PPP minta Panwaslu DKI hentikan pemeriksaan Rhoma
Rabu, 08 Agustus 2012 - 12:22 WIB
PPP minta Panwaslu DKI hentikan pemeriksaan Rhoma
A
A
A
Sindonews.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meminta Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta menghentikan pemeriksaan terhadap Rhoma Irama yang diduga menggunakan isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) untuk kampanye hitam.
Ketua DPP PPP Muhammad Arwani Thomafi mengatakan apa yang disampaikan Rhoma Irama saat menyampaikan ceramah sama sekali tidak terkait dengan pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta. Sehingga, sangat jelas jika tuduhan itu salah sasaran.
"Bang Rhoma ceramah dalam acara safari Ramadan. Wajar dong dalam ceramah Ramadan menyampaikan ajaran dan tuntunan sesuai Alquran, dan Hadits. Oleh karenanya, kami mengimbau agar Panwaslu DKI Jakarta menghentikan proses pemeriksaan terhadap Rhoma. Secara substansi pemeriksaan ini salah sasaran," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (8/8/2012).
Menurutnya, pemanggilan Rhoma Irama oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta mengingatkan publik saat era Orde Baru, ketika peran negara menjadi lembaga sensor terhadap setiap materi ceramah yang akan disampaikan ke publik.
"Bedanya, saat ini pihak-pihak yang mengatasnamakan publik, menjadi alat sensor dan penekanan kepada para muballigh. Cara-cara ini harus ditolak," ungkapnya.
Untuk itu, Arwani meminta kepada seluruh umat Islam untuk umat mewaspadai setiap upaya pengkerdilan dakwah Islam di Indonesia.
Ketua DPP PPP Muhammad Arwani Thomafi mengatakan apa yang disampaikan Rhoma Irama saat menyampaikan ceramah sama sekali tidak terkait dengan pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta. Sehingga, sangat jelas jika tuduhan itu salah sasaran.
"Bang Rhoma ceramah dalam acara safari Ramadan. Wajar dong dalam ceramah Ramadan menyampaikan ajaran dan tuntunan sesuai Alquran, dan Hadits. Oleh karenanya, kami mengimbau agar Panwaslu DKI Jakarta menghentikan proses pemeriksaan terhadap Rhoma. Secara substansi pemeriksaan ini salah sasaran," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (8/8/2012).
Menurutnya, pemanggilan Rhoma Irama oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta mengingatkan publik saat era Orde Baru, ketika peran negara menjadi lembaga sensor terhadap setiap materi ceramah yang akan disampaikan ke publik.
"Bedanya, saat ini pihak-pihak yang mengatasnamakan publik, menjadi alat sensor dan penekanan kepada para muballigh. Cara-cara ini harus ditolak," ungkapnya.
Untuk itu, Arwani meminta kepada seluruh umat Islam untuk umat mewaspadai setiap upaya pengkerdilan dakwah Islam di Indonesia.
(lil)