Korban dikeroyok karena sering memalak
Rabu, 29 Agustus 2012 - 08:45 WIB
Korban dikeroyok karena sering memalak
A
A
A
Sindonews.com - Polisi menduga aksi pengeroyokan yang terjadi di Terminal Kebon Kelapa, bandung dilatarbelakangi dendam akibat aksi pemalakan. Kapolsekta Regol Kompol Anwar Haidar mengatakan, diketahui korban sering memalak para sopir angkot dengan modus menjual minuman.
"Dari hasil pemeriksaan saksi, katanya korban sering ‘jual dedet’ (paksa) ke sopir angkot," katanya kepada wartawan di Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/8/2012).
Dia mengungkapkan, saat ini pihaknya masih memeriksa para saksi untuk mengetahui kepastian motif dari pengeroyokan itu. Hingga kini, pihak kepolisian juga belum bisa memastikan siapa saja yang menjadi pelaku dalam aksi yang menyebabkan Endang Ashari terluka, dan Jajang Supriatna tewas dengan luka tusukan tersebut.
"Semuanya masih belum jelas. Soalnya di sini (Terminal Kebon Kelapa) tidak ada yang mau bicara,” Ujarnya.
Selain memburu para pelaku yang berjumlah sekitar lima orang ini, polisi juga tengah menyisir beberapa lokasi untuk mencari barang bukti senjata tajam yang digunakan pelaku.
Dari pantauan, disekitar terminal hingga pukul 23.30 WIB beberapa warga masih berkumpul. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, polisi bersiaga di pos pol yang tidak jauh dari lokasi kejadian.
"Dari hasil pemeriksaan saksi, katanya korban sering ‘jual dedet’ (paksa) ke sopir angkot," katanya kepada wartawan di Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/8/2012).
Dia mengungkapkan, saat ini pihaknya masih memeriksa para saksi untuk mengetahui kepastian motif dari pengeroyokan itu. Hingga kini, pihak kepolisian juga belum bisa memastikan siapa saja yang menjadi pelaku dalam aksi yang menyebabkan Endang Ashari terluka, dan Jajang Supriatna tewas dengan luka tusukan tersebut.
"Semuanya masih belum jelas. Soalnya di sini (Terminal Kebon Kelapa) tidak ada yang mau bicara,” Ujarnya.
Selain memburu para pelaku yang berjumlah sekitar lima orang ini, polisi juga tengah menyisir beberapa lokasi untuk mencari barang bukti senjata tajam yang digunakan pelaku.
Dari pantauan, disekitar terminal hingga pukul 23.30 WIB beberapa warga masih berkumpul. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, polisi bersiaga di pos pol yang tidak jauh dari lokasi kejadian.
(lil)