Warga Kecam Mabes Polri

Selasa, 31 Juli 2012 - 09:15 WIB
Warga Kecam Mabes Polri
Warga Kecam Mabes Polri
A A A
Sindonews.com - Warga Desa Limbang Jaya, Tanjung Batu, Ogan Ilir, mengecam Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Kombes Boy Rafli Amar yang menyatakan bahwa penembakan aparat Brimob menggunakan gas air mata, dan peluru karet.

"Semua yang disampaikan Mabes Polri itu salah besar. Kami berada di lapangan sebagai saksi penembakan secara membabi buta yang dilakukan oknum Brimob Polda Sumsel. Petinggi di Mabes Polri hanya menerima laporan dan tidak mengetahui riil di lapangan. Kalau mereka (petinggi Polri) tidak tahu kronologis, jangan asal bicara,” kata H Amir, Ketua Desa Limbang Jaya saat dihubungi di Inderalaya, Sumatera Selatan, Senin 30 juli 2012.

Menurut dia, sebelum terjadinya penembakan, datang sekitar 16 mobil kepolisian beriringan memasuki Desa Limbang Jaya, dan berhenti di tikungan menuju arah laut Desa Limbang Jaya. Sesampainya di sana, aparat Brimob mengacungkan senjata laras panjang ke arah massa. Spontan massa ketakutan. Atas inisiatif dan sebagai tetua desa, dia hendak menenangkan ratusan warga dan bernegosiasi dengan aparat. Tetapi, dialogis tak diindahkan aparat, bahkan aparat menantang warga yang melawan untuk keluar.

“Saya sempat diacungkan senjata ke arah punggung, dan dilarang keluar masuk ke rumah. Apa salah kami Pak sehingga desa kami ini dianggap seperti sarang teroris. Setelah menembaki warga, selongsong peluru diambil lagi oleh anggota Brimob,” tutur dia.

Anggota BPD Desa Limbang Jaya Subhan mengaku sempat berbicara dengan anggota Brimob bernama Barli yang diketahui sebagai komandan dalam aksi sweeping tersebut. Dia meminta Barli menarik pasukannya dan menahan tembakan. “Saya ini dari pemerintahan desa bermaksud menenangkan warga. Tapi, ternyata dibalas Brimob dengan perkataan 'Kami tidak butuh pemerintah'.

"Nah, saat itu tanpa sebab, Brimob langsung menembaki warga. Bahkan, ada warga yang diterjang, dijambak, hingga dipukul berkali-kali. Setelah itu, semua selongsong peluru diambil Brimob. Jadi Apa yang dilontarkan Boy Rafli salah besar karena tidak sesuai fakta yang kami alami di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM), dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah Sumatera Selatan (Sumsel) kemarin siang meninjau langsung Desa Limbang Jaya, Kecamatan Tanjung Batu, Ogan Ilir, guna menemukan indikasi pelanggaran HAM berat pada insiden penembakan oknum Brimob yang menewaskan Angga Prima bin Darmawan.

“Kami belum bisa menyimpulkan apakah ada pelanggaran HAM atau tidak. Saat ini kami masih melakukan pendalaman dengan memintai keterangan saksi-saksi. Setelah keterangan ini dikumpulkan, barulah dibuatkan laporan analisis, kemudian kesimpulan,” kata Wakil Ketua Komnas HAM Nur Kholis.

Nur Kholis mengungkapkan, terdapat dua hal yang menjadi perhatian khusus pendalaman kasus ini, yaitu penyebab kematian Angga Prima dan pendalaman data penyebab dimuntahkannya peluru oknum Brimob secara membabi buta menembaki warga Desa Limbang Jaya.

“Kalau versi kepolisian, dilepaskannya tembakan karena polisi merasa terancam. Nah, ini perlu adanya keakurasian data dan kami akan meminta penjelasan Kapolda. Nanti akan dijadwalkan untuk bertemu langsung dengan Kapolda,” ungkapnya.

Nur Kholis menegaskan, tindakan Polda Sumsel telah mengabaikan instruksi Presiden RI tanggal 25 Juli 2012 yang meminta seluruh jajaran pemerintah menyelesaikan konflik warga Ogan Ilir dengan PTPN VII unit usaha Manis Cinta tidak semata mata penegakan hukum, tapi secara sosial dan budaya.

Ketua KPAID Sumsel Siti Romlah menjelaskan, investigasi atas kasus tersebut perlu dilakukan guna mengungkap terjadinya pelanggaran berat yang dialami anak-anak. “Kami masih melakukan investigasi secara komprehensif, baik memintai keterangan saksi, orang tua almarhum, maupun keterangan kepolisian. Hasilnya akan dilaporkan ke presiden atas rekomendasi KPAID pusat,” ujarnya.

Menurutnya, perasaan traumatis akibat insiden penembakan itu dialami semua anak di Desa Limbang Jaya. Pihaknya akan melakukan konseling dan bimbingan untuk mengembalikan hak anak-anak.

“Anak perlu rasa aman. Kami juga minta dinas terkait di Kabupaten OI memberikan bimbingan sehingga psikis anak-anak tidak tertekan. Ya, jika tidak diberikan bimbingan, dikhawatirkan rasa traumatis akan dialami anak-anak hingga masa tuanya,” ungkapnya.

100 Polisi Diperiksa


Sebanyak 100 polisi di tempat kejadian peristiwa bentrok yang menyebabkan tewasnya Angga Prima (13), warga Desa Limbang Jaya, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir (OI), sejak empat hari terakhir diperiksa tim Bidang Propam Polda Sumsel dan penyidik Ditreskrimum Polda Sumsel di salah satu posko tak jauh dari lokasi kejadian.

Pjs Kabid Humas Polda Sumsel AKBP R Djarod Padakova mengungkapkan, pemeriksaan dilakukan secara intensif untuk mengungkap peristiwa yang sebenarnya. "Semua anggota di lokasi saat kejadian, mulai anggota Brimob, Dalmas, Reserse, hingga Intel dari Polres OI, diperiksa dalam bentuk berita acara pemeriksaan (BAP), termasuk para komandan lapangan saat itu,” ungkapnya.

Terpisah, Karo Provos Mabes Polri Brigjen Pol Sudjarno mengungkapkan, kedatangannya bersama tim Mabes Polri terkait kasus bentrok Ogan Ilir hanya sebatas melakukan atensi. "Kita hanya mengawasi. Maaf yang memiliki kewenangan untuk berbicara terkait masalah ini adalah Kapolda Sumsel. Saya tidak memiliki kewenangan dan silakan tanya kepada Kapolda Sumsel,” ungkapnya.

Sementara itu, informasi yang dihimpun SINDO, hingga kemarin jumlah personel polisi yang melaksanakan pengamanan di PTPN VII unit usaha Cinta Manis sebanyak 2.000 personel, terdiri dari BKO Polda Sumsel 763 personel, BKO Mabes Polri 678 personel, Polres OI 479 personel, dibantu TNI dari Kodim 80 personel.
(lil)
Berita Terkait
Ada Putusan MA, Kejari...
Ada Putusan MA, Kejari Pelalawan: Eksekusi Lahan Tetap Harus Dilaksanakan
Kejaksaan Agung Menang...
Kejaksaan Agung Menang Gugatan Kasus Kebakaran Hutan di Jambi
Konflik Batas Lahan...
Konflik Batas Lahan Garapan di Jember Jawa Timur, 9 Orang Ditangkap Polisi
Lahan Dicaplok Perusahaan,...
Lahan Dicaplok Perusahaan, Petani Desa Dayun Sambangi Istana Merdeka
Ketua MPR Desak Kementerian...
Ketua MPR Desak Kementerian ATR Selesaikan Konflik Agraria di Deliserdang
Polisi Ungkap Penyebab...
Polisi Ungkap Penyebab Pecahnya Konflik antara Warga dengan Karyawan PT MEG
Berita Terkini
BMKG Deteksi Siklon...
BMKG Deteksi Siklon Tropis HAISHEN di Utara Papua, Ini Dampaknya bagi Cuaca Indonesia
5 menit yang lalu
Mobil Listrik Tetap...
Mobil Listrik Tetap Masuk Pajak Progresif? Ini Penjelasan Lengkapnya
10 menit yang lalu
Ekonomi Lesu, Welhelm...
Ekonomi Lesu, Welhelm Kurnala Perkuat UMKM Maluku lewat Dana Stimulan
32 menit yang lalu
Pengamat Dukung Mabes...
Pengamat Dukung Mabes Polri Tangkap Pelaku Perampokan dan Penculikan WNA di Bali
1 jam yang lalu
Konservasi Gajah Masuk...
Konservasi Gajah Masuk Babak Baru, IUCN Apresiasi Kebijakan Menhut
1 jam yang lalu
Polisi Kantongi Identitas...
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15
2 jam yang lalu
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved