Marak tawuran, wali kota prihatin
Jum'at, 31 Agustus 2012 - 13:02 WIB
Marak tawuran, wali kota prihatin
A
A
A
Sindonews.com - Maraknya aksi tawuran di wilayah Jakarta Timur membuat Murdhani selaku wali kota prihatin. Dirinya meminta kepada seluruh jajaran kepala sekolah mulai tingkat SMP hingga SMA memberi pembekalan kepada para peserta didik dan berharap juga kepada warga untuk turut aktif menanggulangi masalah tersebut.
“Kami imbau kepada para kepala sekolah untuk selalu mengawasi dan membina agar peserta didiknya tidak melakukan tawuran, terutama di luar jam sekolah. Yang tak kalah penting, orangtua dan komite sekolah diharapkan juga berperan serta mengawasi putra putrinya,” ujar Murdhani, Jumat (31/8/2012).
Lebih lanjut Murdhani mengatakan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Sapol PP dan kepolisian untuk mengamankan aksi tawuran yang akhir-akhir ini kerap terjadi.
“Saya juga menginstrukikan kepada Satpol PP dapat berkoordinasi dengan kepolisian guna meningkatkan patroli. Jika ada yang melanggar aturan ya mesti ditertibkan. Siapapun, dari pihak manapun jika ada yang melanggar mesti diberikan sanksi,” tegasnya.
Sekalipun hanya beberapa sekolah saja yang terlibat tawuran, namun aksi tersebut bukanlah peristiwa yang sederhana. Untuk itu diperlukan penanganan yang serius.
Dirinya juga meminta peran serta dari masyarakat sekitar. Jika melihat sekelompok siswa yang terlibat tawuran agar segera membubarkannya.
“Ini perlu peran dari semua elemen masyarakat. Bukan hanya persoalan edukatif saja, masyarakat di sekitar tawuran bisa mencegah. Sekolah juga bukan berarti lepas tangan, karena aksi tawuran biasanya terjadi di luar jam sekolah,” lanjutnya.
“Kami imbau kepada para kepala sekolah untuk selalu mengawasi dan membina agar peserta didiknya tidak melakukan tawuran, terutama di luar jam sekolah. Yang tak kalah penting, orangtua dan komite sekolah diharapkan juga berperan serta mengawasi putra putrinya,” ujar Murdhani, Jumat (31/8/2012).
Lebih lanjut Murdhani mengatakan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Sapol PP dan kepolisian untuk mengamankan aksi tawuran yang akhir-akhir ini kerap terjadi.
“Saya juga menginstrukikan kepada Satpol PP dapat berkoordinasi dengan kepolisian guna meningkatkan patroli. Jika ada yang melanggar aturan ya mesti ditertibkan. Siapapun, dari pihak manapun jika ada yang melanggar mesti diberikan sanksi,” tegasnya.
Sekalipun hanya beberapa sekolah saja yang terlibat tawuran, namun aksi tersebut bukanlah peristiwa yang sederhana. Untuk itu diperlukan penanganan yang serius.
Dirinya juga meminta peran serta dari masyarakat sekitar. Jika melihat sekelompok siswa yang terlibat tawuran agar segera membubarkannya.
“Ini perlu peran dari semua elemen masyarakat. Bukan hanya persoalan edukatif saja, masyarakat di sekitar tawuran bisa mencegah. Sekolah juga bukan berarti lepas tangan, karena aksi tawuran biasanya terjadi di luar jam sekolah,” lanjutnya.
(hyk)