Relawan Jokowi mengaku tak dibayar
Minggu, 12 Agustus 2012 - 14:27 WIB
Relawan Jokowi mengaku tak dibayar
A
A
A
Sindonews.com - Relawan pendukung pasangan calon gubernur (cagub) DKI Jakarta 2012, Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), membuat sebuah wadah vitual untuk pendukungnya yang sering berinteraksi di media sosial seperti twitter yang diberi nama Jokowi-Ahok Social Media Volunteers (JASMEV).
"Kami berusaha untuk membuat sosial media, dan memanfaatkan sosial media sebagai media yang bermanfaat untuk memberikan informasi tentang pak Jokowi dan Ahok," kata Koordinator JASMEV Kartika Djoemadi di Jakarta, Minggu (12/8/2012).
Kartika sendiri mengaku, pihaknya tidak dibayar untuk membuat wadah tersebut. Ingin Jakarta yang lebih baik dengan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik adalah alasan para relawan ini untuk sukarela membantu cagub 2012 Jokowi-Ahok.
"Kami tidak dibayar. Kami semua hanya relawan yang mendukung pak Jokowi dan Ahok. Jumlahnya sudah ribuan lebih. Dan semuanya kebanyakan mahasiswa, serikat buruh, guru, dan lain-lain," katanya.
Pembentukan wadah tersebut merupakan permintaan dari pasangan cagub yang lolos pada putaran pertama Jokowi-Ahok agar informasi yang diberikan kepada masyarakat dapat lebih jelas dan benar.
"Permintaan dari Pak Jokowi dan pak Ahok untuk minta dibuatkan wadah untuk kampanye yang lebih sehat. Jadi tidak konflik dengan masyarakat yang kontra dengan program-program pak Jokowi-Ahok," pungkasnya.
"Kami berusaha untuk membuat sosial media, dan memanfaatkan sosial media sebagai media yang bermanfaat untuk memberikan informasi tentang pak Jokowi dan Ahok," kata Koordinator JASMEV Kartika Djoemadi di Jakarta, Minggu (12/8/2012).
Kartika sendiri mengaku, pihaknya tidak dibayar untuk membuat wadah tersebut. Ingin Jakarta yang lebih baik dengan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik adalah alasan para relawan ini untuk sukarela membantu cagub 2012 Jokowi-Ahok.
"Kami tidak dibayar. Kami semua hanya relawan yang mendukung pak Jokowi dan Ahok. Jumlahnya sudah ribuan lebih. Dan semuanya kebanyakan mahasiswa, serikat buruh, guru, dan lain-lain," katanya.
Pembentukan wadah tersebut merupakan permintaan dari pasangan cagub yang lolos pada putaran pertama Jokowi-Ahok agar informasi yang diberikan kepada masyarakat dapat lebih jelas dan benar.
"Permintaan dari Pak Jokowi dan pak Ahok untuk minta dibuatkan wadah untuk kampanye yang lebih sehat. Jadi tidak konflik dengan masyarakat yang kontra dengan program-program pak Jokowi-Ahok," pungkasnya.
(mhd)