Jasa Marga belum koordinasikan penutupan terminal bayangan
Jum'at, 27 Juli 2012 - 13:36 WIB
Jasa Marga belum koordinasikan penutupan terminal bayangan
A
A
A
Sindonews.com - Pihak Jasa Marga tidak melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian saat akan menutup terminal bayangan di ruas tol Jakarta-Cikampek KM 8 Jati Bening, Pondok Gede, Bekasi.
"Pada waktu penutupan belum ada koordinasi. Jadi waktu mulai kerusuhan, kita baru tahu," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (27/7/2012).
Dia mengungkapkan, pihak Jasa Marga menutup terminal bayangan tersebut pada sekira pukul 02.00 WIB dini hari ini dengan pagar besi, sehingga menutup akses jalan yang biasa digunakan warga.
Namun menurutnya, keberadaan terminal bayangan itu juga kerap mengakibatkan kemacetan di sepanjang KM 8 ruas tol Jakarta-Cikampek. "Memang dalam kenyataan itu, sedikit menghambat kelancaran arus (lalu lintas)," ujarnya.
Untuk itu, dirinya meminta kepada Jasa Marga untuk terlebih dahulu melakukan koordinasi sebelum menutup terminal bayangan. Sehingga, petugas di lapangan bisa mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
Diberitakan sebelumnya, satu unit mobil operasional milik Jasa marga dibakar massa yang berjumlah ratusan saat melakukan aksi unjuk rasa menolak penutupan terminal bayangan di ruas tol Jakarta-Cikampek KM 8 Jati Bening, Pondok Gede, Bekasi.
Aksi yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB tersebut dilakukan warga sekitar terminal bayangan yang merasa bisa kehilangan penghasilannya jika Jasa Marga menutup terminal bayangan itu.
Akibat aksi itu, ruas Tol Cawang menuju Cikampek sempat ditutup, dan Tol Cikampek menuju Jakarta dialihkan melalui ruas Tol Cikunir.
"Pada waktu penutupan belum ada koordinasi. Jadi waktu mulai kerusuhan, kita baru tahu," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (27/7/2012).
Dia mengungkapkan, pihak Jasa Marga menutup terminal bayangan tersebut pada sekira pukul 02.00 WIB dini hari ini dengan pagar besi, sehingga menutup akses jalan yang biasa digunakan warga.
Namun menurutnya, keberadaan terminal bayangan itu juga kerap mengakibatkan kemacetan di sepanjang KM 8 ruas tol Jakarta-Cikampek. "Memang dalam kenyataan itu, sedikit menghambat kelancaran arus (lalu lintas)," ujarnya.
Untuk itu, dirinya meminta kepada Jasa Marga untuk terlebih dahulu melakukan koordinasi sebelum menutup terminal bayangan. Sehingga, petugas di lapangan bisa mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
Diberitakan sebelumnya, satu unit mobil operasional milik Jasa marga dibakar massa yang berjumlah ratusan saat melakukan aksi unjuk rasa menolak penutupan terminal bayangan di ruas tol Jakarta-Cikampek KM 8 Jati Bening, Pondok Gede, Bekasi.
Aksi yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB tersebut dilakukan warga sekitar terminal bayangan yang merasa bisa kehilangan penghasilannya jika Jasa Marga menutup terminal bayangan itu.
Akibat aksi itu, ruas Tol Cawang menuju Cikampek sempat ditutup, dan Tol Cikampek menuju Jakarta dialihkan melalui ruas Tol Cikunir.
(lil)