Cari pemimpin bukan berdasar iklan atau uang
Selasa, 17 Juli 2012 - 13:58 WIB
Cari pemimpin bukan berdasar iklan atau uang
A
A
A
Sindonews.com - Unggulnya pasangan calon gubernur-wakil gubernur (cagub-cawagub) Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta menunjukkan telah terjadi proses demokrasi di tengah masyarakat.
Pakar Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan masyarakat DKI Jakarta menginginkan perubahan tanpa terpengaruh iklan, maupun uang.
"Masyarakat saat ini butuh pemimpin yang kembali ke konsep awal demokrasi, yaitu 'dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat'. Dan benar-benar pemimpin yang bisa memimpin, bukan pemimpin berdasarkan iklan maupun uang. Kita saat ini tidak butuh pemimpin uang, pemimpin iklan. Melainkan pemimpin rakyat," tukas Siti dalam diskusi di Rumah Perubahan, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (17/7/2012).
Lebih lanjut Siti mengatakan, demokrasi di Indonesia dimulai sejak tahun 1999 dan baru diwujudkan melalui Pemilu 2004 dan Pemilu 2009. Namun demokrasi itu menang belum menghasilkan pemimpin, melainkan hanya menghasilkan penguasa.
Pakar Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan masyarakat DKI Jakarta menginginkan perubahan tanpa terpengaruh iklan, maupun uang.
"Masyarakat saat ini butuh pemimpin yang kembali ke konsep awal demokrasi, yaitu 'dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat'. Dan benar-benar pemimpin yang bisa memimpin, bukan pemimpin berdasarkan iklan maupun uang. Kita saat ini tidak butuh pemimpin uang, pemimpin iklan. Melainkan pemimpin rakyat," tukas Siti dalam diskusi di Rumah Perubahan, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (17/7/2012).
Lebih lanjut Siti mengatakan, demokrasi di Indonesia dimulai sejak tahun 1999 dan baru diwujudkan melalui Pemilu 2004 dan Pemilu 2009. Namun demokrasi itu menang belum menghasilkan pemimpin, melainkan hanya menghasilkan penguasa.
(lns)