Warga bentrok, SUS Gedebage dihentikan
Selasa, 10 Juli 2012 - 08:29 WIB
Warga bentrok, SUS Gedebage dihentikan
A
A
A
Sindonews.com - Pelaksana proyek Stadion Utama Sepak Bola (SUS) Gedebage, PT Adhi Karya, terpaksa menghentikan sementara pembangunan setelah ratusan warga memaksa seluruh pekerja menghentikan aktivitas dan keluar dari lokasi.
Penghentian dipicu perselisihan yang melibatkan warga dan keamanan proyek. Akibatnya, seorang warga menjadi korban penusukan yang menurut mereka dilakukan keamanan proyek. Mendengar ada warga yang ditusuk, warga bergerombol mendatangi lokasi proyek. Mereka berkerumun tak jauh dari kantor PT Adhi Karya sambil terus berteriak-teriak menuntut dipertemukan dengan pelaku penusukan.
Warga lainnya melempar batu dan menggedor- gedor pagar seng. Beberapa jendela kantor pecah akibat lemparan batu. Warga memaksa seluruh pekerja proyek yang saat itu tengah berakitivitas keluar. Seorang saksi mata warga setempat, Dadang Sudirman, mengungkapkan bahwa kejadian bermula sekitar pukul 17.30 WIB Senin sore 9 Juli 2012.
Saat itu, Ketua RW 01 Kelurahan Rancanumpang Iyang Supriatna yang didampingi seorang warga,Deni Irawan,berencana meminta sumbangan untuk perayaan 17 Agustusan di pintu selatan SUS Gedebage.
“Entah dipicu persoalan apa,Pak Iyang memukul petugas K3 (keamanan proyek) bernama Solihin. Sempat terjadi pergulatan antara Solihin, Pa Iyang, dan Deni. Sebelum sempat dilerai,Deni terkena sabetan pisau Solihin di bagian pinggulnya. Pak Iyang pun terkena sabetan pisau di bagian lengannya,” ujar Dadang di lokasi kejadian.
Kabar adanya warga yang ditusuk petugas keamanan proyek dengan cepat diterima warga sekitar. Tak lama kemudian sekitar pukul 18.00 WIB, warga bergerombol mendatangi lokasi proyek. Mereka mencari-cari pelaku penusukan.
“Emosi warga saat itu tak terbendung. Suasana pun cukup mencekam,” ujar Dadang.
Menurut dia,sumbangan itu sudah melalui kesepakatan yang dibuat warga dan PT Adhi Karya, tiga hari sebelumnya. Masih di lokasi proyek, Kapolsek Gedebage Kompol Darwan Hasan mengatakan bahwa penusukan tersebut diduga dilakukan tanpa disengaja. Darwan membenarkan perselisihan dipicu oleh permintaan sumbangan 17 Agustusan kepada PT Adhi Karya.
“Namun,sepertinya warga tidak diterima dengan baik oleh PT Adhi Karya, sehingga terjadi perselisihan itu,” katanya.
Untuk mengantisipasi halhal yang tidak diinginkan, pihaknya menurunkan polisi sebanyak 20 personel untuk mengamankan lokasi proyek.
“Pelaku masih kami cari. Kami jamin polisi pasti menangkap pelaku. Kami dibantu Polrestabes dan kami minta percayakan semuanya.Saya minta tidak ada perusakan.Besok (hari ini), saya undang PT Adikarya untuk menemui anda semua,” kata Kapolsek di hadapan warga.
Meski suasana mereda, puluhan warga masih menduduki area proyek SUS Gedebage hingga pukul 23.00 WIB. Salah seorang perwakilan PT Adhi Karya, Irwansyah, mengaku menjadi sasaran warga yang emosi.
“Warga sempat berusaha memukul dan melempar saya dengan batu,tapi saya berhasil mengelak,”ucapnya.
Irwansyah yang dipercaya menggantikan posisi manajer proyek mengaku terpaksa menghentikan sementara pembangunan SUS Gedebage malam itu hingga ada penyelesaian melalui musyawarah yang rencananya akan digelar hari ini (Selasa,11/7). Sementara itu,warga mendesak polisi segera menangkap pelaku penusukan dan meminta PT Adikarya menghadap pada mereka.
“Siapa yang jamin pelaku tertangkap? Kami bukan berurusan sama polisi, orang Adikarya suruh ke sini menghadap sama saya sebagai jaminan,” ungkap Nani (36), kakak korban Deni Irawan.
Penghentian dipicu perselisihan yang melibatkan warga dan keamanan proyek. Akibatnya, seorang warga menjadi korban penusukan yang menurut mereka dilakukan keamanan proyek. Mendengar ada warga yang ditusuk, warga bergerombol mendatangi lokasi proyek. Mereka berkerumun tak jauh dari kantor PT Adhi Karya sambil terus berteriak-teriak menuntut dipertemukan dengan pelaku penusukan.
Warga lainnya melempar batu dan menggedor- gedor pagar seng. Beberapa jendela kantor pecah akibat lemparan batu. Warga memaksa seluruh pekerja proyek yang saat itu tengah berakitivitas keluar. Seorang saksi mata warga setempat, Dadang Sudirman, mengungkapkan bahwa kejadian bermula sekitar pukul 17.30 WIB Senin sore 9 Juli 2012.
Saat itu, Ketua RW 01 Kelurahan Rancanumpang Iyang Supriatna yang didampingi seorang warga,Deni Irawan,berencana meminta sumbangan untuk perayaan 17 Agustusan di pintu selatan SUS Gedebage.
“Entah dipicu persoalan apa,Pak Iyang memukul petugas K3 (keamanan proyek) bernama Solihin. Sempat terjadi pergulatan antara Solihin, Pa Iyang, dan Deni. Sebelum sempat dilerai,Deni terkena sabetan pisau Solihin di bagian pinggulnya. Pak Iyang pun terkena sabetan pisau di bagian lengannya,” ujar Dadang di lokasi kejadian.
Kabar adanya warga yang ditusuk petugas keamanan proyek dengan cepat diterima warga sekitar. Tak lama kemudian sekitar pukul 18.00 WIB, warga bergerombol mendatangi lokasi proyek. Mereka mencari-cari pelaku penusukan.
“Emosi warga saat itu tak terbendung. Suasana pun cukup mencekam,” ujar Dadang.
Menurut dia,sumbangan itu sudah melalui kesepakatan yang dibuat warga dan PT Adhi Karya, tiga hari sebelumnya. Masih di lokasi proyek, Kapolsek Gedebage Kompol Darwan Hasan mengatakan bahwa penusukan tersebut diduga dilakukan tanpa disengaja. Darwan membenarkan perselisihan dipicu oleh permintaan sumbangan 17 Agustusan kepada PT Adhi Karya.
“Namun,sepertinya warga tidak diterima dengan baik oleh PT Adhi Karya, sehingga terjadi perselisihan itu,” katanya.
Untuk mengantisipasi halhal yang tidak diinginkan, pihaknya menurunkan polisi sebanyak 20 personel untuk mengamankan lokasi proyek.
“Pelaku masih kami cari. Kami jamin polisi pasti menangkap pelaku. Kami dibantu Polrestabes dan kami minta percayakan semuanya.Saya minta tidak ada perusakan.Besok (hari ini), saya undang PT Adikarya untuk menemui anda semua,” kata Kapolsek di hadapan warga.
Meski suasana mereda, puluhan warga masih menduduki area proyek SUS Gedebage hingga pukul 23.00 WIB. Salah seorang perwakilan PT Adhi Karya, Irwansyah, mengaku menjadi sasaran warga yang emosi.
“Warga sempat berusaha memukul dan melempar saya dengan batu,tapi saya berhasil mengelak,”ucapnya.
Irwansyah yang dipercaya menggantikan posisi manajer proyek mengaku terpaksa menghentikan sementara pembangunan SUS Gedebage malam itu hingga ada penyelesaian melalui musyawarah yang rencananya akan digelar hari ini (Selasa,11/7). Sementara itu,warga mendesak polisi segera menangkap pelaku penusukan dan meminta PT Adikarya menghadap pada mereka.
“Siapa yang jamin pelaku tertangkap? Kami bukan berurusan sama polisi, orang Adikarya suruh ke sini menghadap sama saya sebagai jaminan,” ungkap Nani (36), kakak korban Deni Irawan.
(azh)