Lima awak Kapal Artika ditemukan di Pulau Rondo
Sabtu, 04 Agustus 2012 - 15:08 WIB
Lima awak Kapal Artika ditemukan di Pulau Rondo
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak lima awak Kapal Motor Artika yang membawa gula dari Penang, Malaysia, setelah tenggelam selama dua hari, telah ditemukan. Mereka ditemukan terdampar di perairan Pulau Rondo, diantara temuan arus selat Malaka dan Hindia.
Lima korban yang ditemukan selamat oleh para nelayan itu yaitu Riswal (nakhoda), Iskandar (juru mudi), Jais (mualim), Jailani (chief), dan Idham (juru mudi). Kelimanya kini masih dirawat Rumah Sakit Umum Sabang.
Supriyadi, Kapten Kapal Basarnas Aceh menjelaskan para korban memakai baju keselamatan saat ditemukan. Lalu dibawa ke Sabang untuk perawatan medis, para korban seluruhnya masih dalam kondisi trauma berat hingga belum bisa memberi keterangan. “Nakhoda kapal yang paling parah kondisinya,” jelas Supriyadi, Sabtu (4/8/2012).
Menurutnya, tim juru selamat akan terus mencari lima korban yang hingga kini belim ditemukan. Basarnas melanjutkan pencarian pagi ini.
Nurlina, ibunya Saiful Ramadan, salah seorang korban mengaku korban sempat menelpon adiknya mengabarkan kapalnya akan tenggelam. “Dek, kapal abang bocor. Tolong doain abang ya, supaya tidak terjadi apa-apa,” kata Saiful ketika itu.
Saiful sendiri hingga kini belum ditemukan. Menurut pihak keluarga ia tidak bisa berenang dan baru sebulan bekerja di kapal barang milik warga Jakarta itu.
Lima korban yang ditemukan selamat oleh para nelayan itu yaitu Riswal (nakhoda), Iskandar (juru mudi), Jais (mualim), Jailani (chief), dan Idham (juru mudi). Kelimanya kini masih dirawat Rumah Sakit Umum Sabang.
Supriyadi, Kapten Kapal Basarnas Aceh menjelaskan para korban memakai baju keselamatan saat ditemukan. Lalu dibawa ke Sabang untuk perawatan medis, para korban seluruhnya masih dalam kondisi trauma berat hingga belum bisa memberi keterangan. “Nakhoda kapal yang paling parah kondisinya,” jelas Supriyadi, Sabtu (4/8/2012).
Menurutnya, tim juru selamat akan terus mencari lima korban yang hingga kini belim ditemukan. Basarnas melanjutkan pencarian pagi ini.
Nurlina, ibunya Saiful Ramadan, salah seorang korban mengaku korban sempat menelpon adiknya mengabarkan kapalnya akan tenggelam. “Dek, kapal abang bocor. Tolong doain abang ya, supaya tidak terjadi apa-apa,” kata Saiful ketika itu.
Saiful sendiri hingga kini belum ditemukan. Menurut pihak keluarga ia tidak bisa berenang dan baru sebulan bekerja di kapal barang milik warga Jakarta itu.
(hyk)