Korban konflik Aceh tuntut pembangunan rumah

Senin, 20 Februari 2012 - 15:27 WIB
Korban konflik Aceh...
Korban konflik Aceh tuntut pembangunan rumah
A A A
Sindonews.com - Ratusan korban konflik dari Bener Meriah dan Aceh Tengah dan sebagian Pidie, berunjuk rasa di gedung DPRA, menuntut agar Badan Reintegrasi Damai Aceh (BRDA) memenuhi hak korban konflik.

Mereka juga meminta BRDA membangun rumah korban konflik yang dibakar. Pasalnya, lembaga tersebut akan berakhir mandatnya tahun ini.

"BRDA akan berakhir tugasnya pada tahun 2012, tapi masih banyak korban konflik yang belum mendapatkan rumah, bagaimana nasib mereka," ujar Agusta Muktar, koordinator aksi, Senin (20/2/2012).

Menurut Agusta, selama mendapatkan mandat untuk program reintegrasi pascadamai, BRDA dinilai gagal memenuhi hak-hak korban konflik. Padahal sejak 2006 silam pemerintah mengucurkan dana reintegrasi sebesar Rp2,1 triliun.

"Menurut salah seorang staf BRA, tahun ini BRA tidak punya anggaran untuk membangun perumahan, apalagi mandat mereka akan habis," katanya.

Dia mengatakan, pembangunan rumah korban konflik masih menjadi masalah yang besar bagi proses reintegrasi pascadamai. Apalagi terdapat banyak rumah yang salah sasaran dan justru diterima oleh orang yang rumahnya tidak pernah dibakar saat konflik.

"Banyak orang yang tidak berhak dan mendapatkan rumah lebih dari satu, padahal rumah mereka tidak pernah dibakar," ujarnya.

Karena itu, para korban konflik itu menilai BRDA gagal memenuhi hak perumahan bagi korban konflik. Pemerintah Aceh diminta untuk membentuk tim independen yang memverifikasi ulang penerima rumah korban konflik, agar tepat sasaran.

"Kami mendesak DPRA dan pemerintah Aceh untuk duduk dan berbicara menanggapi nasib korban konflik yang belum mendapatkan rumah. Ini bukan hanya terdapat di Aceh Tengah, Bener Meriah, dan sebagian Pidie saja tapi juga seluruh Aceh," kata Agusta.

Massa korban konflik itu mengaku akan mengelar aksi selama tiga hari berturut-turut. Mereka juga mengancam akan menduduki gedung dewan, hingga tuntutan mereka dipenuhi pemerintah.

"Data kami di Aceh Tengah dan Bener Meriah sedikitnya 1.000 rumah belum terbangun," kata Agusta.
()
Berita Terkini
PSN Papua Tetap Perhatikan...
PSN Papua Tetap Perhatikan Kelestarian Lingkungan dan Serap Ribuan Tenaga Kerja OAP
1 jam yang lalu
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
3 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
5 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
6 jam yang lalu
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
8 jam yang lalu
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
8 jam yang lalu
Infografis
Asal-usul Yerusalem,...
Asal-usul Yerusalem, Kota Suci 3 Agama yang Penuh Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved