Kemarau, ribuan warga Aceh salat istiqa
Sabtu, 11 Agustus 2012 - 13:26 WIB
Kemarau, ribuan warga Aceh salat istiqa
A
A
A
Sindonews.com - Ribuan masyarakat Aceh memadati lapangan Blang Padang, Banda Aceh melaksanakan salat istiqa agar diturunkan hujan. Sejak Ramadan, sejumlah kabupaten/kota di Aceh mengalami kekeringan.
Di Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, ratusan hektar persawahan mengalami kekeringan. Tanah terlihat kering kerontang, serta parit yang mengalirkan air ke sawah-sawah juga tak ada air. Padi-padi juga terlihat mengering dan sebagaian daerah sudah gagal panen.
"Banyak sumber air yang sudah mengering, bahkan sumurpun ada yang mulai kering. Untuk itu makanya kami menghimbau warga melaksanakan shalat istisqa, apalagi saat ini masih dalam suasana ramadhan," kata Gazali Mohd Syam, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Sabtu (11/8/2012).
Dinas Pertanian Aceh menyebutkan di seluruh Aceh 856 hektar sawah gagal panen. Akibat kekeringan, sektor pertanian Aceh mengalami kerugian Rp 3 milyar. Hingga saat ini suhu mencapai 34-35 derajat celsius.
Salat turun hujan ini dipimpin Teungku Zamhuri, imam rawatib Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Shalat ini dilaksanakan dua rakaat.
Usai salat, masyarakat Aceh melangsungkan doa meminta hujan, terlihat jemaat histeris dan berderai air mata saat mengikuti doa yang dipimpin Teungku Muhammad Rofiq, salah seorang pemimpin pesantren di Aceh Besar.
Muhammad Rofiq dalam khutbahnya menyampaikan sejarah salat istiqa. Selain itu, mengimbau masyarakat Aceh menjaga kerukunan dan segera bertaubat bila terlanjur berbuat maksiat.
Muhammad Rofiq berkisah di zaman Nabi Musa, kekeringan maha dasyat sempat terjadi. Ia menyerukan umatnya salat istiqa, namun tiga hari salat dilangsungkan hujan tidak turun hanya karena ada di antara jemaat yang suka bergunjing.
Di Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, ratusan hektar persawahan mengalami kekeringan. Tanah terlihat kering kerontang, serta parit yang mengalirkan air ke sawah-sawah juga tak ada air. Padi-padi juga terlihat mengering dan sebagaian daerah sudah gagal panen.
"Banyak sumber air yang sudah mengering, bahkan sumurpun ada yang mulai kering. Untuk itu makanya kami menghimbau warga melaksanakan shalat istisqa, apalagi saat ini masih dalam suasana ramadhan," kata Gazali Mohd Syam, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Sabtu (11/8/2012).
Dinas Pertanian Aceh menyebutkan di seluruh Aceh 856 hektar sawah gagal panen. Akibat kekeringan, sektor pertanian Aceh mengalami kerugian Rp 3 milyar. Hingga saat ini suhu mencapai 34-35 derajat celsius.
Salat turun hujan ini dipimpin Teungku Zamhuri, imam rawatib Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Shalat ini dilaksanakan dua rakaat.
Usai salat, masyarakat Aceh melangsungkan doa meminta hujan, terlihat jemaat histeris dan berderai air mata saat mengikuti doa yang dipimpin Teungku Muhammad Rofiq, salah seorang pemimpin pesantren di Aceh Besar.
Muhammad Rofiq dalam khutbahnya menyampaikan sejarah salat istiqa. Selain itu, mengimbau masyarakat Aceh menjaga kerukunan dan segera bertaubat bila terlanjur berbuat maksiat.
Muhammad Rofiq berkisah di zaman Nabi Musa, kekeringan maha dasyat sempat terjadi. Ia menyerukan umatnya salat istiqa, namun tiga hari salat dilangsungkan hujan tidak turun hanya karena ada di antara jemaat yang suka bergunjing.
(azh)