Fosil gigi hewan purba baru ditemukan

Jum'at, 04 Mei 2012 - 17:31 WIB
Fosil gigi hewan purba...
Fosil gigi hewan purba baru ditemukan
A A A
Sindonews.com - Penggalian benda bersejarah (ekskavasi) yang dilakukan tim arkeolog Universitas Gajah Mada (UGM) dan Universitas Airlangga (Unair) di sekitar Gua Song Genthong, Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung menemukan sejumlah gigi binatang (fauna) purba.

Fosil gigi bertipe lopodont (berbaris) tersebut berada di lokasi barat daya berdekatan dengan dinding gua.

“Binatang ini berdiet frugivora/folifora atau hanya memakan daun dan buah, “ujar Ketua Tim Peneliti Pusat Laboratorium Bio Antroplogi dan Paleo Antropologi, Fakultas Kedokteran UGM, Rusyad Adi Suryanto kepada wartawan, Jumat (4/5/2012).

Secara teori, gigi merupakan bagian terbaik dari sebuah fosil mamalia. Dengan gigi, ilmu paleontologis akan lebih mudah mengidentifikasi jenis species apa yang memilikinya. Misalnya herbivora memiliki jumlah gigi geraham lebih banyak. Sebab tanpa proses pengunyahan rumput akan sulit dicerna.

Sedangkan carnivora lebih memfungsikan gigi taring untuk membunuh dan merobek. Sebab, daging lebih mudah dicerna. Sebelumnya di tempat yang sama, kata Rusyad tim juga menemukan sisa-sisa hewan purba dengan tipe gigi bunodont dan hypsodont. “Semuanya masih dalam penelitian,“ terangnya.

Secara tekhnis, proses penelitian atau observasi sendiri dilakukan dengan memisahkan sub fosil atau fosil yang bercampur dengan tanah. Lokasi ini berjarak sekitar 100 meter dari mulut Gua Song Genthong.

Saat ini tim sudah bekerja selama empat hari. Jejak manusia purba, terutama yang memiliki kekerabatan dengan homo sapiens Wajakensis temuan Edward Dubois dokter Belanda memang belum ditemukan.

Namun dengan adanya fosil gigi tersebut, Rusyad meyakini bahwa kehidupan manusia purba pada 10 ribu tahun silam hingga peradaban (awal tahun masehi) atau zaman holosin pernah ada disana. Sebab, jauh hari sebelumnya fosil sampah manusia purba dan gastropoda (kerang laut) juga ditemukan tidak jauh dari sana. Mengacu ilmu sejarah, jika terdapat sampah, tentunya ada kehidupan manusia di sana.

“Tujuan penelitian ini untuk membuktikan semua itu,“ tegasnya.

Lokasi yang ada saat ini telah disterilkan dari aktivitas warga. Sebab, tempat yang ada dan di sekitarnya merupakan wilayah pertambangan batuan.

Menurut Rusyad, di dalam tim yang dimpimpinya juga melibatkan para ahli bidang geo-arkeologi, paleo-antroplogi dan bio-antropologi dari Departemen Arkeologi Unair. Penelitian akan dilakukan secara komperehensif.

Dan langkah selanjutnya yang dilakukan Rusyad adalah melakukan uji DNA terhadap semua fosil yang ada. Dengan hasil DNA akan diketahui secara pasti jenis binatang purba tersebut, termasuk hubungan kekerabatan dengan manusia purba temuan Edward Dubois. “Kita tunggu hasilnya nanti, “pungkasnya.(azh)
()
Berita Terkini
PT Pegadaian CPS Pondok...
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Bersama Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan
4 menit yang lalu
3 Pengamen di Bekasi...
3 Pengamen di Bekasi Coba Bakar Rumah Warga, Sempat Ditangkap dan Diselesaikan Melalui RJ
11 menit yang lalu
Kang Cucun Santuni 1.448...
Kang Cucun Santuni 1.448 Anak Yatim di 12 Titik di Bandung dan Resmikan Rutilahu
20 menit yang lalu
Rekam Jejak Eks Ketua...
Rekam Jejak Eks Ketua PN Kudus yang Dipecat karena Tilep Uang Rp2 Miliar
37 menit yang lalu
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Polda NTT Perkuat Kesehatan Mental Personel lewat USEFT
50 menit yang lalu
Menkes Pastikan Korban...
Menkes Pastikan Korban Penyekapan di Bandung Jalani Rehabilitasi dan Rekonstruksi secara Optimal
1 jam yang lalu
Infografis
Deretan Pasal Kontroversial...
Deretan Pasal Kontroversial dalam KUHP Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved