Ribuan spanduk liar di Ibu Kota ditertibkan
Jum'at, 24 Agustus 2012 - 11:13 WIB
Ribuan spanduk liar di Ibu Kota ditertibkan
A
A
A
Sindonews.com – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mencopot sejumlah spanduk liar yang dipasang di beberapa sudut kota.
Ketua Panwaslu DKI Jakarta Ramdansyah mengatakan, spanduk yang dicopot antara lain milik Forsitma. Spanduk bertuliskan ”Majelis Taklim se-DKI Jakarta mendukung Gubernur Fauzi Bowo untuk Membangun Masyarakat Berakhlakul Karimah” tersebut banyak beredar di kawasan Jakarta Selatan.
”Alat peraga di Jakarta Selatan diturunkan oleh Satpol PP atas rekomendasi panwaslu,” kata Ramdansyah kemarin.
Menurut dia, pencopotan spanduk tersebut dilakukan secara bertahap. Untuk tahap awal, pencopotan spanduk liar dilakukan di Kecamatan Tebet dan Kebayoran Baru. Selanjutnya, kawasan Pasar Minggu menjadi sasaran penertiban berikutnya.
”Kita menginginkan Pilkada yang fair, aman, dan damai,” harapnya.
Di bagian lain, relawan pasangan Jokowi-Ahok mencopot spanduk liar yang terpasang di Jalan Menteng dan Jalan Diponegoro,Jakarta Pusat. Spanduk putih sepanjang 5x1 meter yang bergambarkan Jokowi bersama Megawati Soekarnoputri, bertuliskan ”Jokowi Menang Mega Presiden” yang berasal dari Paguyuban Kawulo Jawi.
Menurut koordinator Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Mustar Bona Ventura Manurung, spanduk tersebut bukanlah dicetak dan diterbitkan oleh tim relawan ataupun simpatisan Jokowi-Ahok.
”Spanduk ini kita temukan tadi pagi (kemarin) di sekitar Jalan Menteng dan Diponegoro, tadi malam itu belum ada, mungkin mereka memasang pada pagi hari, serangan fajar ini namanya,” kata Mustar kemarin.
Dia mengungkapkan, sasaran spanduk liar tersebut tidak hanya terjadi di wilayah Jakarta Pusat, tapi juga daerah lainnya. Pihaknya memprediksi ribuan spanduk beredar di beberapa lokasi strategis.
”Di Jakarta Pusat, dekat posko kita ada lima. Terus di Pademangan, Ancol, Pesing, danTambora, itu sekitar ada ribuan spanduk terpasang,” tambahnya.
Mustar pun sudah berkoordinasi kepada relawan ataupun tim sukses Jokowi-Ahok untuk menanyakan spanduk tersebut. Pihaknya menduga pemasangan spanduk tersebut merupakan provokasi dari pihak lawan untuk menjatuhkan Jokowi-Ahok di putaran kedua.
”Bahwa ini tidak main-main, ini provokasi dari pihak lawan. Karena ini terkait pilgub dan yang sedang bertarung ada dua kubu, yakni Foke-Nara dan Jokowi-Ahok,” tuturnya.
Tidak hanya spanduk yang dipasang, kata Mustar, ada beberapa selembaran yang disebar kepada masyarakat pada malam takbiran yang berisikan provokatif. ”Ribuan selebaran dan komik yang disebarkan, isinya sangat provokatif. Mereka bergabung bersama massa,” tutupnya.
Ketua Panwaslu DKI Jakarta Ramdansyah mengatakan, spanduk yang dicopot antara lain milik Forsitma. Spanduk bertuliskan ”Majelis Taklim se-DKI Jakarta mendukung Gubernur Fauzi Bowo untuk Membangun Masyarakat Berakhlakul Karimah” tersebut banyak beredar di kawasan Jakarta Selatan.
”Alat peraga di Jakarta Selatan diturunkan oleh Satpol PP atas rekomendasi panwaslu,” kata Ramdansyah kemarin.
Menurut dia, pencopotan spanduk tersebut dilakukan secara bertahap. Untuk tahap awal, pencopotan spanduk liar dilakukan di Kecamatan Tebet dan Kebayoran Baru. Selanjutnya, kawasan Pasar Minggu menjadi sasaran penertiban berikutnya.
”Kita menginginkan Pilkada yang fair, aman, dan damai,” harapnya.
Di bagian lain, relawan pasangan Jokowi-Ahok mencopot spanduk liar yang terpasang di Jalan Menteng dan Jalan Diponegoro,Jakarta Pusat. Spanduk putih sepanjang 5x1 meter yang bergambarkan Jokowi bersama Megawati Soekarnoputri, bertuliskan ”Jokowi Menang Mega Presiden” yang berasal dari Paguyuban Kawulo Jawi.
Menurut koordinator Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Mustar Bona Ventura Manurung, spanduk tersebut bukanlah dicetak dan diterbitkan oleh tim relawan ataupun simpatisan Jokowi-Ahok.
”Spanduk ini kita temukan tadi pagi (kemarin) di sekitar Jalan Menteng dan Diponegoro, tadi malam itu belum ada, mungkin mereka memasang pada pagi hari, serangan fajar ini namanya,” kata Mustar kemarin.
Dia mengungkapkan, sasaran spanduk liar tersebut tidak hanya terjadi di wilayah Jakarta Pusat, tapi juga daerah lainnya. Pihaknya memprediksi ribuan spanduk beredar di beberapa lokasi strategis.
”Di Jakarta Pusat, dekat posko kita ada lima. Terus di Pademangan, Ancol, Pesing, danTambora, itu sekitar ada ribuan spanduk terpasang,” tambahnya.
Mustar pun sudah berkoordinasi kepada relawan ataupun tim sukses Jokowi-Ahok untuk menanyakan spanduk tersebut. Pihaknya menduga pemasangan spanduk tersebut merupakan provokasi dari pihak lawan untuk menjatuhkan Jokowi-Ahok di putaran kedua.
”Bahwa ini tidak main-main, ini provokasi dari pihak lawan. Karena ini terkait pilgub dan yang sedang bertarung ada dua kubu, yakni Foke-Nara dan Jokowi-Ahok,” tuturnya.
Tidak hanya spanduk yang dipasang, kata Mustar, ada beberapa selembaran yang disebar kepada masyarakat pada malam takbiran yang berisikan provokatif. ”Ribuan selebaran dan komik yang disebarkan, isinya sangat provokatif. Mereka bergabung bersama massa,” tutupnya.
(hyk)