Warga DKI alami perubahan arah politik
Selasa, 17 Juli 2012 - 17:03 WIB
Warga DKI alami perubahan arah politik
A
A
A
Sindonews.com - Warga DKI Jakarta sedang mengalami perubahan. Pola pikir warga DKI Jakarta pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) periode ini, disebut mengarah pada demokrasi kedaulatan.
Dalam demokrasi kedaulatan ini warga Jakarta memegang kedaulatan di tangannya sendiri. Sehingga ketika warga menginginkan perubahan atas pemimpinnya, maka hal itu tidak bisa diganggu gugat lagi.
Demikian yang disampaikan pengamat politik Timur Tengah Zuhaeri Misrawi dalam diskusi di Rumah Perubahan, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (17/7/2012).
Saat ini DKI Jakarta mulai menuju ke arah kedaulatan. Perubahan di DKI ini ingin ditentukan oleh rakyat sendiri, sehingga rakyat tidak lagi tergiur iming-iming uang maupun iklan.
"Maka benar kalau rakyat yang memegang saham. Ketika rakyat menginginkan perubahan, maka tidak bisa diganggu gugat lagi. Saya kira rakyat sekarang sedang muak dengan rezim yang saat ini ada," tegas Zuhaeri.
Zuhaeri mencontohkan negara-negara di Timur Tengah, demokrasi yang ada tidak merugikan rakyat. "Contohnya negara Mesir, berdaulat menjadi kunci berdemokrasi. Sehingga, segala sesuatu yang merugikan rakyat secara otomatis akan terkalahkan," ujarnya.
Dalam demokrasi kedaulatan ini warga Jakarta memegang kedaulatan di tangannya sendiri. Sehingga ketika warga menginginkan perubahan atas pemimpinnya, maka hal itu tidak bisa diganggu gugat lagi.
Demikian yang disampaikan pengamat politik Timur Tengah Zuhaeri Misrawi dalam diskusi di Rumah Perubahan, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (17/7/2012).
Saat ini DKI Jakarta mulai menuju ke arah kedaulatan. Perubahan di DKI ini ingin ditentukan oleh rakyat sendiri, sehingga rakyat tidak lagi tergiur iming-iming uang maupun iklan.
"Maka benar kalau rakyat yang memegang saham. Ketika rakyat menginginkan perubahan, maka tidak bisa diganggu gugat lagi. Saya kira rakyat sekarang sedang muak dengan rezim yang saat ini ada," tegas Zuhaeri.
Zuhaeri mencontohkan negara-negara di Timur Tengah, demokrasi yang ada tidak merugikan rakyat. "Contohnya negara Mesir, berdaulat menjadi kunci berdemokrasi. Sehingga, segala sesuatu yang merugikan rakyat secara otomatis akan terkalahkan," ujarnya.
(lns)