Penertiban pedagang Pasar Bintoro ricuh
Kamis, 30 Agustus 2012 - 11:35 WIB
Penertiban pedagang Pasar Bintoro ricuh
A
A
A
Sindonews.com - Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Demak, Jawa Tengah berlangsung ricuh. Para pedagang menolak lapaknya dibongkar petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Pedagang mengambil paksa barang dagangannya saat hendak diangkut ke mobil petugas.
Seorang pedagang buah-buahan bernama Jono melawan saat petugas Satpol PP Kota Demak membongkar lapaknya. Jono berteriak agar petugas menghentikan pembongkaran. Menurutnya pembongkaran ini tidak dilakukan terhadap semua lapak pedagang di sekitar Pasar Bintoro.
"Saya menolak pindah sebelum petugas juga membongkar seluruh lapak di sekitar Pasar Bintoro. Jangan Lapak di sini saja yang di bongkar," ujar Jono menjelaskan saat menyampaikan aksi protesnya kepada Satpol PP, Kamis (30/8/2012).
Sejumlah barang dagangan yang diangkut ke mobil Satpol PP pun diambil paksa oleh pedagang untuk segera dibawa pulang. Sementara sebagian pedagang yang tak berani merebut barang dagangannya kembali hanya bisa menangis.
Kasatpol PP Kabupaten Demak, Puguh Ariyanto mengatakan pedagang yang menolak pindah akan tetap digusur. Sebab, peringatan untuk membongkar lapak sudah diberikan sejak bulan Ramadan lalu. Akibat pembongkaran tersebut, arus lalulintas di sekitar Pasar Bintoro tersendat.
"Para pedagang kan sudah diberi tempat yang layak di dalam pasar. Ada ratusan lapak liar di Pasar Bintoro ini," kata Puguh.
Seorang pedagang buah-buahan bernama Jono melawan saat petugas Satpol PP Kota Demak membongkar lapaknya. Jono berteriak agar petugas menghentikan pembongkaran. Menurutnya pembongkaran ini tidak dilakukan terhadap semua lapak pedagang di sekitar Pasar Bintoro.
"Saya menolak pindah sebelum petugas juga membongkar seluruh lapak di sekitar Pasar Bintoro. Jangan Lapak di sini saja yang di bongkar," ujar Jono menjelaskan saat menyampaikan aksi protesnya kepada Satpol PP, Kamis (30/8/2012).
Sejumlah barang dagangan yang diangkut ke mobil Satpol PP pun diambil paksa oleh pedagang untuk segera dibawa pulang. Sementara sebagian pedagang yang tak berani merebut barang dagangannya kembali hanya bisa menangis.
Kasatpol PP Kabupaten Demak, Puguh Ariyanto mengatakan pedagang yang menolak pindah akan tetap digusur. Sebab, peringatan untuk membongkar lapak sudah diberikan sejak bulan Ramadan lalu. Akibat pembongkaran tersebut, arus lalulintas di sekitar Pasar Bintoro tersendat.
"Para pedagang kan sudah diberi tempat yang layak di dalam pasar. Ada ratusan lapak liar di Pasar Bintoro ini," kata Puguh.
(azh)