Hotel Melati tempat mesum resahkan warga Depok
Kamis, 19 Juli 2012 - 09:49 WIB
Hotel Melati tempat mesum resahkan warga Depok
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan warga Kampung Sugu Tamu, Mekarjaya, Sukmajaya, Depok, dini hari tadi beramai-ramai memanggil pihak hotel kelas melati Duta Residence yang berada di tengah lingkungan warga. Hotel yang berdiri sejak 2009 lalu itu, dianggap meresahkan masyarakat karena kerap dijadikan tempat mesum.
Sedikitnya 500 warga dini hari tadi melakukan sidang terbuka terhadap para pegawai hotel tersebut disaksikan oleh Kapolres Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni beserta camat dan lurah. Warga menuntut agar hotel tersebut segera ditutup. Apalagi hotel tersebut tak jauh jaraknya, yakni hanya 20 meter dari masjid.
Salah satu warga, Haji Daus mengatakan selama ini keberadaan hotel tersebut sudah meresahkan warga. Beberapa waktu lalu hotel tersebut juga sempat ramai dituntut warga untuk ditutup.
"Namun sampai sekarang wali kota belum mengeluarkan surat segel atau apalah namanya, kami perhatikan sudah makin keterlaluan, apalagi ini mau bulan puasa, semalam juga ada LSM yang membekingi mereka dan sebagian bodyguard," katanya kepada wartawan, Kamis (19/07/12).
Daus menambahkan selama ini tamu yang datang rata-rata merupakan weanita seksi berpakaian minim dengan bahan pakaian transparan dan berdandan tebal. Sementara banyak pula pria setengah baya yang keluar masuk hotel tersebut.
"Kami inginnya hanya satu, yakni ditutup total, kalaupun dialihkan jadi tempat usaha, harus dijadikan pondok pesantren atau sekolah, kami akan datang ke Balaikota hari ini," tandasnya.
Sebelumnya Pemilik Hotelo Duta Residence Eddy Faisal saat hotel tersebut diprotes warga pernah membantah jika hotel tersebut dijadikan tempat mesum. Konsep hotel tersebut yakni modern minimalis mirip seperti tempat kost masahasiswa dilengkapi kolam renang.
Sedikitnya 500 warga dini hari tadi melakukan sidang terbuka terhadap para pegawai hotel tersebut disaksikan oleh Kapolres Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni beserta camat dan lurah. Warga menuntut agar hotel tersebut segera ditutup. Apalagi hotel tersebut tak jauh jaraknya, yakni hanya 20 meter dari masjid.
Salah satu warga, Haji Daus mengatakan selama ini keberadaan hotel tersebut sudah meresahkan warga. Beberapa waktu lalu hotel tersebut juga sempat ramai dituntut warga untuk ditutup.
"Namun sampai sekarang wali kota belum mengeluarkan surat segel atau apalah namanya, kami perhatikan sudah makin keterlaluan, apalagi ini mau bulan puasa, semalam juga ada LSM yang membekingi mereka dan sebagian bodyguard," katanya kepada wartawan, Kamis (19/07/12).
Daus menambahkan selama ini tamu yang datang rata-rata merupakan weanita seksi berpakaian minim dengan bahan pakaian transparan dan berdandan tebal. Sementara banyak pula pria setengah baya yang keluar masuk hotel tersebut.
"Kami inginnya hanya satu, yakni ditutup total, kalaupun dialihkan jadi tempat usaha, harus dijadikan pondok pesantren atau sekolah, kami akan datang ke Balaikota hari ini," tandasnya.
Sebelumnya Pemilik Hotelo Duta Residence Eddy Faisal saat hotel tersebut diprotes warga pernah membantah jika hotel tersebut dijadikan tempat mesum. Konsep hotel tersebut yakni modern minimalis mirip seperti tempat kost masahasiswa dilengkapi kolam renang.
(san)