DPT kisruh, golput bertambah
Senin, 09 Juli 2012 - 15:26 WIB
DPT kisruh, golput bertambah
A
A
A
Sindonews.com - Kisruh dalam penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta bisa berakibat pada bertambahnya warga Jakarta yang tidak menggunakan hak pilihnya dalam pemungutan suara mendatang.
"Dengan kisruh seperti ini, justru akan membuat potensi golput menjadi tinggi lagi," kata Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI) Jeirry Sumampouw dalam Diskusi Forum Wartawan Pemilu di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (9/7/2012).
Dia menilai, sikap pemerintah yang tidak profesional dalam menangani persoalan DPT adalah persoalan klasik yang terus berulang dalam penyelenggaraan pemilu. Padahal, dengan terus berulangnya persoalan DPT akan menambah ketidakpercayaan publik terhadap proses pemilu.
Selain itu, dia juga meminta masyarakat mewaspadai upaya penggelembungan suara yang dilakukan pihak tertentu dalam Pilgub DKI Jakarta. Kisruh DPT juga akan memunculkan permasalahan manipulasi data yang rentan terjadi pada hari pelaksanaan pemungutan suara dalam Pilgub DKI Jakarta.
Sekedar diketahui, berdasarkan jadwal tahapan kampanye Pilgub DKI Jakarta yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta mulai 8 Juli 2012 hingga 10 Juli 2012 memasuki masa tenang sebelum pemungutan suara pada 11 Juli 2012 mendatang.
Dalam Pilgub DKI Jakarta sendiri, ada enam pasangan calon yang berlaga, yakni pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, Hendardji Soepandji-A Riza Patria, Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama, Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini, Alex Noerdin-Nono Sampono, dan Faisal Basri-Biem Benjamin.
"Dengan kisruh seperti ini, justru akan membuat potensi golput menjadi tinggi lagi," kata Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI) Jeirry Sumampouw dalam Diskusi Forum Wartawan Pemilu di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (9/7/2012).
Dia menilai, sikap pemerintah yang tidak profesional dalam menangani persoalan DPT adalah persoalan klasik yang terus berulang dalam penyelenggaraan pemilu. Padahal, dengan terus berulangnya persoalan DPT akan menambah ketidakpercayaan publik terhadap proses pemilu.
Selain itu, dia juga meminta masyarakat mewaspadai upaya penggelembungan suara yang dilakukan pihak tertentu dalam Pilgub DKI Jakarta. Kisruh DPT juga akan memunculkan permasalahan manipulasi data yang rentan terjadi pada hari pelaksanaan pemungutan suara dalam Pilgub DKI Jakarta.
Sekedar diketahui, berdasarkan jadwal tahapan kampanye Pilgub DKI Jakarta yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta mulai 8 Juli 2012 hingga 10 Juli 2012 memasuki masa tenang sebelum pemungutan suara pada 11 Juli 2012 mendatang.
Dalam Pilgub DKI Jakarta sendiri, ada enam pasangan calon yang berlaga, yakni pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, Hendardji Soepandji-A Riza Patria, Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama, Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini, Alex Noerdin-Nono Sampono, dan Faisal Basri-Biem Benjamin.
(lil)