Sengketa lahan, pemerintah jangan kecolongan lagi

Selasa, 31 Juli 2012 - 09:23 WIB
Sengketa lahan, pemerintah...
Sengketa lahan, pemerintah jangan kecolongan lagi
A A A
Sindonews.com - Wakil Gubernur Sumsel Eddy Yusuf meninjau daerah sengketa lahan antara warga dan TNI AU di Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Sukarame Palembang. Kedatangan Eddy untuk mencari solusi penyelesaian sengketa lahan supaya kasus bentrok antara PTPN VII unit usaha Cinta Manis dan warga yang mengakibatkan korban jiwa tidak terulang.

“Kita tidak ingin kecolongan lagi seperti peristiwa di PTPN VII Cinta Manis dengan masyarakat. Jadi kita harus bertindak cepat menyelesaikan sengketa lahan supaya tidak berlarut-larut,” ujarnya dalam kunjungan di Sumatera Selatan, Senin 30 juli 2012.

Eddy mengakui, tujuannya turun langsung ke lapangan juga untuk mengumpulkan data, dan informasi lengkap dari masyarakat maupun TNI AU untuk mencocokkan data yang selama ini ada di BPN sehingga dapat diambil tindakan konkret.

“Kasus sengketa lahan antara warga dan TNI AU harus secepat mungkin dicarikan solusinya supaya tidak terjadi bentrok aparat dengan warga,” tuturnya.

Saat meninjau, Eddy meminta TNI AU menghentikan sementara seluruh kegiatan di sekitar permukiman warga, baik pembersihan lahan maupun pembangunan dengan alat berat sebelum tercapainya keputusan terkait sengketa lahan. “Kalau ada kegiatan di sekitar permukiman warga dan terjadi penggusuran, besar kemungkinan terjadi bentrok dan dikhawatirkan memakan korban jiwa,” ungkapnya.

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Sumsel Mukti Sulaiman mengungkapkan baru-baru ini telah melakukan pertemuan dengan masyarakat untuk menyelesaikan sengketa lahan yang menghasilkan beberapa kesepakatan, yakni luas tanah yang sebenarnya adalah 620 hektare; 320 hektare telah dibebaskan dan sisanya belum dilakukan pembebasan.

"Berdasarkan bukti autentik yang ditunjukkan warga, baik surat dari gubernur, Mendagri, maupun Panglima TNI, jika TNI ingin melakukan pembangunan, terlebih dahulu berkoordinasi dengan pemda setempat,” ungkapnya.

Selanjutnya, Pemprov Sumsel akan selalu berkoordinasi dengan TNI AU untuk menghentikan sementara kegiatan yang dilakukan di sekitar permukiman warga untuk menghindari bentrok. “Sengketa lahan ini harus segera diselesaikan dan jangan sampai berlarut-larut. Kita tidak menginginkan korban jiwa terjadi dalam satu konflik,” pungkasnya.
(lil)
Berita Terkait
Ada Putusan MA, Kejari...
Ada Putusan MA, Kejari Pelalawan: Eksekusi Lahan Tetap Harus Dilaksanakan
Kejaksaan Agung Menang...
Kejaksaan Agung Menang Gugatan Kasus Kebakaran Hutan di Jambi
Konflik Batas Lahan...
Konflik Batas Lahan Garapan di Jember Jawa Timur, 9 Orang Ditangkap Polisi
Lahan Dicaplok Perusahaan,...
Lahan Dicaplok Perusahaan, Petani Desa Dayun Sambangi Istana Merdeka
Ketua MPR Desak Kementerian...
Ketua MPR Desak Kementerian ATR Selesaikan Konflik Agraria di Deliserdang
Polisi Ungkap Penyebab...
Polisi Ungkap Penyebab Pecahnya Konflik antara Warga dengan Karyawan PT MEG
Berita Terkini
BMKG Deteksi Siklon...
BMKG Deteksi Siklon Tropis HAISHEN di Utara Papua, Ini Dampaknya bagi Cuaca Indonesia
6 menit yang lalu
Mobil Listrik Tetap...
Mobil Listrik Tetap Masuk Pajak Progresif? Ini Penjelasan Lengkapnya
11 menit yang lalu
Ekonomi Lesu, Welhelm...
Ekonomi Lesu, Welhelm Kurnala Perkuat UMKM Maluku lewat Dana Stimulan
33 menit yang lalu
Pengamat Dukung Mabes...
Pengamat Dukung Mabes Polri Tangkap Pelaku Perampokan dan Penculikan WNA di Bali
1 jam yang lalu
Konservasi Gajah Masuk...
Konservasi Gajah Masuk Babak Baru, IUCN Apresiasi Kebijakan Menhut
1 jam yang lalu
Polisi Kantongi Identitas...
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15
2 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved