Pesta oplosan tiner, 1 napi tewas
Rabu, 18 Juli 2012 - 20:07 WIB
Pesta oplosan tiner, 1 napi tewas
A
A
A
Sindonews.com - Tidak ada rotan akar pun jadi. Untuk melampiaskan keinginannya untuk menenggak minuman keras (miras) empat narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kota Pasuruan menenggak teh yang dicampur dengan tiner (cairan pengencer cat).
Akibat menenggak teh yang dioplos tiner di dalam Lapas, seorang napi tewas. Sementara empat napi lainnya yang kritis, nyawanya masih bisa diselamatkan.
Korban tewas adalah Beni Suripto, warga Desa Muneng Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo. Napi kasus pencurian motor yang sudah menjalani satu tahun masa tahanan ini tewas setelah menjalani perawatan di Ruang Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) DR R Soedarsono, Kota Pasuruan.
Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara, Porong untuk dilakukan visum. Sementara itu, tiga napi lainnya yakni Khusairi, Muhsin dan Sholeh hingga saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr Soedarsono.
Keterangan yang dihimpun, pesta teh oplosan tiner sebenarnya dilakukan pada Senin (16/7) malam. Tiner ini didapat dari lingkungan LP yang bekas dipergunakan untuk mencampur cat.
Usai menenggak oplosan teh ini, para napi ini merasakan pikirannya melayang-layang layaknya seusai pesta minuman keras. Namun sehari berikutnya, para napi ini mulai merasakan efek samping dari tiner yang diminumnya.
"Perut rasanya sakit dan mual-mual. Itu baru terasa sehari setelah minum campuran tiner," ujar Khusairi yang ditemui di ruang perawatan penyakit dalam RSUD dr R Soedarsono, Rabu (18/7/2012).
Kepala LP Kota Pasuruan, Winarsangka, menyatakan petugas jaga pada Selasa malam mendapati para napi mengeluh sakit perut. Karena kondisinya yang terus melemah, petugas berinisiatif merujuknya ke RSUD untuk segera mendapatkan perawatan.
Pihaknya baru mengetahui penyebab sakit tersebut berasal dari teh oplosan tiner yang didapat dari sisa pengecatan masjid. Pihaknya menyebut para napi itu dipaksa untuk meminum oplosan tiner.
"Seorang di antaranya, Muhsin adalah takmir masjid yang kami percaya untuk mengecat masjid. Sisa tiner itu ternyata disembunyikan di kamar dan dipergunakan untuk campuran teh," kata Winarsangka.
Akibat menenggak teh yang dioplos tiner di dalam Lapas, seorang napi tewas. Sementara empat napi lainnya yang kritis, nyawanya masih bisa diselamatkan.
Korban tewas adalah Beni Suripto, warga Desa Muneng Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo. Napi kasus pencurian motor yang sudah menjalani satu tahun masa tahanan ini tewas setelah menjalani perawatan di Ruang Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) DR R Soedarsono, Kota Pasuruan.
Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara, Porong untuk dilakukan visum. Sementara itu, tiga napi lainnya yakni Khusairi, Muhsin dan Sholeh hingga saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr Soedarsono.
Keterangan yang dihimpun, pesta teh oplosan tiner sebenarnya dilakukan pada Senin (16/7) malam. Tiner ini didapat dari lingkungan LP yang bekas dipergunakan untuk mencampur cat.
Usai menenggak oplosan teh ini, para napi ini merasakan pikirannya melayang-layang layaknya seusai pesta minuman keras. Namun sehari berikutnya, para napi ini mulai merasakan efek samping dari tiner yang diminumnya.
"Perut rasanya sakit dan mual-mual. Itu baru terasa sehari setelah minum campuran tiner," ujar Khusairi yang ditemui di ruang perawatan penyakit dalam RSUD dr R Soedarsono, Rabu (18/7/2012).
Kepala LP Kota Pasuruan, Winarsangka, menyatakan petugas jaga pada Selasa malam mendapati para napi mengeluh sakit perut. Karena kondisinya yang terus melemah, petugas berinisiatif merujuknya ke RSUD untuk segera mendapatkan perawatan.
Pihaknya baru mengetahui penyebab sakit tersebut berasal dari teh oplosan tiner yang didapat dari sisa pengecatan masjid. Pihaknya menyebut para napi itu dipaksa untuk meminum oplosan tiner.
"Seorang di antaranya, Muhsin adalah takmir masjid yang kami percaya untuk mengecat masjid. Sisa tiner itu ternyata disembunyikan di kamar dan dipergunakan untuk campuran teh," kata Winarsangka.
(azh)