Bocah tuna rungu, diperkosa & dibuang di jalan
Selasa, 28 Agustus 2012 - 06:17 WIB
Bocah tuna rungu, diperkosa & dibuang di jalan
A
A
A
Sindonews.com - Peristiwa malang dialami seorang bocah penderita tuna rungu. Karena kekurangannya tersebut, bocah ini diperdaya dan diperkosa, lalu dibuang di pinggir jalan.
Warga menemukan bocah malang tersebut ditemukan di Kompleks Taman Mangu, Kecamatan Pondok Aren, dan membawanya ke Polsek Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Di Polsek, petugas menemukan kejanggalan pada tubuh bocah malang tersebut. Pada kedua belah pahanya terdapat pembalut yang ternyata digunakan pelaku perkosaan untuk menutup darah korban.
Kemudian, bocah kecil itu dibawa dan dititipkan ke Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang konsen pada persoalan anak terlantar dan orang jompo.
Kasubid Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tangsel Titi Suhatin mengatakan, korban sedang dalam pengobatan.
"Tetapi masih trauma," ujarnya saat mengunjungi korban dikediamannya, Jalan Haji Amak, RT07/01, Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangsel, Senin (27/8/2012).
Titi menilai, apa yang dialami bocah itu masuk dalam kategori penculikan atau perdagangan anak. "Kejadian sepertinya ada kerja sama antara dua pelaku. Karena itu, kami akan dampingi koban dan keluarganya melapor ke polres untuk ditindaklanjuti," lanjutnya.
Sementara itu, Ketua LSM anak terlantar dan orang jompo Marsilea Foundation Marselia ST Krenata mengatakan, anak tersebut diserahkan pihak Polsek pada Sabtu siang.
"Saat akan dimandikan dilihat kemaluan sudah bengkak dah tubuh korban demam tinggi. Lalu saya bawa ke Rumah Sakit Fatmawati untuk visum, yang selanjutnya dibawa kembali ke Polsek untuk melaporkan kejanggalan itu," terang Marselia.
Dari kantong plastik yang dibawa korban saat ditemukan juga ditemukan barcak darah di celana korban, obat penahan sakit dan resep dari klinik untuk pembelian betadine vagina. "Dari visum yang dilakukan dokter diketahui kelamin korban sudah robek dan di dalamnya masih terdapat sperma," ungkapnya.
Selanjutnya, hasil visum akan diserahkan ke Polres Tigaraksa untuk penyelidikan. "Sekalian besok, Selasa 28 Agustus 2012, korban harus berobat kembali untuk cek kesehatannya," terangnya.
Warga menemukan bocah malang tersebut ditemukan di Kompleks Taman Mangu, Kecamatan Pondok Aren, dan membawanya ke Polsek Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Di Polsek, petugas menemukan kejanggalan pada tubuh bocah malang tersebut. Pada kedua belah pahanya terdapat pembalut yang ternyata digunakan pelaku perkosaan untuk menutup darah korban.
Kemudian, bocah kecil itu dibawa dan dititipkan ke Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang konsen pada persoalan anak terlantar dan orang jompo.
Kasubid Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tangsel Titi Suhatin mengatakan, korban sedang dalam pengobatan.
"Tetapi masih trauma," ujarnya saat mengunjungi korban dikediamannya, Jalan Haji Amak, RT07/01, Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangsel, Senin (27/8/2012).
Titi menilai, apa yang dialami bocah itu masuk dalam kategori penculikan atau perdagangan anak. "Kejadian sepertinya ada kerja sama antara dua pelaku. Karena itu, kami akan dampingi koban dan keluarganya melapor ke polres untuk ditindaklanjuti," lanjutnya.
Sementara itu, Ketua LSM anak terlantar dan orang jompo Marsilea Foundation Marselia ST Krenata mengatakan, anak tersebut diserahkan pihak Polsek pada Sabtu siang.
"Saat akan dimandikan dilihat kemaluan sudah bengkak dah tubuh korban demam tinggi. Lalu saya bawa ke Rumah Sakit Fatmawati untuk visum, yang selanjutnya dibawa kembali ke Polsek untuk melaporkan kejanggalan itu," terang Marselia.
Dari kantong plastik yang dibawa korban saat ditemukan juga ditemukan barcak darah di celana korban, obat penahan sakit dan resep dari klinik untuk pembelian betadine vagina. "Dari visum yang dilakukan dokter diketahui kelamin korban sudah robek dan di dalamnya masih terdapat sperma," ungkapnya.
Selanjutnya, hasil visum akan diserahkan ke Polres Tigaraksa untuk penyelidikan. "Sekalian besok, Selasa 28 Agustus 2012, korban harus berobat kembali untuk cek kesehatannya," terangnya.
(san)