Khawatir ricuh, aksi buruh tolak BBM dikawal polisi
Kamis, 15 Maret 2012 - 11:35 WIB
Khawatir ricuh, aksi buruh tolak BBM dikawal polisi
A
A
A
Sindonews.com - Aksi penolakan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah yang rencananya akan dilakukan mulai 1 April 2012, Kamis (15/3/2012) dikawal ketat petugas polisi. Pengawalan ini dilakukan untuk menghindari kericuhan karena buruh sempat mendatangi SPBU dan Perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Tangerang.
Aksi ini dilakukan sejak pukul 10.00 wib oleh ratusan buruh yang berkonvoy sehingga menghambat laju lalu lintas sekitar, mereka menaiki sepeda motor dan mendatangi setiap SPBU yang ada dijalur Cikupa hingga Tiga Raksa, Kabupaten Tangerang. Buruh melakukan penyebaran brosur ajakan untuk mendukung penolakan kenaikan BBM.
Selain datang ke SPBU, buruh juga menyambangi pabrik-pabrik, hal ini dilakukan guna mengajak sesama buruh dan manajemen ikut menolak kenaikan BBM, karena kenaikan BBM ini akan berpengaruh terhadap produksi.
" Pemerintah sangat tidak bijak, dalam kondisi seperti ini malah berniat menaikkan BBM. Kenaikan BBM akan berdampak langsung pada kehidupan kalangan pekerja, padahal kita baru mendapatkan kenaikan upah tapi sudah mau dikebiri lagi dengan dampak kenaikan BBM yang sudah pasti terkait dengan semua sektor kehidupan," tegas Jamal, salah seorang buruh.
Setelah melakukan sweping dan mendatangi pabrik-pabrik, buruh yang tergabung dari beberapa aliansi pekerja ini akan mendatangi Kantor Bupati Tangerang untuk mendapatkan dukungan penolakan kenaikan BBM. (wbs)
Aksi ini dilakukan sejak pukul 10.00 wib oleh ratusan buruh yang berkonvoy sehingga menghambat laju lalu lintas sekitar, mereka menaiki sepeda motor dan mendatangi setiap SPBU yang ada dijalur Cikupa hingga Tiga Raksa, Kabupaten Tangerang. Buruh melakukan penyebaran brosur ajakan untuk mendukung penolakan kenaikan BBM.
Selain datang ke SPBU, buruh juga menyambangi pabrik-pabrik, hal ini dilakukan guna mengajak sesama buruh dan manajemen ikut menolak kenaikan BBM, karena kenaikan BBM ini akan berpengaruh terhadap produksi.
" Pemerintah sangat tidak bijak, dalam kondisi seperti ini malah berniat menaikkan BBM. Kenaikan BBM akan berdampak langsung pada kehidupan kalangan pekerja, padahal kita baru mendapatkan kenaikan upah tapi sudah mau dikebiri lagi dengan dampak kenaikan BBM yang sudah pasti terkait dengan semua sektor kehidupan," tegas Jamal, salah seorang buruh.
Setelah melakukan sweping dan mendatangi pabrik-pabrik, buruh yang tergabung dari beberapa aliansi pekerja ini akan mendatangi Kantor Bupati Tangerang untuk mendapatkan dukungan penolakan kenaikan BBM. (wbs)
()