Nachrowi Ramli dan Ahok menghindar dari sorotan media
Jum'at, 24 Agustus 2012 - 11:22 WIB
Nachrowi Ramli dan Ahok menghindar dari sorotan media
A
A
A
Sindonews.com - Selama libur Lebaran Idul Fitri 1433 H, aktivitas calon gubernur (cagub) DKI Jakarta tampak begitu dominan. Baik Fauzi Bowo (Foke) maupun Joko Widodo (Jokowi) rajin menyapa warga sebagai bagian dari sosialisasi. Namun, tidak demikian dengan calon pendamping kedua cagub tersebut.
Baik Nachrowi Ramli (Nara) maupun Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) nyaris sepi dari pemberitaan selama sepekan terakhir. Kedua calon wakil gubernur (cawagub) ini terkesan menghindari media, padahal setiap hari mereka memiliki aktivitas yang tergolong padat.
Nara, misalnya, lebih banyak melakukan konsolidasi internal yang lepas dari sorotan media. Begitu pun dengan Ahok. Aktivitas mantan anggota DPR ini, yang diketahui media hanya mudik ke Belitung Timur sejak Minggu 19 Agustus hingga Selasa 21 Agustus.
Sekembalinya ke Ibu Kota, tak banyak yang tahu aktivitas Ahok. Kepala Media Center Tim Sukses Foke-Nara, Kahfi Siregar, mengatakan Nara memiliki banyak agenda, tapi tidak untuk konsumsi publik. Salah satunya agenda silaturahmi dengan para sesepuh. ”Itu tidak perlulah diekspos,” kata Kahfi kemarin.
Dia mengungkapkan, aktivitas Nara terkait Pilkada DKI Jakarta putaran kedua baru digencarkan mulai pekan depan. Hanya, Kahfi enggan menyebutkan lebih terperinci agenda dari Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta tersebut.
Dalam kesempatan itu, Kahfi menyebutkan bentuk kegiatan yang berkaitan dengan pencalonan Nara sebagai cawagub, baru direncanakan Senin 27 Agustus depan. ”Agenda mungkin Senin depan,” sambungnya.
Sebetulnya, Nara memiliki kegiatan setiap hari. Namun, kegiatan itu lebih bersifat internal di tingkat grass root dan tidak dipublikasikan, dengan alasan takut ditiru pihak lain. ”Konsentrasi kegiatan Bapak (Nara) di grass root. Kalau diekspos ditiru orang nanti,” jelasnya.
Begitu pun dengan yang dilakukan Ahok. Mantan Bupati Belitung Timur ini kerap melaksanakan kegiatan sosialisasi bersifat silent operation (operasi senyap). Hal itu untuk lebih berkonsentrasi mengatur strategi pemenangan dan perubahan Jakarta.
Dia mengaku tidak memiliki agenda terlalu penting untuk diketahui publik, sebab kegiatan dijalani lebih bersifat pertemuan kecil dan orang-orang tertentu. Pihak yang bertemu dengan Ahok ini tidak ingin konsolidasi tersebut diketahui publik.
Dia mengklaim pihak yang bertemu dengan dirinya itu adalah pendukung rival, Foke-Nara, sebelumnya. Namun seiring perjalanan waktu, para pendukung Foke-Nara itu berbalik arah. ”Agenda kami tidak terlalu besar,”ujarnya.
Untuk agenda publik, dalam waktu dekat ini Jokowi-Ahok akan menggelar open house di kantor pemenangan Jokowi-Ahok, Jalan Borobudur, Jakarta Pusat. ”Baru itu agenda kami,” tandas mantan politikus Golkar ini.
Baik Nachrowi Ramli (Nara) maupun Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) nyaris sepi dari pemberitaan selama sepekan terakhir. Kedua calon wakil gubernur (cawagub) ini terkesan menghindari media, padahal setiap hari mereka memiliki aktivitas yang tergolong padat.
Nara, misalnya, lebih banyak melakukan konsolidasi internal yang lepas dari sorotan media. Begitu pun dengan Ahok. Aktivitas mantan anggota DPR ini, yang diketahui media hanya mudik ke Belitung Timur sejak Minggu 19 Agustus hingga Selasa 21 Agustus.
Sekembalinya ke Ibu Kota, tak banyak yang tahu aktivitas Ahok. Kepala Media Center Tim Sukses Foke-Nara, Kahfi Siregar, mengatakan Nara memiliki banyak agenda, tapi tidak untuk konsumsi publik. Salah satunya agenda silaturahmi dengan para sesepuh. ”Itu tidak perlulah diekspos,” kata Kahfi kemarin.
Dia mengungkapkan, aktivitas Nara terkait Pilkada DKI Jakarta putaran kedua baru digencarkan mulai pekan depan. Hanya, Kahfi enggan menyebutkan lebih terperinci agenda dari Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta tersebut.
Dalam kesempatan itu, Kahfi menyebutkan bentuk kegiatan yang berkaitan dengan pencalonan Nara sebagai cawagub, baru direncanakan Senin 27 Agustus depan. ”Agenda mungkin Senin depan,” sambungnya.
Sebetulnya, Nara memiliki kegiatan setiap hari. Namun, kegiatan itu lebih bersifat internal di tingkat grass root dan tidak dipublikasikan, dengan alasan takut ditiru pihak lain. ”Konsentrasi kegiatan Bapak (Nara) di grass root. Kalau diekspos ditiru orang nanti,” jelasnya.
Begitu pun dengan yang dilakukan Ahok. Mantan Bupati Belitung Timur ini kerap melaksanakan kegiatan sosialisasi bersifat silent operation (operasi senyap). Hal itu untuk lebih berkonsentrasi mengatur strategi pemenangan dan perubahan Jakarta.
Dia mengaku tidak memiliki agenda terlalu penting untuk diketahui publik, sebab kegiatan dijalani lebih bersifat pertemuan kecil dan orang-orang tertentu. Pihak yang bertemu dengan Ahok ini tidak ingin konsolidasi tersebut diketahui publik.
Dia mengklaim pihak yang bertemu dengan dirinya itu adalah pendukung rival, Foke-Nara, sebelumnya. Namun seiring perjalanan waktu, para pendukung Foke-Nara itu berbalik arah. ”Agenda kami tidak terlalu besar,”ujarnya.
Untuk agenda publik, dalam waktu dekat ini Jokowi-Ahok akan menggelar open house di kantor pemenangan Jokowi-Ahok, Jalan Borobudur, Jakarta Pusat. ”Baru itu agenda kami,” tandas mantan politikus Golkar ini.
(hyk)