Pelajar tewas tersenggol truk TNI
Senin, 23 Juli 2012 - 10:05 WIB
Pelajar tewas tersenggol truk TNI
A
A
A
Sindonews.com - Rahmat (16), pelajar SMP IT Al Fatian, Aceh Besar meninggal setelah tersenggol truk Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) di perempatan Jalan KH Ahmad Dahlan, Banda Aceh.
Cut Ali, paman korban menyatakan korban bersama rekannya hendak melaksanakan shalat tarawih di Masjid Raya Baiturrahman, sekilometer dari lokasi kejadian.
“Beberapa temannya sudah sampai ke masjid, Rahmat tertinggal di belakang. Rupanya dia mengalami kecelakaan,” ujar Cut Ali menjelaskan Minggu 22 Juli 2012.
Menurut Taufik (42), saksi mata, kecelakaan terjadi saat Rahmat dari arah Lampaseh, hendak menyeberang ingin masuk ke lorong pasar Atjeh, pengendara sepeda motor karisma ini tidak berhasil menghindari truk TNI yang melaju dari arah kanannya. Ia terseret hingga lima meter. Sepeda motor yang ditumpanginya ringsek berat.
Tukang parkir di Pasar Atjeh Shoping Centre itu menyatakan korban seperti ragu-ragu meneruskan laju sepeda motornya.
"Truk itu berada di depan dia, kalau dia tidak mengelak bisa kena depan, dia belok ke samping terus stangnya terkena pintu mobil," jelasnya.
Akibat kecelakaan, Rahmat mengalami pecah kepala serta tangan patah. Ia dilarikan ke rumah sakit Iskandar Muda, milik Kodam Iskandar Muda Provinsi Aceh. Diperjalanan sebelum mendapat perawatan medis ia meninggal.
Usai kejadian, aparat kepolisian lalu lintas melakukan olah tempat kejadian perkara. Selain itu, terlihat aparat Polisi Militer Kodam Iskandar Muda juga melakukan penyelidikan serta mewawancarai sejumlah saksi mata.
Polisi menahan supir truk untuk pendalaman kasus. Selain itu menyita truk dinas militer 9059-05 dan sepeda motor korban.
Pihak keluarga langsung membawa jenazah Rahmat ke kampung halamannya di Keumbang Tanjong, Kabupaten Pidie, Aceh untuk disemayamkan.
Cut Ali, paman korban menyatakan korban bersama rekannya hendak melaksanakan shalat tarawih di Masjid Raya Baiturrahman, sekilometer dari lokasi kejadian.
“Beberapa temannya sudah sampai ke masjid, Rahmat tertinggal di belakang. Rupanya dia mengalami kecelakaan,” ujar Cut Ali menjelaskan Minggu 22 Juli 2012.
Menurut Taufik (42), saksi mata, kecelakaan terjadi saat Rahmat dari arah Lampaseh, hendak menyeberang ingin masuk ke lorong pasar Atjeh, pengendara sepeda motor karisma ini tidak berhasil menghindari truk TNI yang melaju dari arah kanannya. Ia terseret hingga lima meter. Sepeda motor yang ditumpanginya ringsek berat.
Tukang parkir di Pasar Atjeh Shoping Centre itu menyatakan korban seperti ragu-ragu meneruskan laju sepeda motornya.
"Truk itu berada di depan dia, kalau dia tidak mengelak bisa kena depan, dia belok ke samping terus stangnya terkena pintu mobil," jelasnya.
Akibat kecelakaan, Rahmat mengalami pecah kepala serta tangan patah. Ia dilarikan ke rumah sakit Iskandar Muda, milik Kodam Iskandar Muda Provinsi Aceh. Diperjalanan sebelum mendapat perawatan medis ia meninggal.
Usai kejadian, aparat kepolisian lalu lintas melakukan olah tempat kejadian perkara. Selain itu, terlihat aparat Polisi Militer Kodam Iskandar Muda juga melakukan penyelidikan serta mewawancarai sejumlah saksi mata.
Polisi menahan supir truk untuk pendalaman kasus. Selain itu menyita truk dinas militer 9059-05 dan sepeda motor korban.
Pihak keluarga langsung membawa jenazah Rahmat ke kampung halamannya di Keumbang Tanjong, Kabupaten Pidie, Aceh untuk disemayamkan.
(azh)