Besok, Jemaat Tarekat Naqsabandiyah mulai puasa

Selasa, 17 Juli 2012 - 14:26 WIB
Besok, Jemaat Tarekat...
Besok, Jemaat Tarekat Naqsabandiyah mulai puasa
A A A
Sindonews.com - Jemaat Tarekat Naqsabandiyah di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), malam nanti akan menunaikan ibadah salat tarawih. Artinya, besok 18 Juli 2012, umat Naqsabandiyah akan mulai menunaikan ibadah puasa.

Sekretaris Naqsabandiyah dari Masjid Baitul Makmur, Kecamatan Pauh, Padang, Edizon mengatakan malam nanti usai salat Isya, umat Naqsabandiyah di Padang langsung melakukan salat tarawih berjamaah.

“Untuk Ramadan 1433 Hijriah pada tahun ini jatuh 18 Juli besok. Penentuan awal Ramadan setiap tahun dilakukan berdasarkan perhitungan metode hisab munjid dan kita akan berpuasa selama 30 hari," ungkap Edizon menjelaskan kepada wartawan, Selasa (17/7/2012).

Edizon menjelaskan penentuan awal puasa ini dua hari lebih cepat daripada Muhammadiyah yang menetapkan awal Ramadhan jatuh pada 20 Juli 2012. Sementara pemerintah baru akan melakukan sidang isbat pada 19 Juli 2012, kalau tarekat Sattariyah di Ulakan, Kabupaten Padang akan telat satu sampai dua hari setelah pemerintah menentukan puasa.

Metode hisab munjid ini telah digunakan Jamaah Tarekat Naqsabandiyah secara turun temurun. Metode ini berasal dari Mekkah dan dikarang ulama besar di zaman Rasulullah.

“Penentuan awal Ramadan dilakukan dengan cara menghitung 360 hari dari awal Ramadan tahun lalu di mana dalam setiap bulannya hanya terdapat 29 dan 30 hari,” tandasnya.

Selain menghitung kalender, penentuan awal puasa itu juga didukung rukyatul hilal (melihat bulan) dengan mata telanjang pada 8, 15, 22 dan 30 Sya’ban, kalau bulan nampak maka puasa akan dilakukan.

“Untuk tahun-tahun ini, rukyatul hilal tidak dilakukan karena hisab munjid sudah tepat," katanya.

Edizon mengklaim Jemaat Naqsabandiyah ini memiliki 8.000 pengikut dan memiliki puluhan masjid dan musala yang menjadi pusat peribadatan Jemaat Tarekat Naqsabandiyah. Di kota Padang, masjid dan musala tersebut tersebar di Kecamatan Pauh, Lubuk Kilangan, dan Lubuk Begalung.

Sementara Zalar guru masjid Baitul Makmur menjelaskan, setiap tahun selalu berbeda dengan keputusan pemerintah dalam pelaksanaan puasa Ramadan, baginya bukanlah persoalan.

“Pemerintah memiliki dasar dalam penetapan Ramadan, dan kami juga punya dasar yang mengacu pada Alquran dan Hadist, jadi dengan kondisi ini tidak perlu diperdebatkan,” pungkasnya.
(azh)
Berita Terkait
Orang yang Celaka di...
Orang yang Celaka di Bulan Ramadan, Ini Penyebabnya
Hilal di Titik Pemantaun...
Hilal di Titik Pemantaun Masjid KH Hasyim Asy’ari Tidak Terlihat
4 Tradisi Unik Menyambut...
4 Tradisi Unik Menyambut Ramadan di Dunia, dari Mheibes hingga Nyekar
Survei Online Ramadan:...
Survei Online Ramadan: Warganet Pilih Belanja Pakaian dan Berbuka dengan Gorengan
13 Hari Menjelang Puasa...
13 Hari Menjelang Puasa Ramadan, Berikut 3 Bekal Terbaik
3 Fase Ramadan Beserta...
3 Fase Ramadan Beserta Keutamaan dan Amalan yang Bisa Dikerjakan
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
4 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
5 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
6 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
6 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
8 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
9 jam yang lalu
Infografis
10 Jurusan yang Mulai...
10 Jurusan yang Mulai Ditinggalkan dan 6 Prodi Primadona Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved