Verifikasi pemilih, 15.000 data ganda ditemukan
Kamis, 26 Juli 2012 - 09:46 WIB
Verifikasi pemilih, 15.000 data ganda ditemukan
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 15.000 data pemilih ganda ditemukan dalam Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4).
Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Purwakarta dalam menyortiran DP4 juga menemukan sekitar 7.000 penduduk sudah meninggal dunia, namun masih tercantum dalam data yang nantinya akan menjadi Daftar Pemilih Sementara (DPS) itu. DP4 ini yang diserahkan Pemkab Purwakarta kepada KPUD Kabupaten pada 18 Juli lalu ini bakal menjadi celah timbulnya persoalan pascaPemilihan Bupati.
Ketua KPUD Kabupaten Purwakarta Deni Ahmad Haidar menjelaskan, temuan data ganda, berpotensi ganda, serta data penduduk meninggal dunia masih tercantum sebagai calon pemilih berdasarkan sortir DP4 yang diterimanya dari pemerintah. Saat ini sortir tersebut baru selesai dilaksanakan di 12 dari 17 kecamatan. Sehingga data seperti itu berpeluang untuk bertambah, karena masih menyisakan lima kecamatan lagi yang belum disortir.
“Sejauh ini data bermasalah ini telah kami isolasi. Nanti data ini akan kita serahkan ke PPS melalui PPK untuk dilakukan coklit (pencocokan dan penelitian). Sehingga kita memiliki data pemilih yang pasti,” kata Deni kepada SINDO 25 Juli 2012.
Dia menjelaskan, data ganda adalah dua Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada penduduk yang memiliki nama, jenis kelamin, alamat, serta tempat tanggal lahir sama. Sedangkan data berpotensi ganda, adalah nama, alamat, jenis kelamin, tempat kelahiran sama, namun tanggal kelahiran sedikit berbeda.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Purwakarta Agus Rachlan Suherlan menyatakan DP4 bukan harga mati. Masih ada proses lanjutan untuk melakukan akurasi data pemilih.
Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Purwakarta dalam menyortiran DP4 juga menemukan sekitar 7.000 penduduk sudah meninggal dunia, namun masih tercantum dalam data yang nantinya akan menjadi Daftar Pemilih Sementara (DPS) itu. DP4 ini yang diserahkan Pemkab Purwakarta kepada KPUD Kabupaten pada 18 Juli lalu ini bakal menjadi celah timbulnya persoalan pascaPemilihan Bupati.
Ketua KPUD Kabupaten Purwakarta Deni Ahmad Haidar menjelaskan, temuan data ganda, berpotensi ganda, serta data penduduk meninggal dunia masih tercantum sebagai calon pemilih berdasarkan sortir DP4 yang diterimanya dari pemerintah. Saat ini sortir tersebut baru selesai dilaksanakan di 12 dari 17 kecamatan. Sehingga data seperti itu berpeluang untuk bertambah, karena masih menyisakan lima kecamatan lagi yang belum disortir.
“Sejauh ini data bermasalah ini telah kami isolasi. Nanti data ini akan kita serahkan ke PPS melalui PPK untuk dilakukan coklit (pencocokan dan penelitian). Sehingga kita memiliki data pemilih yang pasti,” kata Deni kepada SINDO 25 Juli 2012.
Dia menjelaskan, data ganda adalah dua Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada penduduk yang memiliki nama, jenis kelamin, alamat, serta tempat tanggal lahir sama. Sedangkan data berpotensi ganda, adalah nama, alamat, jenis kelamin, tempat kelahiran sama, namun tanggal kelahiran sedikit berbeda.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Purwakarta Agus Rachlan Suherlan menyatakan DP4 bukan harga mati. Masih ada proses lanjutan untuk melakukan akurasi data pemilih.
(azh)