Banda Aceh akan berlakukan jam malam
Senin, 09 Juli 2012 - 15:30 WIB
Banda Aceh akan berlakukan jam malam
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Banda Aceh berencana akan memberlakukan jam malam bagi pelajar untuk meminimalisir kenakalan remaja. Jam malam ini juga diberlakukan untuk meningkat kualitas pendidikan.
Rencana jam malam tersebut dilontarkan Sa’aduddin Djamal, Wakil Wali Kota Banda Aceh. Pihaknya saat ini terus berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk menjalankan jam malam tersebut.
"Jam malam diberlakukan karena banyak keluhan dari orangtua, jadi untuk mencegah siswa berkeliaran di luar," kata Wakil Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, Senin (9/7/2012).
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Aceh ini juga menegaskan jam malam untuk menggalakkan aktivitas keagamaan para siswa. Ia menerapkan program magrib wajib mengaji yang dilanjutkan dengan belajar.
Illiza mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh. Kebijakan pemerintah tersebut diakuinya merupakan hasil dari adopsi dari berbagai negara yang telah menerapkan jam malam tersebut.
"Di luar negeri pukul 21.00 itu pelajar sudah senyap semua, kenapa di Aceh tidak seperti itu. Kita harap ini dapat diterima oleh masyarakat," jelasnya.
Koordinasi dengan berbagai pihak hanya untuk menetapkan jam berapa diberlakukan agar dapat diterima seluruh masyarakat. Terkait jam pemberlakuan, kemungkinan selepas Magrib atau Isya waktu setempat. Ia telah memerintahkan kepala dinas terkait segera menerapkannya.
Rencana jam malam tersebut dilontarkan Sa’aduddin Djamal, Wakil Wali Kota Banda Aceh. Pihaknya saat ini terus berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk menjalankan jam malam tersebut.
"Jam malam diberlakukan karena banyak keluhan dari orangtua, jadi untuk mencegah siswa berkeliaran di luar," kata Wakil Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, Senin (9/7/2012).
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Aceh ini juga menegaskan jam malam untuk menggalakkan aktivitas keagamaan para siswa. Ia menerapkan program magrib wajib mengaji yang dilanjutkan dengan belajar.
Illiza mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh. Kebijakan pemerintah tersebut diakuinya merupakan hasil dari adopsi dari berbagai negara yang telah menerapkan jam malam tersebut.
"Di luar negeri pukul 21.00 itu pelajar sudah senyap semua, kenapa di Aceh tidak seperti itu. Kita harap ini dapat diterima oleh masyarakat," jelasnya.
Koordinasi dengan berbagai pihak hanya untuk menetapkan jam berapa diberlakukan agar dapat diterima seluruh masyarakat. Terkait jam pemberlakuan, kemungkinan selepas Magrib atau Isya waktu setempat. Ia telah memerintahkan kepala dinas terkait segera menerapkannya.
(azh)