Perampok ala ninja beraksi di Pasuruan
Selasa, 17 Juli 2012 - 19:01 WIB
Perampok ala ninja beraksi di Pasuruan
A
A
A
Sindonews.com - Kawanan perampok bercadar ala ninja kembali beraksi di Kabupaten Pasuruan. Perampok yang bersenjata tajam jenis celurit menyatroni rumah Abdun (63), juragan selep (penggilingan padi) di Desa Coban Blimbing Kecamatan Wonorejo.
Dalam aksinya, kawanan perampok yang diduga berjumlah tujuh orang ini memasuki rumah dengan cara melompati pagar pada dini hari. Setelah berhasil masuk ke dalam rumah, para pelaku menyekap tuan rumah. Mereka memaksa menunjukkan tempat menyimpan hartanya.
Para perampok ini tidak hanya menggertak. Mereka bahkan sempat membacok korban di bagian punggungnya. Karena tak mampu melawan, korban akhirnya terpaksa merelakan hartanya dibawa kabur.
Sejumlah harta korban yang berhasil dibawa kabur para pelaku, diantaranya yakni sarung empat dus, uang tunai Rp2 juta, perhiasan emas dan mobil Pikap. Beberapa saat kemudian, para perampok ini kabur dengan harta jarahannya.
Beruntung, mobil pikap ini ternyata ditinggalkan pelaku di sekitar 15 kilometer dari tempat kejadian perkara, tepatnya di kawasan Klojen Kecamatan Purwosari.
"Saat perampokan terjadi, tidak ada warga yang mengetahui. Warga baru mendengar setelah Abdun yang tinggal bersama istri dan dua cucunya berteriak minta tolong," kata Sutaji, warga setempat menjelaskan, Selasa (17/7/2012).
Akibat luka parah yang dideritanya, H Abdun kemudian dilakukan pertolongan di Puskesmas setempat. Namun karena lukanya yang parah, korban akhirnya dirujuk ke rumah sakit di Lawang, Malang.
Petugas kepolisian beberapa saat kemudian langsung menggelar olah tempat kejadian perkara. Selain memeriksa sejumlah saksi, petugas juga telah disebar untuk melacak tempat persembunyian pelaku yang diduga masih berada di Pasuruan.
"Kasus ini masih dalam penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi," kata Kapolsek Wonorejo AKP Budi Utomo.
Dalam aksinya, kawanan perampok yang diduga berjumlah tujuh orang ini memasuki rumah dengan cara melompati pagar pada dini hari. Setelah berhasil masuk ke dalam rumah, para pelaku menyekap tuan rumah. Mereka memaksa menunjukkan tempat menyimpan hartanya.
Para perampok ini tidak hanya menggertak. Mereka bahkan sempat membacok korban di bagian punggungnya. Karena tak mampu melawan, korban akhirnya terpaksa merelakan hartanya dibawa kabur.
Sejumlah harta korban yang berhasil dibawa kabur para pelaku, diantaranya yakni sarung empat dus, uang tunai Rp2 juta, perhiasan emas dan mobil Pikap. Beberapa saat kemudian, para perampok ini kabur dengan harta jarahannya.
Beruntung, mobil pikap ini ternyata ditinggalkan pelaku di sekitar 15 kilometer dari tempat kejadian perkara, tepatnya di kawasan Klojen Kecamatan Purwosari.
"Saat perampokan terjadi, tidak ada warga yang mengetahui. Warga baru mendengar setelah Abdun yang tinggal bersama istri dan dua cucunya berteriak minta tolong," kata Sutaji, warga setempat menjelaskan, Selasa (17/7/2012).
Akibat luka parah yang dideritanya, H Abdun kemudian dilakukan pertolongan di Puskesmas setempat. Namun karena lukanya yang parah, korban akhirnya dirujuk ke rumah sakit di Lawang, Malang.
Petugas kepolisian beberapa saat kemudian langsung menggelar olah tempat kejadian perkara. Selain memeriksa sejumlah saksi, petugas juga telah disebar untuk melacak tempat persembunyian pelaku yang diduga masih berada di Pasuruan.
"Kasus ini masih dalam penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi," kata Kapolsek Wonorejo AKP Budi Utomo.
(azh)