Tokoh di balik cagub dikritisi
Kamis, 16 Agustus 2012 - 10:50 WIB
Tokoh di balik cagub dikritisi
A
A
A
Sindonews.com - Kalangan akademis dan aktivis mahasiswa mengkritisi tokoh di balik pasangan calon gubernur (cagub) DKI Jakarta. Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Al Araf mengatakan, publik harus mengetahui track record tokoh-tokoh di balik pasangan cagub.
Ada salah satu tokoh yang diduga terlibat pelanggaran HAM berat pada masa lalu. “Mari kita lihat siapa orang yang ada di belakang masing-masing pasangan, bukan hanya calonnya,” kata Al Araf dalam diskusi 'Sosok di Balik Layar Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta' di Gedung Pascasarjana UI Salemba, Jakarta Pusat, Rabu 15 Agustus 2012.
Dia mengungkapkan, dugaan pelanggaran HAM berat ini harus menjadi perhatian publik sebab Pilkada DKI Jakarta disinyalir hanya batu loncatan untuk Pilpres 2014. “Kemenangan di Pilkada DKI Jakarta bisa menjadi penopang dalam pilpres mendatang,” ungkapnya. Menurutnya, warga Ibu Kota harus benar-benar mempertimbangkan masalah tersebut.
Aktor-aktor di balik cagub penting untuk diperhatikan karena memberikan pengaruh besar terhadap pemenangan. Al Araf mengatakan, permasalahan Jakarta yang kompleks seperti kemacetan, banjir, dan lainnya diyakini tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat atau satu periode.
Masalah Jakarta memang tidak bisa diselesaikan dalam lima tahun tanpa campur tangan pemerintah dan provinsi tetangga. “Siapa pun gubernurnya kalau tidak mendapat dukungan pada level nasional akan sulit menyelesaikan masalah ini, harus yang mempunyai jaringan ini,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua BEM UI Rosidi menegaskan, publik harus memberikan perhatian pada tokoh di balik cagub. Dia mengakui, Pilkada DKI menarik dicermati karena kedua cagub mempunyai poin plus tersendiri. Foke dengan jaringan dan pemahaman yang lebih tentang Jakarta serta dukungan koalisi parpol yakni Partai Demokrat, Hanura, PAN, PKB, PPP, Partai Golkar, dan PKS. Petinggi parpol koalisi tersebut berada di balik Foke-Nara.
Sementara pasangan Joko Widodo–Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok) didukung PDI Perjuangan dan Partai Gerindra. Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto berada di balik pasangan cagub nomor urut tiga tersebut. “Dari parpol-parpol pendukung itu, sudah diketahui siapa-siapa di balik pasangan cagub,” ujarnya.
Ada salah satu tokoh yang diduga terlibat pelanggaran HAM berat pada masa lalu. “Mari kita lihat siapa orang yang ada di belakang masing-masing pasangan, bukan hanya calonnya,” kata Al Araf dalam diskusi 'Sosok di Balik Layar Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta' di Gedung Pascasarjana UI Salemba, Jakarta Pusat, Rabu 15 Agustus 2012.
Dia mengungkapkan, dugaan pelanggaran HAM berat ini harus menjadi perhatian publik sebab Pilkada DKI Jakarta disinyalir hanya batu loncatan untuk Pilpres 2014. “Kemenangan di Pilkada DKI Jakarta bisa menjadi penopang dalam pilpres mendatang,” ungkapnya. Menurutnya, warga Ibu Kota harus benar-benar mempertimbangkan masalah tersebut.
Aktor-aktor di balik cagub penting untuk diperhatikan karena memberikan pengaruh besar terhadap pemenangan. Al Araf mengatakan, permasalahan Jakarta yang kompleks seperti kemacetan, banjir, dan lainnya diyakini tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat atau satu periode.
Masalah Jakarta memang tidak bisa diselesaikan dalam lima tahun tanpa campur tangan pemerintah dan provinsi tetangga. “Siapa pun gubernurnya kalau tidak mendapat dukungan pada level nasional akan sulit menyelesaikan masalah ini, harus yang mempunyai jaringan ini,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua BEM UI Rosidi menegaskan, publik harus memberikan perhatian pada tokoh di balik cagub. Dia mengakui, Pilkada DKI menarik dicermati karena kedua cagub mempunyai poin plus tersendiri. Foke dengan jaringan dan pemahaman yang lebih tentang Jakarta serta dukungan koalisi parpol yakni Partai Demokrat, Hanura, PAN, PKB, PPP, Partai Golkar, dan PKS. Petinggi parpol koalisi tersebut berada di balik Foke-Nara.
Sementara pasangan Joko Widodo–Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok) didukung PDI Perjuangan dan Partai Gerindra. Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto berada di balik pasangan cagub nomor urut tiga tersebut. “Dari parpol-parpol pendukung itu, sudah diketahui siapa-siapa di balik pasangan cagub,” ujarnya.
(mhd)