BNPB alokasikan Rp5,8 M untuk relokasi warga

Kamis, 30 Agustus 2012 - 12:45 WIB
BNPB alokasikan Rp5,8...
BNPB alokasikan Rp5,8 M untuk relokasi warga
A A A
Sindonews.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengalokasikan anggaran sebesar Rp5,8 miliar untuk membantu proses relokasi 235 Kepala Keluarga (KK) Kampung Boy, Batu Gajah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, yang menjadi korban banjir dan longsor beberapa waktu lalu.

"BNPB telah menyalurkan anggaran sebesar Rp5,8 miliar ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku untuk membantu proses relokasi warga Batu Gajah," kata Asisten II Bidang Pembangunan dan Perencanaan Pemkot Ambon, Piet Saimima, kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Kamis (30/8/2012).

Menurutnya, berdasarkan penelitian dan rekomendasi tim Geotekonologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bandung, kawasan Batu Gajah Atas tersebut tidak layak dihuni sehingga harus segera direlokasi ke lokasi baru.

"Rekomendasi LIPI menjadi prioritas utama Pemkot untuk segera merelokasi warga. Dalam waktu dekat tim relokasi akan dilakukan pemetaan lokasi," katanya.

Saimima mengatakan, tim koordinasi Pemkot Ambon dan LIPI sementara melakukan pemetaan lokasi baru guna proses relokasi.

"Setelah pemetaan kami akan menyurati Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu untuk mengalihkan dana ke rekening Pemkot," ujarnya.

Anggaran pembangunan, sebesar Rp59 juta per unit rumah, menggunakan dana sharing BNPB, Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), Kementerian Sosial (Kemensos) dan bantuan APBD Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemkot Ambon.

"BNPB membantu Rp25 juta per unit rumah, sedangkan sisanya Rp34 juta akan menggunakan dana sharing," katanya.

Dia mengatakan, tahap awal pihaknya akan menyediakan lahan seluas 11 hektare di enam lokasi. Yakni di Desa Tawiri, Hative Besar Kecamatan Teluk Ambon, Desa Passo dan Halong Kecamatan Baguala dan Desa Nusaniwe dan Amahusu Kecamatan Nusaniwe.

"Penetapan lokasi berdasarkan persetujuan enam raja atau kepala desa di Ambon sebagai tanggung jawab bersama warga kota," katanya.

Saimima mengakui, proses relokasi merupakan tugas bersama untuk melindung warga guna mengantisipasi timbulnya korban jiwa akibat bencana alam.

"Dalam waktu dekat kita segera melakukan proses relokasi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Proses relokasi kita tidak bekerja sendiri tetapi kita berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi Maluku dan pemerintah pusat," ujarnya.
(azh)
Berita Terkait
794 Kejadian Bencana...
794 Kejadian Bencana Melanda Indonesia Sejak Januari-Mei 2024
BPBD Sebut Ada 15 Kejadian...
BPBD Sebut Ada 15 Kejadian Bencana Alam di KBB selama Bulan Mei
Bencana Banjir Bandang...
Bencana Banjir Bandang di Sukabumi, Begini Analisa Kejadiannya
Hal yang Dilakukan Ketika...
Hal yang Dilakukan Ketika Terjadi Bencana Banjir Bandang
Penampakan Banjir Bandang...
Penampakan Banjir Bandang dan Longsor Terjang 2 Kecamatan di Brebes
1 Korban Ditemukan Tertimbun...
1 Korban Ditemukan Tertimbun Longsor di Jeneponto, 3 Orang Masih Hilang
Berita Terkini
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
53 menit yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
2 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
2 jam yang lalu
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
5 jam yang lalu
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
9 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
9 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved