Isu SARA bisa seret Rhoma Irama ke bui

Senin, 06 Agustus 2012 - 16:44 WIB
Isu SARA bisa seret...
Isu SARA bisa seret Rhoma Irama ke bui
A A A
Sindonews.com - Kasus video ceramah Raja Dangdut Rhoma Irama yang diduga mengandung isu Suku Agama Ras dan Antar golongan (SARA) dan mendiskreditkan salah satu pasangan calon Gubernur (Cagub) dan wakil gubernur (wagub) DKI Jakarta, dinilai bisa membawa Raja Dangdut itu tersandung sanksi hukum.

Seperti ditegaskan Peneliti Kajian Budaya Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati, Depok, Senin (6/8/2012).

Devie menilai, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, setiap warga negara wajib mengedepankan etika, moral dan taat hukum. Jika terkait kampanye, dan memiliki upaya untuk menggiring opini publik dengan cara negatif, tentu harus ditindak tegas.

"Dalam hal ini perlu mengedepankan etika, etika tak bisa dibiarkan begitu saja, hukum harus mendorong. Jika Bang Rhoma, setelah penyelidikan, kalau terbukti melanggar memang harus dihukum. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, harus menjaga etika moral dan hukum. Buat apa bernegara dan berbangsa kalau itu dilanggar," tukasnya.

Katanya, yang terpenting yakni bicara soal eksekusi hukum itu sendiri jika memang pelanggar terbukti melanggar. Sebab, hal ini bisa menjadi pelajaran bagi calon maupun tim kampanye ataupun juru kampanye di Pemilihan Gubernur (Pilgub).

"Dalam upaya kampanye, semua orang kandidat berhak lakukan apapun. Selama tak langgar hukum, silakan," ucapnya.

Devie yakin masyarakat Jakarta yang pluralis mampu menyaring hal itu dan tak akan terpengaruh dengan isu SARA.

"Jakarta masyarakatnya plural menghargai perbedaan, jadi tak akan berpaling, itu sederhana. Yang penting isu pembaruan, siapa yang mampu berbeda dia yang akan dipilih," tandasnya.

Sebelumnya, Rhoma membantah telah memainkan isu Suku Agama Ras dan Antar golongan (SARA) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta periode 2012-2017. Seperti yang ditudingkan oleh pasangan Jokowi-Ahok terhadap dirinya.

"Saya katakan ini bukan isu SARA. Misalnya saya katakan Jokowi itu Jawa agamanya Islam, Fauzi itu Betawi, Nara Betawi agamanya Islam, Ahok sukunya China agamanya Kristen ini dalam rangka identitas keterbukaan. Rakyat harus tahu siapa kandidat mereka," terangnya.
(mhd)
Berita Terkait
Noer Fajrieansyah Didorong...
Noer Fajrieansyah Didorong Maju Pilgub DKI Jakarta 2024
Respons PAN soal Kaesang...
Respons PAN soal Kaesang Bakal Maju Pilgub DKI: Semua Punya Hak
Ditanya Mau Jadi Gubernur,...
Ditanya Mau Jadi Gubernur, Wagub Ariza: Kita Lagi Mikirin Omicron
Pemuda Pancasila Deklarasi...
Pemuda Pancasila Deklarasi Dukung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta
Demokrat Pamer Jagoan...
Demokrat Pamer Jagoan Pilgub DKI, Golkar: Pilkadanya Tahun 2024, Masih Jauh
DPD Hanura Sodorkan...
DPD Hanura Sodorkan Nama Djafar Badjeber Cawagub Jakarta, Ketua DPW Perindo: Kita Sambut Baik
Berita Terkini
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
1 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
4 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
4 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
4 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
4 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved