Jasa Marga tak pikirkan imbas penutupan terminal
Jum'at, 27 Juli 2012 - 14:40 WIB
Jasa Marga tak pikirkan imbas penutupan terminal
A
A
A
Sindonews.com - Polda Metro Jaya menyayangkan tindakan pihak Jasa Marga yang langsung menutup terminal bayangan di KM 8 ruas Tol Jakarta-Cikampek, Jati Bening, Pondok Gede, Bekasi.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, seharusnya Jasa Marga juga memikirkan akibat dari penutupan terminal bayangan tersebut bagi warga sekitar, sebelum menutup akses terminal bayangan dengan pagar besi.
"Yang kita sayangkan, harusnya efek dari penutupan itu dipikirkan ya. Harusnya tindakan yang memunculkan risiko diomongkan dulu," katanya kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (27/7/2012).
Dia mengungkapkan, terminal bayangan tersebut sebenarnya telah dibuka sejak 1987 lalu, dan dalam satu hari sekira ribuan orang memanfaatkan terminal bayangan itu. "Terminal bayangan itu kurang lebih sudah ada dari 1987. Dalam sehari ribuan orang memanfaatkan terminal itu, karena bisa memotong jalan jadi lebih dekat," ungkapnya.
Seperti diketahui, Aksi unjuk rasa di ruas Tol Jakarta-Cikampek disebabkan penutupan terminal bayangan di KM 8, masyarakat yang biasa menggunakan terminal bayangan itu untuk berjualan dan mengojek langsung melakukan aksi pemblokiran jalan tol dengan duduk-duduk, dan tiduran di tengah jalan tol.
Selain itu, masyarakat juga membakar satu unit mobil operasional milik Jasa Marga dan ban bekas. Polisi yang datang ke lokasi langsung mengisolasi lokasi agar tidak meluas. Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Suhardi Alius pun langsung datang ke lokasi unjuk rasa untuk memfasilitasi pertemuan pengunjuk rasa dengan pihak Jasa Marga.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, seharusnya Jasa Marga juga memikirkan akibat dari penutupan terminal bayangan tersebut bagi warga sekitar, sebelum menutup akses terminal bayangan dengan pagar besi.
"Yang kita sayangkan, harusnya efek dari penutupan itu dipikirkan ya. Harusnya tindakan yang memunculkan risiko diomongkan dulu," katanya kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (27/7/2012).
Dia mengungkapkan, terminal bayangan tersebut sebenarnya telah dibuka sejak 1987 lalu, dan dalam satu hari sekira ribuan orang memanfaatkan terminal bayangan itu. "Terminal bayangan itu kurang lebih sudah ada dari 1987. Dalam sehari ribuan orang memanfaatkan terminal itu, karena bisa memotong jalan jadi lebih dekat," ungkapnya.
Seperti diketahui, Aksi unjuk rasa di ruas Tol Jakarta-Cikampek disebabkan penutupan terminal bayangan di KM 8, masyarakat yang biasa menggunakan terminal bayangan itu untuk berjualan dan mengojek langsung melakukan aksi pemblokiran jalan tol dengan duduk-duduk, dan tiduran di tengah jalan tol.
Selain itu, masyarakat juga membakar satu unit mobil operasional milik Jasa Marga dan ban bekas. Polisi yang datang ke lokasi langsung mengisolasi lokasi agar tidak meluas. Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Suhardi Alius pun langsung datang ke lokasi unjuk rasa untuk memfasilitasi pertemuan pengunjuk rasa dengan pihak Jasa Marga.
(lil)