnya atas dasar berbagai pertimbangan, termasuk masukan dari DPD Hanura Jabar. Maka dia meminta para kader dan pengurus Hanura harus kerja keras dan kerja cerdas untuk mensuskseskan calon gubernur Ahmad Heryawan.
“Saya sebut Gubernur Ahmad Heryawan sebagai calon gubernur, dan gubernul lagi Insya Allah pada Februari 2013 mendatang,” katanya. Seperti diketahui, Februari 2013 merupakan hari pencoblosan untuk Pilgub Jabar.
(ysw)