Perampok di angkot sering melakukan aksinya
Selasa, 24 Juli 2012 - 14:46 WIB
Perampok di angkot sering melakukan aksinya
A
A
A
Sindonews.com - Sopir angkutan umum (angkot) C-10 jurusan Senen-Ciledug yang menjadi pelaku percobaan perampokan dengan disertai pelecehan seksual telah melakukan hal serupa sebanyak dua kali kepada para wanita yang menumpangi angkotnya.
"Berdasarkan keterangan sopir, dia memang sudah pernah melakukan aksi ini (perampokan) sebanyak dua kali ya, dengan kelompok yang sama. Jadi dia itu sopir tembak, yang pertama di Senen," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (24/7/2012).
Seperti diketahui, pada Senin 23 Juli 2012 malam sekira pukul 23.00 WIB terjadi aksi perampokan yang disertai pelecehan seksual terhadap seorang karyawati yang hendak pulang ke rumahnya.
Beberapa saat setelah angkot melaju, tiba-tiba lampu di dalam angkot dimatikan, dan korban langsung disergap, dan dicekik lehernya oleh empat tersangka yang berada bersama korban. Salah satu tersangka juga diketahui sempat melakukan pelecehan seksual dengan memegang payudara korban.
Namun, korban berhasil berteriak dan didengar oleh Nicholas Sandi (24) seorang anggota TNI-AD yang kebetulan kendaraannya beriringan dengan angkot tersebut. Menyadari ada yang mengikuti, pelaku pun mendorong korban keluar dari angkot di depan Gedung Mahkamah Agung, Jalan Medan Merdeka Utara.
Setelah angkot berhasil dihentikan, Nicholas hanya menemukan si sopir di dalam angkot, sedangkan empat tersangka lainnya telah berhasil diturunkan terlebih dahulu olehnya. Sopir yang diketahui bernama Ari Anggara pun kemudian diserahkan kepada petugas Polres Metro Jakarta Pusat untuk menjalani proses pemeriksaan.
"Berdasarkan keterangan sopir, dia memang sudah pernah melakukan aksi ini (perampokan) sebanyak dua kali ya, dengan kelompok yang sama. Jadi dia itu sopir tembak, yang pertama di Senen," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (24/7/2012).
Seperti diketahui, pada Senin 23 Juli 2012 malam sekira pukul 23.00 WIB terjadi aksi perampokan yang disertai pelecehan seksual terhadap seorang karyawati yang hendak pulang ke rumahnya.
Beberapa saat setelah angkot melaju, tiba-tiba lampu di dalam angkot dimatikan, dan korban langsung disergap, dan dicekik lehernya oleh empat tersangka yang berada bersama korban. Salah satu tersangka juga diketahui sempat melakukan pelecehan seksual dengan memegang payudara korban.
Namun, korban berhasil berteriak dan didengar oleh Nicholas Sandi (24) seorang anggota TNI-AD yang kebetulan kendaraannya beriringan dengan angkot tersebut. Menyadari ada yang mengikuti, pelaku pun mendorong korban keluar dari angkot di depan Gedung Mahkamah Agung, Jalan Medan Merdeka Utara.
Setelah angkot berhasil dihentikan, Nicholas hanya menemukan si sopir di dalam angkot, sedangkan empat tersangka lainnya telah berhasil diturunkan terlebih dahulu olehnya. Sopir yang diketahui bernama Ari Anggara pun kemudian diserahkan kepada petugas Polres Metro Jakarta Pusat untuk menjalani proses pemeriksaan.
(lil)