Pemkab Bojonegoro kurang truk tangki air bersih
Rabu, 29 Agustus 2012 - 03:15 WIB
Pemkab Bojonegoro kurang truk tangki air bersih
A
A
A
Sindonews.com - Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Pemerintah Kabupaten (pemkab) Bojonegoro,Jawa Timur, kekurangan armada truk tangki untuk menyalurkan bantuan air bersih untuk warga. Akibatnya, penyaluran bantuan air bersih bagi warga tidak optimal.
"Truk tangki untuk menyalurkan air bersih memang sangat kurang," ujar Kepala Bidang Bimbingan Rehabilitasi Sosial dan Peningkatan Kesejahteraan Sosial, Disnakertransos Pemkab Bojonegoro, Dwi Hariningsih, di Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa 28 Agustus 2012.
Dia menuturkan, truk tangki yang ada saat ini dimaksimalkan untuk melayani penyaluran air bersih bagi warga. Truk tangki itu mengambil air dari sumber mata air terdekat lalu menyalurkannya pada warga.
"Satu truk tangki itu bisa hilir mudik sampai beberapa kali untuk menyalurkan air bersih," ujarnya.
Truk tangki yang kini beroperasi untuk menyalurkan bantuan air bersih sebanyak empat unit. Satu truk tangki milik Disnakertransos, satu truk tangki milik PDAM Bojonegoro, dan dua truk tangki milik Bakorwil Bojonegoro.
Masing-masing satu truk tangki hanya mampu mengangkut air bersih sebanyak 5.000 liter. Sedangkan, daerah yang dilanda kekeringan dan mengalami krisis air bersih kini mencapai 16 kecamatan dan 30 desa.
Sebagian wilayah Bojonegoro mengalami kekeringan parah selama musim kemarau tahun 2012 ini. Di antaranya Kecamatan Temayang, Sugihwaras, Kedungadem, Sukosewu, Tambakrejo, Balen, Kasiman, Ngasem, Baureno, Kepohbaru, Trucuk, Dander, Ngraho, dan Bubulan.
Bukan hanya di daerah selatan dan timur wilayah Bojonegoro saja yang kekeringan, daerah di dekat Sungai Bengawan Solo juga kekeringan. Kondisi Sungai Bengawan Solo kini surut dan dasar sungainya terlihat. Sementara itu, sejumlah waduk seperti Waduk Pacal di Kecamatan Temayang juga debit airnya menyusut drastis.
"Truk tangki untuk menyalurkan air bersih memang sangat kurang," ujar Kepala Bidang Bimbingan Rehabilitasi Sosial dan Peningkatan Kesejahteraan Sosial, Disnakertransos Pemkab Bojonegoro, Dwi Hariningsih, di Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa 28 Agustus 2012.
Dia menuturkan, truk tangki yang ada saat ini dimaksimalkan untuk melayani penyaluran air bersih bagi warga. Truk tangki itu mengambil air dari sumber mata air terdekat lalu menyalurkannya pada warga.
"Satu truk tangki itu bisa hilir mudik sampai beberapa kali untuk menyalurkan air bersih," ujarnya.
Truk tangki yang kini beroperasi untuk menyalurkan bantuan air bersih sebanyak empat unit. Satu truk tangki milik Disnakertransos, satu truk tangki milik PDAM Bojonegoro, dan dua truk tangki milik Bakorwil Bojonegoro.
Masing-masing satu truk tangki hanya mampu mengangkut air bersih sebanyak 5.000 liter. Sedangkan, daerah yang dilanda kekeringan dan mengalami krisis air bersih kini mencapai 16 kecamatan dan 30 desa.
Sebagian wilayah Bojonegoro mengalami kekeringan parah selama musim kemarau tahun 2012 ini. Di antaranya Kecamatan Temayang, Sugihwaras, Kedungadem, Sukosewu, Tambakrejo, Balen, Kasiman, Ngasem, Baureno, Kepohbaru, Trucuk, Dander, Ngraho, dan Bubulan.
Bukan hanya di daerah selatan dan timur wilayah Bojonegoro saja yang kekeringan, daerah di dekat Sungai Bengawan Solo juga kekeringan. Kondisi Sungai Bengawan Solo kini surut dan dasar sungainya terlihat. Sementara itu, sejumlah waduk seperti Waduk Pacal di Kecamatan Temayang juga debit airnya menyusut drastis.
(mhd)