BNK akan klarifikasi apotek penjual psikotropika

Jum'at, 31 Agustus 2012 - 22:05 WIB
BNK akan klarifikasi...
BNK akan klarifikasi apotek penjual psikotropika
A A A
Sindonews.com - Badan Narkotika Kota (BNK) Yogyakarta, akan memanggil Dinas Kesehatan (Dinkes) dan instansi terkait, seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan seluruh apotek yang ada di Kota Yogyakarta, guna klarifikasi atas kasus apotek yang memperjualbelikan psikotropika secara bebas.

Ketua BNK Yogyakarta Imam Priyono mengatakan, selain untuk klarifikasi dan mengetahui perkembangan atas kasus tersebut, pemanggilan ini, sekaligus menekankan kepada apotek, agar dalam menjalankan usahanya bersaingan dengan sehat dan tidak menyalahgunakan ketentuan yang berlaku.

"Selain itu, langkah ini juga untuk menentukan langkah dalam menyikapi kasus ini," kata Imam Priyono yang juga wakil wali Kota Yogyakarta, di Yogyakarta, Jumat (31/8/201).

BNK Yogyakarta sendiri belum dapat menentukan sikap terhadap kasus apotek Kusumanata di Jalan Kusumanegara, yang diketahui memperjualbelikan obat-obat psikotropika secara bebas. Menurut Imam, selain masih akan melakukan kajian, juga terlebih dahulu akan melakukan observasi.

"Kami baru akan menentukan langkah, setelah melakukan kajian dan mengetahui hasil observasi atas hasil temuan dalam penertiban apotek, Rabu 29 Agustus 2012 malam lalu," katanya.

BNK belum dapat memastikan, jika pembelian psikotropika melalui apotek merupakan modus baru. Selain harus memiliki izin, obat-obatan itu juga tidak dapat dijual bebas, sebab bagi yang akan membeli harus menggunakan resep dokter. Sehingga tidak dapat dijualbelikan secara bebas.

"Apotek di Yogyakarta harus memiliki izin usaha. Di mana izin usaha baru dapat dikeluarkan jika apotek yang bersangkutan memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan," paparnya.

Karena itu, meski dari hasil razia ditemukan obat-obatan psikotropika seperti calmlet dan riklona dan dari hasil uji urine masyarakat yang sedang bertransaksi di apotek tersebut, positif psikotrpika. Namun, hal itu belum bisa dijadikan kesimpulan.

"Sebab bisa saja, mereka memang harus mengonsumsi obat-obatan tersebut, karena menderita penyakit tertentu dan harus dengan obat jenis itu," terangnya.

Dalam operasi gabungan yang dilakukan di Apotek Kusumanata, selain mengamankan barang bukti, juga melakukan tes urine kepada warga yang sedang bertransaksi di apotek itu. Hasilnya dari 29 warga yang dites urine, 22 di antaranya positif mengonsumsi psikotropika dan sisanya negatif.

Kepala Dinkes Yogyakarta Tuty Setyowati mengatakan, sebagai tindak lanjut atas temuan itu, bagi 22 warga yang positif mengomsumsi obat-obatan psikotropika, akan dirujuk ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Umbulharjo I, dan Gedongtengen guna pengobatan dan pendampingan.

Puskesmas Umbulharjo I dan Gedongtengen sendiri merupakan puskesmas yang memiliki layanan bagi pengguna narkotika.
(mhd)
Berita Terkait
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Terlibat Penyelundupan...
Terlibat Penyelundupan Narkoba, PM Kepulauan Virgin Ditangkap
Kolombia Sita Kapal...
Kolombia Sita Kapal Selam Narkoba, Angkut 3 Ton Kokain
6 Artis Indonesia Ditangkap...
6 Artis Indonesia Ditangkap Terkait Kasus Narkoba Sepanjang 2024
Beberapa Negara Berikan...
Beberapa Negara Berikan Hukuman Mati Bagi Kasus Narkoba
Penggerebekan Kampung...
Penggerebekan Kampung Narkoba di Matraman
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
1 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
1 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
2 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
2 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
4 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
5 jam yang lalu
Infografis
27 Negara Peringatkan...
27 Negara Peringatkan Warganya, Perang Dunia III Akan Terjadi?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved