Polda: Jasa Marga dan Pemda harus duduk bersama
Jum'at, 27 Juli 2012 - 15:08 WIB
Polda: Jasa Marga dan Pemda harus duduk bersama
A
A
A
Sindonews.com - Polda Metro Jaya mengimbau pihak Jasa Marga dan Pemerintah Daerah (Pemda) Bekasi harus duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan penutupan terminal bayangan di ruas Tol Jakarta-Cikampek KM 8 Jati Bening, Pondok Gede, Bekasi.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, Pemda Bekasi dan Jasa Marga harus segera duduk bersama menyelesaikan persoalan terminal bayangan itu. Pasalnya, masing-masing pihak memiliki alasan tersendiri mengenai penutupan terminal bayangan itu.
"Dari pihak Pemda (Bekasi) maupun Jasa Marga harus duduk bersama. Saat ini kan belum dilaksanakan, karena masing-masing kan punya alasan sendiri-sendiri," katanya kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (27/7/2012).
Menurutnya, Pemda Bekasi beralasan keberadaan terminal bayangan tersebut terkait tata ruang wilayah itu, dan pertimbangan warga sekitar yang telah menggantungkan hidupnya dari terminal bayangan itu selama bertahun-tahun.
Diberitakan sebelumnya, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Suhardi Alius turun langsung untuk memfasilitasi dialog antara warga di sekitar terminal bayangan dengan pihak Jasa Marga.
Masa pun membubarkan diri setelah dihasilkan kesepakatan pihak Jasa Marga akan menunda penutupan terminal bayangan yang ada di dalam ruas tol tersebut. Selain itu, beton-beton yang menutup akses menuju terminal bayangan itu juga akan disingkirkan, untuk memberikan akses kepada warga sekitar.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, Pemda Bekasi dan Jasa Marga harus segera duduk bersama menyelesaikan persoalan terminal bayangan itu. Pasalnya, masing-masing pihak memiliki alasan tersendiri mengenai penutupan terminal bayangan itu.
"Dari pihak Pemda (Bekasi) maupun Jasa Marga harus duduk bersama. Saat ini kan belum dilaksanakan, karena masing-masing kan punya alasan sendiri-sendiri," katanya kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (27/7/2012).
Menurutnya, Pemda Bekasi beralasan keberadaan terminal bayangan tersebut terkait tata ruang wilayah itu, dan pertimbangan warga sekitar yang telah menggantungkan hidupnya dari terminal bayangan itu selama bertahun-tahun.
Diberitakan sebelumnya, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Suhardi Alius turun langsung untuk memfasilitasi dialog antara warga di sekitar terminal bayangan dengan pihak Jasa Marga.
Masa pun membubarkan diri setelah dihasilkan kesepakatan pihak Jasa Marga akan menunda penutupan terminal bayangan yang ada di dalam ruas tol tersebut. Selain itu, beton-beton yang menutup akses menuju terminal bayangan itu juga akan disingkirkan, untuk memberikan akses kepada warga sekitar.
(lil)